Dalam Semangat Pelayanan: Serah Terima Jabatan dan Rapat Pleno Pengurus Lingkungan St. Theresia

Serah Terima Jabatan Ketua Lingkungan Lama kepada Ketua Lingkungan Baru 2026/2028

Dalam suasana penuh syukur dan kebersamaan, Lingkungan St. Theresia melaksanakan kegiatan Serah Terima Jabatan dan Rapat Pleno Pengurus Lingkungan pada Sabtu, 11 Januari 2026, pukul 19.00 WIB, bertempat di rumah Ibu Ketua Lingkungan. Kegiatan ini berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh berkat Tuhan.

Acara ini dihadiri oleh seluruh koordinator pengurus lingkungan, yang berkumpul dengan satu hati dan satu tujuan, yakni melayani Tuhan melalui pelayanan kepada sesama. Kehadiran seluruh pengurus menjadi wujud nyata semangat persaudaraan, kebersamaan, serta komitmen untuk terus membangun lingkungan yang hidup, peduli, dan berlandaskan kasih.

Rangkaian kegiatan diawali dengan doa pembuka, sebagai ungkapan penyerahan diri kepada penyelenggaraan Tuhan. Selanjutnya dilaksanakan prosesi serah terima jabatan, yang menjadi momen penuh makna, sebagai tanda regenerasi pelayanan dan kepercayaan yang diberikan untuk melanjutkan karya kasih di Lingkungan St. Theresia. Momen ini mengajak seluruh pengurus untuk semakin setia, rendah hati, dan tulus dalam menjalankan setiap tugas pelayanan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan rapat pleno, yang diisi dengan, evaluasi, serta perencanaan program kerja ke depan. Melalui dialog yang hangat dan penuh semangat, para pengurus saling berbagi gagasan, harapan, dan komitmen, demi terwujudnya pelayanan yang semakin berkualitas dan menyentuh hati umat.

Seluruh rangkaian acara ditutup dengan doa bersama, sebagai ungkapan syukur atas kelancaran kegiatan serta permohonan berkat Tuhan agar setiap pengurus senantiasa diberi hikmat, kekuatan, kesabaran, dan kerendahan hati dalam melayani. Semoga melalui kepengurusan yang baru, Lingkungan St. Theresia semakin bertumbuh dalam iman, harapan, dan kasih, serta menjadi sarana berkat bagi seluruh umat dan sesama.

Pertemuan OMK St. Mikhael dengan Lingkungan St, Bartholomeus


Pada hari Minggu, 8 Februari 2025, telah dilaksanakan pertemuan Orang Muda Katolik (OMK) Santo Mikhael yang bertempat di Lingkungan Bartholomeus. Kegiatan ini diikuti oleh anak-anak dan kaum muda yang tergabung dalam OMK Gereja Santa Maria Bunda Allah Stasi Maguwo. Pertemuan ini menjadi salah satu agenda penting dalam upaya membangun kebersamaan dan mempererat tali persaudaraan di antara kaum muda gereja.

Acara berlangsung dalam suasana yang penuh kehangatan, kekeluargaan, dan sukacita. Sejak awal kegiatan, para peserta tampak antusias mengikuti setiap rangkaian acara yang telah disiapkan. Pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang untuk berkumpul, tetapi juga menjadi sarana untuk saling mengenal lebih dekat, memperkuat relasi antar anggota OMK, serta menumbuhkan rasa memiliki terhadap komunitas dan gereja.

Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk mempererat persaudaraan antar anak dan kaum muda, sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan dalam kehidupan menggereja. Melalui pertemuan ini, diharapkan para OMK semakin terdorong untuk aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan gereja dan mampu menjadi generasi muda yang beriman, solid, dan peduli terhadap sesama.

Pendalaman Iman Bersama Para Suster

Salah satu bagian paling berkesan dari pertemuan ini adalah kehadiran beberapa suster yang turut hadir sebagai pengisi acara. Mereka memberikan pendalaman iman yang disampaikan secara menarik, relevan, dan penuh inspirasi. Materi yang dibawakan mencakup:

  • Ajakkan untuk menghidupi kasih Kristus dalam kehidupan sehari-hari.
  • Tantangan kaum muda Katolik dalam zaman modern.
  • Pentingnya menjadi saksi iman di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
  • Membangun sikap peduli, peka, dan melayani sebagai bagian dari OMK.

Pertemuan OMK Santo Mikhael ini sangat bermakna dengan kehadiran para suster yang turut mendampingi dan mengisi acara. Para suster memberikan pendalaman iman yang disampaikan dengan cara yang sederhana, menarik, dan mudah dipahami oleh kaum muda. Materi yang dibawakan mengajak peserta untuk merefleksikan iman dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus menumbuhkan semangat untuk tetap setia dan aktif dalam pelayanan gereja. Kehadiran para suster juga memberikan warna tersendiri yang membuat suasana acara semakin hidup dan penuh sukacita.

Secara keseluruhan, kegiatan pertemuan OMK Santo Mikhael di Lingkungan Bartholomeus ini berjalan dengan lancar dan penuh makna. Diharapkan melalui pertemuan ini, persaudaraan antar OMK semakin erat, iman semakin bertumbuh, serta semangat kebersamaan dan pelayanan di Gereja Santa Maria Bunda Allah Stasi Maguwo terus terjaga dan berkembang di masa mendatang.


Rapat Koordinasi Paduan Suara Se Stasi

Rapat Koordinasi Koor se-stasi Maguwo diadakan pada hari Selasa, 3 Februari 2026, mula pukul 19.00 di Gazebo Gereja Maria Bunda Allah Maguwo. Rapat ini dihadiri perwakilan Koor lingkungan, wilayah, koordinator bidang Liturgi dan Peribadatan, Tim Pelayanan Paduan Suara, Pemusik, Pemazmur dan Dirigen.

Rapat ini bertujuan membangun komunikasi dan koordinasi koor-koor di Gereja Maria Bunda Allah dalam periode Januari 2026- Januari 2027. Acara dibuka dengan sambutan Koordinator Bidang Liturgi & Peribadatan dilanjutkan dengan presentasi jadwal, program koor, dan acara dilanjutkan dengan tanya jawab.

Semoga Kelompok-kelompok Paduan Suara di stasi Maguwo semakin berkembang dan saling mendukung satu dengan yang lain.

Pelayanan Umat Lingkungan Santa Monica sebagai Among Tamu dan Tata Laksana

Pada hari Minggu, 1 Februari 2026, umat dari Lingkungan Santa Monica, Paroki Kalasan – Stasi Maguwo, mendapat tugas pelayanan sebagai among tamu dan tata laksana dalam Perayaan Ekaristi. Para petugas telah berkumpul di GMBA sejak pukul 06.15 WIB untuk melakukan persiapan sebelum misa dimulai.

Sejak pagi hari, kondisi cuaca kurang mendukung. Gerimis sudah turun sejak pukul 06.00 WIB dan semakin deras mendekati pukul 07.00 WIB. Hal ini menyebabkan jumlah umat yang hadir tidak terlalu banyak. Meskipun demikian, Perayaan Ekaristi tetap berlangsung dengan khidmat.

Para petugas among tamu dengan penuh tanggung jawab menyambut umat yang hadir, membantu mengarahkan tempat duduk, serta menjaga ketertiban selama perayaan berlangsung. Petugas tata laksana juga menjalankan tugasnya dengan baik sehingga seluruh rangkaian misa dapat berjalan dengan lancar.

Setelah Perayaan Ekaristi selesai, tugas penghitungan kolekte dilaksanakan oleh Mas Vincen, Bu Merri, Bu Sulis, dan Bu Seti. Penghitungan kolekte dilakukan dengan tertib dan penuh tanggung jawab sebagai bagian dari pelayanan kepada Gereja.

Semoga pelayanan umat Lingkungan Santa Monica ini semakin menumbuhkan semangat kebersamaan, pengabdian, dan sukacita dalam kehidupan menggereja di Paroki Kalasan – Stasi Maguwo.

Wajah Kasih dalam Pelayanan : Tugas Tata Bunga dan Kerja Bakti Lingkungan Gregorius Kadisoka – GMBA

Gereja bukan sekadar bangunan fisik, melainkan persekutuan umat yang hidup. Semangat inilah yang terpancar nyata dalam gerak pelayanan Lingkungan Gregorius Kadisoka di Stasi Gereja Maria Bunda Allah (GMBA) pada sabtu tgl 7 Februari 2026. Melalui dua aksi nyata tugas tata bunga altar dan kerja bakti membersihkan lingkungan gereja, umat Gregorius membuktikan bahwa melayani Tuhan bisa dilakukan melalui ketulusan tangan dan kebersihan lingkungan Gereja.

Seni Memuliakan Tuhan melalui Tata Bunga

Pekan ini Minggu 8 Februari 2026 dengan warna Liturgi Hijau, suasana Altar Gereja Maria Bunda Allah tampak berbeda. Sentuhan tangan-tangan kreatif dari ibu-ibu dan perwakilan umat Lingkungan Gregorius Kadisoka menghadirkan rangkaian bunga yang segar dan penuh makna.

Menata bunga bukan sekadar rutinitas estetika. Ini adalah bentuk doa visual. Setiap tangkai yang dipotong dan setiap kelopak yang disusun merupakan simbol persembahan syukur atas berkat Tuhan bagi keluarga-keluarga di Stasi GMBA. Keindahan bunga-bunga ini diharapkan dapat membantu umat lain masuk dalam suasana liturgi yang lebih khusyuk dan meditatif.

Kerja Bakti: Merawat Rumah Tuhan Bersama

Tak hanya di dalam area panti imam, semangat pelayanan juga merambah ke pelataran dan sudut-sudut gereja. Sejumlah umat Lingkungan Gregorius bahu-membahu dalam kerja bakti membersihkan Gereja.

Dengan sapu dan semangat gotong royong, membersihkan area dalam Gereja, area parkir dan merapikan tanaman. Kerja bakti ini bukan sekadar urusan kebersihan, melainkan momen guyub rukun. Di sela-sela menyapu daun kering, tawa dan obrolan hangat antar umat mempererat tali persaudaraan (paguyuban) yang selama ini menjadi ciri khas umat di Stasi GMBA.

“Melayani Tuhan tidak harus selalu dengan hal-hal besar. Menjaga kebersihan gereja dan mempercantik altar adalah cara sederhana kami untuk mencintai rumah Tuhan.”

Panggilan untuk Kita Semua

Kegiatan yang dilakukan oleh Lingkungan Gregorius Kadisoka menjadi pengingat bagi kita semua bahwa gereja adalah tanggung jawab bersama. Keterlibatan aktif setiap lingkungan secara bergilir merupakan napas bagi keberlangsungan hidup paroki dan stasi kita.

Terima kasih kepada seluruh umat Lingkungan Gregorius Kadisoka atas dedikasi dan kasihnya. Semoga semangat ini terus terjaga dan bertumbuh terus. Berkah Dalem

Mari Ikuti social media Lingkungan St. Gregorius Kadisoka

Youtube : https://youtube.com/@lingk_st.gregorius.kadisoka?si=vnRHHRD2Avdyrefc

Instagram : https://www.instagram.com/lingk.st.gregorius?igsh=MXMwejc4NDZ2cTR4dA==

Tiktok : https://www.tiktok.com/@lingk..st..gregor?_r=1&_t=ZS-93klVcckfvV

Tugas Koor Misa Jumat Pertama Lingkungan St. Maria Immaculata

The current image has no alternative text. The file name is: WhatsApp-Image-2026-02-06-at-7.03.27-PM.jpeg

Jumat, 06 Februari 2026 diadakan Misa Jumat Pertama di gereja St. Maria Bunda Allah Stasi Maguwo. Dan kebetulan yang bertugas koor adalah lingkungan St. Maria Immaculata. Jumat Pertama sendiri merupakan salah satu bentuk devosi umat Katolik kepada Hati Kudus Yesus, yang dirayakan setiap bulan sebagai ungkapan syukur, pertobatan, dan pembaruan iman. Dalam perayaan Ekaristi ini, keterlibatan umat sangatlah penting, termasuk peran koor lingkungan yang bertugas mengiringi jalannya misa dengan pujian dan nyanyian.

Koor lingkungan bertanggung jawab menyiapkan lagu-lagu liturgi yang sesuai dengan tema Jumat Pertama, seperti lagu-lagu yang menekankan kasih, pengorbanan, dan kerahiman Hati Kudus Yesus. Persiapan ini mencakup latihan bersama, pemilihan lagu dan koordinasi dengan tim liturgi supaya sesuai dengan tema.

Melalui pelayanan koor dalam Misa Jumat Pertama, Lingkungan Maria Immaculata diharapkan semakin menumbuhkan semangat kebersamaan, partisipasi aktif umat, serta kecintaan terhadap liturgi Gereja. Semoga setiap lagu yang dilantunkan menjadi doa yang hidup, menguatkan iman, dan membawa berkat bagi seluruh umat yang hadir.

Ibadat Lingkungan St. Antonius Padua Maguwo

Diutus Menjadi Murid Kristus yang Setia dan Berani Bersaksi

Maguwo, 5 Februari 2026

 


Lingkungan St. Antonius Padua menyelenggarakan ibadat sembahyangan lingkungan rutin pada hari Kamis, 5 Februari 2026 bertempat di rumah Bapak TH. Yani Ismono (salah satu umat lingkungan Antonius). Ibadat sabda ini dipandu oleh Bapak Agustinus Djumingan dan diikuti oleh sekitar 30 umat Lingkungan St. Antonius Padua. 

Ibadat berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh penghayatan, dengan bacaan Injil dari Markus 6:7–13 yang mengangkat tema “Yesus Mengutus Dua Belas Murid”. Ibadat juga diperkaya dengan pembacaan kisah Santa Agatha, perawan dan martir, dari buku Ensiklopedia Orang Kudus.

Rangkaian Ibadat

Ibadat sabda dilaksanakan dengan urutan sebagai berikut:

1. Lagu Pembukaan PS 688 
Umat mengawali ibadat dengan lagu pembukaan dari Puji Syukur no 688 “Ya YesusHamba Sedia” sebagai ungkapan syukur dan persiapan hati untuk berdoa bersama.

2. Doa Pembukaan
Doa pembukaan dipanjatkan untuk menyerahkan seluruh rangkaian ibadat kepadaTuhan agar berjalan dengan lancar dan membawa buah rohani.

3. Pembacaan Kisah Santa Agatha
Dibacakan kisah Santa Agatha, seorang perawan dan martir yang dengan teguhmempertahankan kesucian dan imannya kepada Yesus Kristus. Santa Agatha relamenanggung penderitaan dan wafat sebagai martir demi kesetiaannya kepada Tuhan. Kisah ini menjadi teladan iman yang kokoh dan keberanian dalam mempertahankannilai-nilai Kristiani.

4. Pembacaan Injil (Markus 6:7–13)
Injil mewartakan peristiwa Yesus mengutus kedua belas murid-Nya untuk pergiberdua-dua, mewartakan pertobatan, mengusir roh jahat, serta menyembuhkan orang sakit. Yesus mengutus para murid dalam kesederhanaan, tanpa membawa bekalberlebihan, sebagai tanda kepercayaan penuh kepada penyelenggaraan Allah.

5. Sharing
Dalam sharing-nya, Bapak Djumingan menegaskan bahwa pengutusan para murid bukan hanya kisah masa lalu, melainkan panggilan nyata bagi setiap orang berimansaat ini.

Umat diajak menyadari bahwa:

  • Setiap orang yang dibaptis dipanggil menjadi murid yang diutus untuk mewartakan Injil melalui sikap dan perbuatan hidup sehari-hari.
  • Kesederhanaan yang diajarkan Yesus mengingatkan umat untuk lebih mengandalkan Tuhan daripada kekuatan dan kenyamanan pribadi.
  • Keteladanan Santa Agatha menunjukkan bahwa kesetiaan kepada Kristus menuntut keberanian, pengorbanan, dan keteguhan iman hingga akhir.

Melalui Injil dan kisah Santa Agatha, umat diundang untuk hidup setia, jujur, dan beranimenjadi saksi Kristus di tengah keluarga, lingkungan, dan masyarakat. Serta senantiasamengingat Prasetya (janji) babtis disetiap menghadapi godaan iblis.

6. Doa Penutup PS 695
Doa penutup dipanjatkan sebagai ungkapan syukur dan permohonan agar umat diberikekuatan untuk menjalani panggilan perutusan dalam kehidupan sehari-hari.

7. Lagu Penutup
Ibadat ditutup dengan lagu penutup “Aku Dengar Bisikan Suara-Mu”yang meneguhkan semangat perutusan umat sebagai murid-murid Kristus.

Peneguhan Iman Umat

Melalui ibadat sembahyangan lingkungan ini, umat Lingkungan St. Antonius Padua Maguwo diteguhkan kembali dalam iman sebagai murid-murid Kristus yang diutus. Dengan meneladani para rasul dan keteguhan iman Santa Agatha, umat diharapkan semakin berani hidup setia dan mewartakan kasih Kristus melalui kesaksian hidup sehari-hari.

 

 

 

 

 

 

Menguatkan Persaudaraan Iman dalam Semangat Ekumenis


Dalam semangat persaudaraan dan kebersamaan lintas gereja, Tim Pelayanan HAK Stasi Maguwo yang diwakili oleh Ibu Fitri menghadiri undangan dari Gereja Kristen Jawa (GKJ) dalam rangka pentahbisan pendeta, yang dilaksanakan pada Sabtu, 7 Februari 2026.

Kehadiran perwakilan Tim Pelayanan HAK ini menjadi wujud nyata keterbukaan Gereja Katolik untuk terus membangun relasi yang harmonis dengan gereja-gereja lain, khususnya dalam semangat ekumenisme. Pentahbisan pendeta merupakan peristiwa iman yang sakral, tidak hanya bagi jemaat GKJ, tetapi juga menjadi momentum syukur bersama atas panggilan pelayanan yang dipercayakan Tuhan bagi umat-Nya.

Melalui kehadiran ini, diharapkan terjalin semakin kuat hubungan persaudaraan antarumat beriman, saling menghormati perbedaan, serta bersama-sama mewartakan nilai kasih, damai, dan pelayanan di tengah masyarakat. Semoga pelayanan yang akan dijalani oleh pendeta yang ditahbiskan senantiasa diberkati Tuhan dan menjadi berkat bagi banyak orang.

Kehadiran Tim Pelayanan HAK Stasi Maguwo dalam acara ini juga menjadi pengingat bahwa Gereja dipanggil untuk terus hadir, berjalan bersama, dan menjadi jembatan persaudaraan dalam kehidupan bermasyarakat yang majemuk.


Sosialisasi Lomba Video Dokumenter

Sosialisasi Lomba Video Dokumenter diselenggarakan pada 6 Feb 26. Kegiatan ini bertempat di Gazebo GMBA Maguwo dan diikuti oleh perwakilan dari berbagai lingkungan.

Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai konsep, tema, serta teknis pelaksanaan lomba video dokumenter. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan penjelasan terkait alur pendaftaran, ketentuan lomba, hingga kriteria penilaian yang akan digunakan oleh panitia.

Perwakilan masing-masing Lingkungan mengikuti kegiatan dengan antusias. Melalui sosialisasi ini, peserta diharapkan mampu mempersiapkan karya video dokumenter yang kreatif, informatif, serta sesuai dengan nilai-nilai yang ingin disampaikan dalam lomba.

Dengan adanya kegiatan ini, Lingkungan-lingkungan diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam lomba video dokumenter dan menjadikan media video sebagai sarana pewartaan, dokumentasi, serta pengembangan kreativitas umat.

Seruan Pastoral: Ubah Sisa Menjadi Sumber Hidup


Menghadapi krisis sampah yang berkepanjangan di Daerah Istimewa Yogyakarta—terutama pasca penutupan total TPA Piyungan sejak Januari 2026—Gereja Katolik di Kevikepan Yogyakarta Timur dan Barat mengajak seluruh umat untuk membaca tanda-tanda zaman dan menjawabnya dengan iman yang bertanggung jawab.

Ketergantungan panjang pada TPA Piyungan telah membawa DIY pada situasi darurat pengelolaan sampah. Keterbatasan kapasitas TPST di Sleman dan Bantul, serta minimnya lahan di Kota Yogyakarta, menuntut perubahan mendasar yang melibatkan seluruh warga. Kebijakan larangan membuang sampah organik ke depo sejak 1 Januari 2026 menegaskan pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya, yakni rumah tangga.

Dalam terang iman, Gereja menegaskan bahwa merawat bumi adalah bagian dari panggilan kristiani. Kitab Suci dan ensiklik Laudato Si’ mengingatkan bahwa krisis lingkungan adalah krisis kemanusiaan dan spiritual. Pengelolaan sampah menjadi wujud nyata pertobatan ekologis: perubahan cara berpikir, bersikap, dan bertindak demi masa depan bersama.

Sebagai tanggapan konkret, Kevikepan Yogyakarta Timur dan Barat menggerakkan Gerakan Pastoral Ekologis “Ubah Sisa Menjadi Sumber Hidup.” Gerakan ini mendorong pemilahan sampah sejak dari rumah, pengolahan sampah organik, penguatan bank sampah, serta pemanfaatan sampah sebagai sumber kehidupan dan keberlanjutan.

Stasi Maguwo telah menanggapi seruan pastoral ini dengan mulai mengikuti dan menerapkan arahan pengelolaan sampah secara bertahap, khususnya melalui kebiasaan memilah sampah, pengurangan sampah organik, serta edukasi umat di tingkat lingkungan. Langkah ini menjadi wujud kesediaan umat Stasi Maguwo untuk ambil bagian dalam pertobatan ekologis dan memberi teladan di tengah masyarakat sekitar.

Gerakan ini mengajak seluruh umat, komunitas, dan lembaga Gereja untuk memulai perubahan dari rumah masing-masing. Diharapkan, melalui kesetiaan pada langkah-langkah kecil namun nyata, Gereja Katolik di Yogyakarta sungguh hadir sebagai komunitas iman yang peka, solider, dan menginspirasi.

Yogyakarta, 27 Januari 2026
Vikaris Episkopal
Kevikepan Yogyakarta Timur dan Barat
Rm. Adrianus Maradiyo (Vikep Kevikepan Yogyakarta Timur)
Rm. AR. Yudono Suwondo (Vikep Kevikepan Yogyakarta Barat)