Penerimaan Abu: Lingkungan St. Theresia Bertugas Among Tamu dan Menghitung Kolekte

Umat Katolik mengawali Masa Prapaskah dengan mengikuti Perayaan Ekaristi Rabu Abu, yang ditandai dengan penerimaan abu di dahi sebagai simbol pertobatan, kerendahan hati, dan tekad untuk memperbarui hidup.

Dalam perayaan ini, Lingkungan St. Theresia mendapat tugas pelayanan sebagai among tamu dan petugas penghitung kolekte. Para petugas melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, ketulusan, dan semangat pelayanan sebagai wujud nyata keterlibatan umat dalam kehidupan menggereja.

Pelayanan among tamu dilakukan dengan menyambut umat secara ramah, membantu mengarahkan tempat duduk, serta menciptakan suasana yang tertib dan kondusif agar perayaan Ekaristi dapat berlangsung dengan khidmat. Sementara itu, tim penghitung kolekte menjalankan tugas dengan teliti, jujur, dan penuh tanggung jawab.

Perayaan Ekaristi Rabu Abu ini dilaksanakan pada Selasa, 17 Februari 2026, bertempat di Gereja Santa Maria Bunda Allah, dan diikuti oleh umat dengan penuh kekhusyukan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengajak seluruh umat memasuki masa tobat Prapaskah dengan hati yang terbuka, semangat pertobatan, serta komitmen untuk memperbaiki relasi dengan Tuhan dan sesama.

Melalui penerimaan abu, umat diingatkan akan hakikat hidup manusia: berasal dari debu dan akan kembali menjadi debu. Kesadaran ini mendorong umat untuk semakin rendah hati, tekun dalam doa, setia dalam puasa dan pantang, serta aktif dalam karya kasih nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Semoga pelayanan yang dilakukan oleh Lingkungan St. Theresia menjadi berkat bagi seluruh umat dan semakin menumbuhkan semangat kebersamaan, persaudaraan, serta solidaritas dalam kehidupan menggereja.

“Selamat Memasuki Masa Prapaskah, Tuhan Memberkati”

Bikin Film? Siapa Takut! Saatnya Lingkungan Kita Bersinar!


Kadang kita merasa kegiatan lingkungan itu biasa saja.
Doa lingkungan… bakti sosial… rekoleksi… kunjungan kasih…

Tapi pernah nggak kita sadar?
Di situlah Gereja yang sesungguhnya sedang hidup.

Melalui Festival & Lomba Film Pendek Dokumenter ARDAS 2026, Stasi St. Maria Bunda Allah Maguwo mengajak seluruh lingkungan untuk menunjukkan bahwa Gereja kita itu:

Bahagia, Menginspirasi, Menyejahterakan

Bukan cuma hadir… tapi berdampak.

Mau yang simpel? Bikin video < 59 detik untuk IG/TikTok.
Mau yang niat? Garap film 3–6 menit buat YouTube/Website.

Nggak harus pakai kamera mahal.
HP juga bisa.
Yang penting: kompak, kreatif, dan penuh semangat!

Ada banyak kategori yang bisa diraih:
Film Terbaik, Film Paling Membahagiakan, Film Paling Menginspirasi, Cerita Lingkungan Terbaik, Film Favorit dan Lingkungan Paling Rajin

Dan tenang… setiap lingkungan dapat stimulus dana Rp100.000 untuk mulai berkarya

Bayangkan kalau di akhir tahun nanti nama lingkungan kita dipanggil sebagai pemenang…
Bukan cuma soal hadiah.
Tapi soal kebanggaan: “Ini lho wajah Gereja kami.”

Penjurian dan pengumuman akan dilaksanakan pada 28 Desember 2026.

Jadi…
Mau jadi penonton?
Atau jadi lingkungan yang dikenang sepanjang tahun?

Ayo bergerak.
Ayo rekam.
Ayo wartakan.

Lingkungan kita siap viral demi Kerajaan Allah?


Abu di Dahi, Harapan di Hati: Awal Prapaskah Umat Maguwo


Suasana malam Selasa, 17 Februari 2026 pukul 19.00 WIB, Gereja Santa Maria Bunda Allah Stasi Maguwo dipenuhi langkah-langkah umat yang datang dengan satu kerinduan: mengawali Masa Prapaskah dengan hati yang dibarui. Sebanyak 918 umat memenuhi gereja untuk mengikuti Perayaan Ekaristi Rabu Abu yang dipimpin oleh Antonius Dadang Hermawan, Pr.

Sejak perarakan masuk, nuansa tobat terasa begitu kuat. Dalam Ritus Pembuka, umat diajak menyadari bahwa Prapaskah bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan momentum rahmat—waktu istimewa untuk kembali kepada Tuhan.

Memasuki Liturgi Sabda, firman Tuhan menggema mengundang pertobatan yang sejati: bukan hanya perubahan lahiriah, melainkan pembaruan hati. Dalam homilinya, Romo mengingatkan bahwa abu yang akan diterima bukan tanda kesedihan, tetapi tanda harapan—bahwa manusia yang rapuh tetap dikasihi dan selalu diberi kesempatan untuk bangkit.

Puncak keheningan terjadi saat pemberkatan dan pengenaan abu. Abu yang berasal dari daun palma tahun lalu didoakan, lalu satu per satu umat maju menerima tanda salib di dahi. Terdengar kalimat yang sederhana namun menggugah:
“Bertobatlah dan percayalah kepada Injil.”

Dalam momen itu, gereja seakan tenggelam dalam doa. Abu menjadi simbol kerendahan hati; tanda bahwa hidup ini fana, namun penuh makna ketika diserahkan kepada Allah.

Perayaan berlanjut dalam Doa Umat dan Liturgi Ekaristi, di mana umat mempersembahkan diri bersama roti dan anggur, memohon agar perjalanan 40 hari ke depan sungguh menjadi jalan pertobatan yang nyata—melalui doa, puasa, dan karya kasih.

Malam itu, umat tidak hanya pulang dengan abu di dahi, tetapi juga dengan tekad baru di hati. Masa Prapaskah telah dimulai—dan bersama Tuhan, selalu ada kesempatan untuk menjadi lebih baik dari kemarin.

Berkah Dalem.

Mempererat Persaudaraan dan Iman: Pertemuan Rutin Ibu-ibu PWK Lingkungan Santo Stefanus

Bagi ibu-ibu di Lingkungan Santo Stefanus, pertemuan bulanan Paguyuban Wanita Katolik (PWK) bukan sekadar rutinitas kalender, melainkan sebuah oase untuk memperdalam iman sekaligus memperkuat solidaritas sosial. Kegiatan ini menjadi wadah bagi kaum wanita untuk bertumbuh bersama dalam semangat pelayanan dan kasih Kristiani.

Bertumbuh dalam Rohani dan Ekonomi

Pertemuan ini dirancang dengan perpaduan yang selaras antara kegiatan rohani, pengelolaan ekonomi mandiri, dan aksi nyata, yang mencakup:

  • Doa Rutin & Pendalaman Iman: Menjadi pondasi utama, setiap pertemuan dibuka dengan doa bersama, doa Rosario sesuai panduan liturgi lingkungan agar setiap langkah pelayanan selalu berdasar pada Firman Tuhan.
  • Arisan Bulanan: Berfungsi sebagai pengikat kehadiran yang efektif, kegiatan ini menjadi momen hangat untuk berbagi informasi dan mempererat tali silaturahmi antaranggota.
  • Simpan Pinjam (Kas Paguyuban): Sebuah bentuk pengelolaan keuangan mandiri yang bertujuan membantu ekonomi anggota, yang sering kali dijalankan dengan sistem tanggung renteng sebagai wujud kepercayaan satu sama lain.
  • TACIKA (Tabungan Cinta Kasih/Tabungan Citra Kasih): Sebagai program unggulan, TACIKA memupuk kebiasaan menabung yang bermuara pada dana sosial. Dana ini dialokasikan untuk menopang kebutuhan sosial-ekonomi anggota maupun mendukung pelayanan gereja.
  • Sosial & Pemberdayaan (Baksos): Wujud nyata dari semangat “Wanita Katolik yang Berdaya”, kegiatan ini meliputi kunjungan kasih kepada anggota yang sakit, bantuan bagi ibu dan anak yang mengalami kesulitan ekonomi, serta berbagai kegiatan kreatif lainnya untuk meningkatkan martabat sesama.

Semangat Pelayanan Tanpa Batas

Melalui rangkaian kegiatan ini, PWK Lingkungan Santo Stefanus membuktikan bahwa peran wanita dalam gereja sangatlah vital. Tidak hanya mengurus urusan domestik, ibu-ibu ini juga menjadi penggerak ekonomi mikro dan agen perubahan sosial yang membawa dampak positif bagi lingkungan dan paroki.


“Satu hati, satu jiwa, melayani dengan cinta kasih demi kemuliaan Tuhan yang lebih besar.”

Sukacita Ekaristi: Pemberkatan Kediaman Ibu Lucia Rusmiati

Pada hari Senin, 16 Februari 2026, suasana penuh syukur dan kegembiraan iman menyelimuti keluarga Ibu Lucia Rusmiati. Bertempat di kediaman beliau di Perum Soka Asri Permai, Kadisoka, telah dilaksanakan Misa Ekaristi dalam rangka pemberkatan rumah baru yang berlangsung dengan sangat khidmat dan meriah.

Perayaan Syukur yang Dipimpin oleh Romo FX Murdi Susanto, Pr

Ibadah syukur ini dipimpin langsung oleh Romo FX Murdi Susanto, Pr. Dalam homilinya, Romo menekankan bahwa rumah yang diberkati bukan sekadar bangunan fisik, melainkan tempat di mana kasih Tuhan terpancar melalui kehidupan sehari-hari penghuninya. Romo juga memimpin prosesi percikan air suci ke setiap sudut ruangan sebagai simbol penyucian dan permohonan perlindungan Ilahi bagi seluruh anggota keluarga.

Guyub Rukun Lintas Lingkungan

Momen ini menjadi bukti nyata eratnya tali persaudaraan antarumat. Tidak hanya dihadiri oleh kerabat dekat, misa ini juga dihadiri oleh umat dari berbagai lingkungan, di antaranya:

  • Lingkungan Santo Stefanus
  • Lingkungan Santo Gregorius
  • Lingkungan Santo Bartolomeus

Kehadiran umat dari berbagai lingkungan ini menciptakan suasana “paguyuban” yang hangat, di mana doa-doa dipanjatkan bersama demi keselamatan dan keberkahan rumah tangga Ibu Lucia Rusmiati.

Lantunan Merdu Paduan Suara Nada Surgawi

Kehidmatan misa semakin terasa berkat iringan lagu-lagu pujian yang dibawakan secara apik oleh Paduan Suara Nada Surgawi dari GKR Baciro. Suara merdu dan harmoni yang mereka bawakan menambah suasana sakral, membawa hati setiap umat yang hadir semakin larut dalam kekhusyukan doa dan syukur.


“Rumah ini biarlah menjadi tempat yang penuh dengan berkat, di mana setiap orang yang masuk merasakan damai sejahtera dari Kristus.”

Selamat menempati kediaman baru bagi Ibu Lucia Rusmiati. Semoga Tuhan senantiasa memberkati dan melindungi seluruh keluarga.

Pelayanan Kasih di Balik Meja Kantin: Oleh Ibu-Ibu PWK Santo Stefanus

Bulan Februari 2026 menjadi momen spesial bagi Ibu-Ibu Paguyuban Wanita Katolik (PWK) Lingkungan Santo Stefanus. Selama satu bulan penuh, mereka mendedikasikan waktu dan tenaga untuk menjalankan tugas pelayanan jaga kantin di Gereja Maria Bunda Allah, Maguwo.

Sinergi dan Kebersamaan Umat

Kantin ini bukan sekadar tempat bertransaksi, melainkan wujud nyata ekonomi gotong royong umat. Seluruh hidangan yang tersaji merupakan hasil karya dan titipan jual dari umat Paroki Maguwo sendiri. Ibu-ibu PWK Santo Stefanus berperan sebagai garda depan yang mengelola dan melayani para pembeli dengan senyum dan keramahan khas ibu.

Aneka Hidangan yang Menggugah Selera

Meja kantin ditata apik dengan berbagai pilihan menu sehat dan lezat yang siap memanjakan lidah umat setelah mengikuti perayaan Ekaristi:

  • Makanan Siap Saji: Tersedia berbagai pilihan lauk pauk rumahan dan sayur matang yang segar.
  • Camilan & Buah: Aneka kudapan tradisional hingga buah-buahan segar tertata rapi dalam wadah-wadah bersih.
  • Minuman Segar: Berbagai pilihan minuman tersedia untuk melepas dahaga.

Melayani dengan Sukacita

Meskipun harus bertugas di sela-sela kesibukan rumah tangga, ibu-ibu Lingkungan Santo Stefanus menjalankan tugas ini dengan penuh sukacita. Semangat pelayanan ini menjadi bukti nyata bahwa bakti kepada Tuhan bisa diwujudkan melalui cara-cara sederhana, seperti menerima hasil karya dari para umat yang menitipkan dagangannya dan melayani transaksi dari para umat yang melarisi dagangan yang digelar, sambil mempererat tali silaturahmi antar-lingkungan.


“Melayani Tuhan tidak hanya di depan altar, tapi juga melalui perhatian kecil dalam melayani sesama.”

Terima kasih kepada Ibu-Ibu PWK Santo Stefanus atas dedikasinya selama bulan Februari ini. Semoga berkah Tuhan senantiasa menyertai setiap langkah pelayanan kita.

Semangat Pelayanan Remaja Lingkungan St. Gabriel dalam Misa Minggu, 15 Februari 2026

Lingkungan St. Gabriel mendapat tugas pelayanan sebagai petugas counter dan penjaga teks pada Misa Minggu, tanggal 15 Februari 2026. Sehubungan dengan tugas tersebut, Ketua Lingkungan telah berkoordinasi dengan Bidang Liturgi Lingkungan serta Tim Peribadatan guna mempersiapkan para petugas secara optimal.

Petugas yang ditunjuk dalam pelayanan ini berasal dari kalangan remaja lingkungan. Keterlibatan remaja dimaksudkan untuk mendorong partisipasi aktif generasi muda dalam kehidupan menggereja serta menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam pelayanan liturgi.

Sebagai bagian dari persiapan, pada hari Sabtu, 14 Februari 2026, petugas mengambil teks Misa di Sekretariat Paroki Marganingsih Kalasan untuk selanjutnya dibawa ke GMBA sebagai perlengkapan pelayanan pada Misa hari Minggu.

Pada hari Minggu, 15 Februari 2026, sejak pukul 06.00 WIB para petugas telah hadir di gereja untuk melaksanakan tugas masing-masing dengan penuh tanggung jawab.

Petugas counter dan penjaga teks Misa bersiaga di bagian depan dan belakang gereja. Petugas counter bertugas menghitung jumlah umat yang hadir dalam perayaan Misa, sedangkan petugas penjaga teks bertanggung jawab memantau ketersediaan teks Misa bagi umat agar perayaan dapat berjalan dengan tertib dan lancar.

Seluruh petugas melaksanakan pelayanan dengan penuh semangat dan antusiasme sebagai wujud keterlibatan aktif dalam kehidupan menggereja.

Kebersamaan dan Pelayanan Lingkungan St. Gabriel dalam Pertemuan Ibu Stasi GMBA Maguwo

Pada hari Sabtu, 14 Februari 2026, ibu-ibu Lingkungan St. Gabriel mendapat tugas untuk mengisi pertemuan Ibu Stasi GMBA Maguwo. Dalam pertemuan Ibu Stasi, setiap lingkungan memperoleh jadwal secara bergiliran untuk bertanggung jawab atas seluruh rangkaian acara, mulai dari persiapan tempat, penyusunan isi pertemuan, hingga konsumsi.

Beberapa minggu sebelum hari pelaksanaan, koordinator paguyuban ibu Lingkungan St. Gabriel telah menyusun dan membagi tugas kepada ibu-ibu. Ada yang bertugas menyiapkan dan menata tempat, ada yang menyiapkan materi atau isi pertemuan, serta ada yang bertanggung jawab memesan dan menyiapkan snack untuk konsumsi. Semua ibu bekerja sama dengan penuh semangat agar acara dapat berjalan dengan lancar dan tertib.

Pada hari pelaksanaan, ibu-ibu Lingkungan St. Gabriel sudah hadir di gereja sejak pukul 13.30, sementara acara dimulai pukul 15.00. Mereka memanfaatkan waktu tersebut untuk memastikan semua persiapan sudah siap dan sesuai dengan tugas masing-masing.

Acara dimulai dengan doa pembukaan, dilanjutkan dengan menyanyikan Mars Santa Maria dan lagu nasional. Setelah itu sambutan Ketua Paguyuban Ibu Stasi dilanjutkan dengan pembacaan notulen pertemuan sebelumnya serta pengumuman beberapa pengumuman penting.

Memasuki acara inti, kegiatan diisi dengan sesi sharing yang hangat dan penuh kebersamaan. Karena pertemuan kali ini bertepatan dengan peringatan Hari Valentine, suasana semakin semarak dengan adanya games yang menarik dan menyenangkan. Ibu-ibu mengikuti setiap permainan dengan antusias dan penuh tawa. Selain itu, diadakan juga tukar kado silang yang menambah kemeriahan dan mempererat kebersamaan antaranggota.

Acara berlangsung dengan meriah, penuh sukacita, dan rasa kekeluargaan. Seluruh rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa penutup dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai kenang-kenangan.

Setelah acara selesai, ibu-ibu Lingkungan St. Gabriel kembali bekerja sama untuk membereskan tempat serta mencuci dan merapikan peralatan konsumsi yang telah digunakan. Semua tugas dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab hingga selesai.

Secara keseluruhan, pertemuan Ibu Stasi hari itu berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh berkat.

Doa Syukur Bersama Lingkungan St. Theresia: Mengucap Syukur dan Mendoakan Pemulihan

Sebagai ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan, umat Lingkungan St. Theresia, melaksanakan kegiatan doa bersama dan kunjungan kasih pada Kamis, 8 Januari 2026 di kediaman Bapak KPS. Prononagoro, salah satu umat Lingkungan St. Theresia yang saat ini sedang menjalani proses pemulihan kesehatan.

Kegiatan ini dilakukan untuk mengucap syukur atas rahmat Tuhan, sekaligus mendoakan agar proses pemulihan dapat berjalan dengan lancar serta memberikan dukungan dan semangat bagi Bapak KPS. Prononagoro dan keluarga. Dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, umat berkumpul untuk berdoa bersama, saling menyapa, berbincang santai, dan berbagi perhatian sebagai wujud nyata kepedulian dan kasih persaudaraan.

Kebersamaan dalam doa ini menjadi momen yang menenangkan dan menguatkan, tidak hanya bagi yang sedang dalam proses pemulihan, tetapi juga bagi seluruh umat yang hadir. Kehadiran sederhana, doa, dan perhatian yang diberikan diharapkan mampu menumbuhkan semangat, harapan, serta keyakinan bahwa Tuhan senantiasa menyertai setiap langkah kehidupan.

Melalui kegiatan ini, Lingkungan St. Theresia berharap semangat kebersamaan, kepedulian, dan pelayanan terus hidup dan berkembang di tengah umat. Semoga Bapak KPS. Prononagoro senantiasa diberi kesehatan, kekuatan, dan pemulihan yang sempurna oleh Tuhan, serta dapat segera kembali beraktivitas seperti sediakala.

Bertumbuh dalam Kasih dan Sukacita: PIAR Santa Monica di Rumah Fokolare

Pada hari Sabtu, 14 Februari 2026, Lingkungan Santa Monica mengadakan kegiatan PIAR (Pendampingan Iman Anak dan Remaja) perdana yang bertempat di Rumah Fokolare. Kegiatan ini berlangsung hampir dua jam, dimulai pada pagi hari dan berakhir sekitar pukul 11.00 WIB. Suasana penuh sukacita dan kehangatan terasa sejak awal hingga akhir acara.

Kegiatan diawali dengan doa pembuka sebagai ungkapan syukur dan penyerahan diri kepada Tuhan. Setelah itu, anak-anak diajak bernyanyi bersama lagu penuh semangat berjudul “Tu Wa Ga Pat Anak Misioner” yang dipandu dengan ceria. Nyanyian ini membantu anak-anak lebih bersemangat dan siap mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Memasuki sesi pertama, anak-anak mengikuti Game 1: Perkenalan dengan tema “Mengasihi”. Melalui permainan sederhana namun bermakna, mereka belajar untuk saling mengenal, menghargai, dan memahami bahwa kasih adalah dasar dalam hidup bersama. Tema ini kemudian diperdalam melalui Kisah Penciptaan, yang mengingatkan bahwa segala sesuatu yang diciptakan Tuhan adalah baik adanya, dan manusia dipanggil untuk saling mengasihi serta menjaga ciptaan-Nya.

Selanjutnya, anak-anak mendengarkan Kisah Orang Samaria yang Baik Hati, yang menanamkan nilai kepedulian dan belas kasih terhadap sesama tanpa memandang perbedaan. Untuk memperdalam pemahaman, anak-anak mengikuti kegiatan kreatif mewarnai gambar Orang Samaria. Sementara itu, anak-anak usia 10 tahun ke atas membuat kartu ucapan syukur kepada Tuhan dan menghiasnya dengan penuh kreativitas. Melalui kegiatan ini, mereka diajak mengungkapkan rasa syukur dan kasih kepada Tuhan secara nyata.

Suasana kembali dibuat meriah melalui Game 2: Konsentrasi, yang melatih fokus sekaligus mempererat kebersamaan. Tawa dan keceriaan anak-anak semakin menambah semangat pagi itu.

Kegiatan PIAR ini didampingi oleh Om Bobby, Om Albert, Ibu/Ms Selma, serta kakak-kakak mahasiswa yang dengan sabar dan penuh perhatian membimbing anak-anak. Nyanyian-nyanyian dipandu dengan hangat oleh Tante Tyas, sehingga suasana semakin hidup. Di akhir acara, anak-anak bersama-sama menyanyikan lagu “Happy Ya Ya Ya” dengan penuh sukacita sebagai ungkapan kegembiraan atas kebersamaan hari itu.

Sebagai penutup, doa bersama kembali dipanjatkan sebagai ungkapan terima kasih atas penyertaan Tuhan sepanjang kegiatan. Acara kemudian ditutup dengan pembagian susu dan biskuit oleh Tante Sulis, yang semakin melengkapi kebahagiaan anak-anak.

Melalui kegiatan PIAR ini, diharapkan benih-benih iman, kasih, dan kepedulian semakin tumbuh dalam hati anak-anak dan remaja Lingkungan Santa Monica. Semoga kebersamaan ini terus menjadi sarana untuk semakin mengenal dan mengasihi Tuhan serta sesama dalam kehidupan sehari-hari.