Pertemuan Perdana Wil Sang Timur & Wil De Britto Membahas Kepanitiaan Paskah 2026 GMBA Maguwo

GMBA Maguwo. Selasa malam telah diadakan pertemuan koordinasi untuk membahas persiapan Perayaan Paskah 2026. Pertemuan ini melibatkan pengurus Wilayah Sang Timur dan Wilayah De Britto sebagai langkah awal dalam menyusun kepanitiaan serta perencanaan kegiatan Paskah.

Pertemuan dilaksanakan pada Selasa, 3 Februari 2026, pukul 18.30 WIB, bertempat di Ruang Rapat Sekretariat GMBA Maguwo. Suasana pertemuan berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan dan rasa tanggung jawab demi terselenggaranya perayaan Paskah yang baik dan bermakna.

Agenda utama dalam pertemuan ini meliputi pembahasan konsep awal Perayaan Paskah 2026, penyusunan struktur kepanitiaan, serta pembuatan time schedule kegiatan sebagai panduan pelaksanaan ke depan. Setiap peserta turut memberikan masukan dan usulan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan terkoordinasi dan tepat waktu.

Selain itu, pertemuan ini juga menjadi sarana mempererat kerja sama antarwilayah serta menyamakan visi dalam pelayanan. Dengan adanya komunikasi yang terbuka dan terarah sejak awal, diharapkan setiap bidang kepanitiaan dapat menjalankan tugasnya secara optimal. Hasil pertemuan ini akan menjadi dasar untuk pertemuan lanjutan guna mematangkan persiapan teknis dan memastikan seluruh tahapan kegiatan Paskah 2026 berjalan sesuai rencana.

Melalui pertemuan ini, diharapkan terbentuk kepanitiaan yang solid serta perencanaan yang matang, sehingga Perayaan Paskah 2026 di GMBA Maguwo dapat dilaksanakan dengan lancar dan memberikan dampak positif bagi seluruh umat.

Ibadat Lingkungan St. Antonius.

Hari/tgl : Kamis, 29 Januari 2026
Tempat : Rumah Bpk. Herjunanto
Pemandu : Bpk. Mikhael Purwanto
Umat yg hadir : 20 orang.

Renungan yg disampaikan bpk. Purwanto kali ini menggabungkan dua pesan penting untuk menguatkan iman kita.
Pertama, kita belajar dr para pelayan Tuhn yg sederhana namun setia. Mereka menghadapi resiko dg hati yg gembira.
Kedua, kita diajak merenungkan kerahiman Allah. Jika Tuhan saja menerima kita tanpa memandang status, mengapa kita sering membuat sekat dg sesama?
Mari temukan kekuatan baru untuk tetap setia melayani dan mengasihi tanpa membeda-bedakan.

https://youtu.be/M_PpEtgLn64

Panggilan Baptisan: Berpartisipasi Aktif dengan Iman dan Kasih

KATEKESE LITURGI – FEBRUARI 2026

Misa Bukan Menonton, Tapi Melibatkan Diri
Pernahkah Anda merasa seperti “penonton” saat Misa? Datang, duduk, diam, lalu pulang? Padahal, kehadiran kita di Gereja bukan seperti menonton film di bioskop. Melalui Baptisan, kita semua dipanggil untuk menjadi pemeran utama dalam doa bersama Gereja.

Mengapa Kita Harus Aktif?
Berdasarkan Pedoman Umum Misale Romawi (PUMR), partisipasi kita itu:

  • Adalah Hak dan Kewajiban: Karena sudah dibaptis, Anda punya “tiket resmi” dan tanggung jawab untuk ikut serta dalam ibadat. Ini adalah hak istimewa kita sebagai anak-anak Allah (PUMR 18).
  • Tuntutan Ibadat itu Sendiri: Liturgi (Misa) baru menjadi hidup jika umatnya terlibat. Tanpa umat yang ikut menyahut dan berdoa, ada sesuatu yang kurang dari perayaan tersebut.

Gimana Sih Cara “Terlibat Aktif” Itu?
Partisipasi yang benar melibatkan dua hal utama (PUMR 386):

  1. Jiwa dan Raga (Luar & Dalam):
    • Raga: Kita ikut berdiri, berlutut, menjawab salam imam, bernyanyi, dan mendengarkan. Tubuh kita ikut berdoa.
    • Jiwa: Pikiran dan hati kita sungguh-sungguh tertuju pada apa yang sedang terjadi di altar, bukan melamunkan jemuran atau pekerjaan di rumah.
  2. Bahan Bakarnya adalah Iman, Harapan, dan Kasih: Kita aktif bukan karena terpaksa atau supaya dilihat orang, tapi karena kita percaya (Iman) pada Tuhan, berharap (Harapan) pada berkat-Nya, dan mencintai (Kasih) Allah serta sesama jemaat.

Umat yang Bahagia = Umat yang Terlibat
Apa hubungannya ikut Misa dengan kebahagiaan? Umat yang bahagia adalah umat yang merasa “memiliki” Gerejanya. Saat kita terlibat aktif—entah itu menjawab “Amin” dengan mantap, bernyanyi dengan semangat, atau sekadar tersenyum tulus saat salam damai—hati kita akan terasa lebih penuh dan damai.

Keterlibatan dalam liturgi adalah tanda bahwa iman kita sedang “menyala”.
Pertanyaan Refleksi

  1. Selama ini, apakah saya mengikuti Misa hanya sebagai kebiasaan, atau sungguh sebagai ungkapan iman karena saya sudah dibaptis?
  2. Hal sederhana apa yang bisa saya perbaiki agar partisipasi saya dalam liturgi semakin aktif, penuh perhatian, dan membawa sukacita?

Tips Sederhana Minggu Ini:

  • Matikan HP: Berikan waktu sepenuhnya untuk Tuhan tanpa gangguan.
  • Suarakan Doamu: Jangan ragu untuk menjawab doa-doa Misa dengan suara yang jelas (bukan berteriak, tapi mantap).
  • Resapi Nyanyian: Cobalah untuk ikut bernyanyi, karena bernyanyi adalah berdoa dua kali!

Senam Sehat Penghujung Januari: PIUL Bergerak, Tim Sound System Ikut Pegel


Menutup penghujung Januari 2026, tepatnya pada Sabtu, 31 Januari 2026, halaman belakang Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo kembali dipenuhi suasana ceria melalui kegiatan Senam Sehat yang dimulai sejak pukul 07.00 pagi. Untuk yang kesekian kalinya, kegiatan ini dilaksanakan dan telah menjadi agenda rutin Tim PIUL Stasi Maguwo.

Yang tak kalah menarik, pada kesempatan kali ini Tim Sound System GMBA tidak hanya bertugas di balik peralatan, tetapi ikut turun langsung ke arena senam. Biasanya mengatur volume dan kabel, kali ini mereka mengatur napas dan otot yang mulai protes. Hasilnya? Suara tetap jernih, tapi rasa pegal dirasakan bersama — lengkap dan merata.

Kegiatan Senam Sehat kali ini diikuti oleh 38 peserta, sebuah angka yang mencerminkan antusiasme umat untuk bergerak bersama, menjaga kesehatan, sekaligus mempererat kebersamaan. Keringat yang bercucuran justru menjadi saksi kehangatan dan sukacita yang tercipta.

dan seperti biasa sebagai gerakan penutupadalah flashmob yang dilakukan spontan oleh peserta dengan lagu favorit : GMBA ISTIMEWA……..eh……JOGJA ISTIMEWA

Melalui kegiatan sederhana namun penuh tawa ini, Tim PIUL Stasi Maguwo terus menghadirkan ruang kebersamaan yang menyehatkan, membahagiakan, dan menyegarkan. Karena di Stasi Maguwo, olahraga bukan hanya soal gerak badan, tapi juga soal hati yang ikut senang.

“Menata Pelayanan 2026: Rapat Pleno Stasi Maguwo dalam Semangat Ardas 9”


Stasi Maguwo menyelenggarakan Rapat Pleno Tahun 2026 pada Rabu, 28 Januari 2026, bertempat di Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo. Rapat pleno ini menjadi momentum strategis untuk meneguhkan arah pelayanan Stasi Maguwo agar semakin selaras dengan Arah Dasar Gereja (Ardas) ke-9, yang mengajak Gereja untuk hadir secara membahagiakan, menyejahterakan, dan menginspirasi.

Rapat pleno dihadiri oleh seluruh anggota Dewan Pastoral Harian (DPH) Stasi Maguwo, seluruh koordinator tim pelayanan beserta anggota, seluruh Ketua Wilayah, serta seluruh Ketua Lingkungan Stasi Maguwo. Kehadiran seluruh unsur pelayanan ini mencerminkan semangat kebersamaan dan partisipasi aktif umat dalam membangun Gereja yang hidup.

Turut hadir pula tamu dari Paroki Kalasan, yakni Wakil Ketua II, Bendahara Paroki, dan Sekretaris Paroki, sebagai wujud dukungan dan sinergi antar unit pastoral.

Agenda rapat pleno mencakup pemaparan laporan pertanggungjawaban keuangan Tahun 2025, pemaparan rencana anggaran Tahun 2026, pemaparan Program Ardas Tahun 2026, serta pemaparan program kerja masing-masing bidang pelayanan untuk Tahun 2026. Seluruh pemaparan dilakukan secara terbuka dan bertanggung jawab sebagai bentuk komitmen terhadap tata kelola pelayanan dan keuangan yang transparan dan akuntabel.

Rapat dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan pendalaman, yang berlangsung dalam suasana dialogis dan membangun. Melalui proses ini, seluruh peserta diajak untuk semakin memahami arah, tujuan, serta implementasi program pelayanan agar sungguh berdampak bagi kehidupan iman umat dan masyarakat.

Sebagai keputusan bersama, Rencana Anggaran Biaya (RAB) Tahun 2026 Stasi Maguwo disahkan oleh Pastor Paroki, Romo Antonius Dadang Hermawan, Pr, setelah seluruh peserta rapat yang hadir menyatakan persetujuan. Pengesahan ini menjadi dasar resmi pelaksanaan program dan kegiatan pelayanan Stasi Maguwo Tahun 2026, sekaligus penegasan komitmen bersama untuk mewujudkan Gereja yang semakin membahagiakan, menyejahterakan, dan menginspirasi, sejalan dengan semangat Ardas ke-9.

Bidang Pewartaan dan Evangelisasi Stasi Maguwo Menghadiri Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Program Kevikepan Jogja Timur


Sebagai wujud tanggung jawab dan keterlibatan aktif dalam karya pewartaan Gereja, Bidang Pewartaan dan Evangelisasi Stasi Maguwo, yang diwakili oleh Ibu Joana Ita Rinawati dan Bapak Paulus Haryoko, menghadiri Rapat Sosialisasi dan Koordinasi Bidang Pewartaan dan Evangelisasi tingkat Kevikepan Yogyakarta Timur.

Rapat ini diselenggarakan pada Jumat, 30 Januari 2026, pukul 17.00–19.00 WIB, bertempat di Aula Paroki St. Yohanes Rasul Pringwulung, Yogyakarta. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka sosialisasi Program Komisi Kateketik Kevikepan Yogyakarta Timur Tahun 2026, sekaligus sebagai sarana koordinasi antarparoki dan stasi agar pelaksanaan karya pewartaan dan evangelisasi dapat berjalan secara terarah, terpadu, dan selaras dengan arah dasar Gereja.

Melalui forum ini, para peserta diajak untuk memahami arah kebijakan, program, serta strategi pewartaan dan evangelisasi yang akan dijalankan, sehingga dapat menjadi pedoman bersama dalam pelaksanaan pelayanan di tingkat paroki dan stasi. Forum koordinasi ini juga memperkuat komunikasi, kerja sama, dan sinergi dalam menjalankan tugas perutusan Gereja.

Keikutsertaan dalam rapat koordinasi dan sosialisasi ini menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat arah dan kualitas karya pewartaan dan evangelisasi di Stasi Maguwo. Hasil pertemuan ini menjadi bekal strategis bagi Bidang Pewartaan dan Evangelisasi Stasi Maguwo untuk menindaklanjuti program secara terencana, selaras dengan kebijakan Gereja, serta menghadirkan pelayanan pewartaan yang komunikatif, kontekstual, dan berdaya guna bagi umat.

Wilayah Ignatius Loyola Gelar Kerja Bakti “Jumat Bersih” di Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo


Dalam semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap rumah bersama, Jumat 30 Januari 2026 Wilayah Ignatius Loyola yang terdiri dari Lingkungan St. Yohanes Pembaptis, St. Elisabet, St. Clara, St. Fransiskus Asisi, dan St. Gabriel, melaksanakan kegiatan kerja bakti “Jumat Bersih” di Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai wujud nyata partisipasi umat dalam merawat dan menjaga kebersihan lingkungan gereja, sekaligus sebagai sarana mempererat kebersamaan antar lingkungan di Wilayah Ignatius Loyola. umat dari 5 lingkungan yang tergabung di wilayah Ign Loyola lingkungan hadir dengan penuh semangat, bahu-membahu membersihkan area gereja, mulai dari halaman, taman, hingga area dalam gereja.

Kerja bakti ini tidak hanya menjadi kegiatan fisik semata, tetapi juga menjadi ungkapan iman yang diwujudkan dalam tindakan nyata. Melalui kegiatan Jumat Bersih, umat diajak untuk semakin menyadari bahwa gereja bukan hanya tempat beribadah, tetapi juga rumah bersama yang perlu dirawat dengan penuh tanggung jawab dan cinta.

Semangat gotong royong, kebersamaan, dan sukacita tampak jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Diharapkan, kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi inspirasi bagi wilayah serta lingkungan lain untuk terus aktif berkontribusi dalam kehidupan menggereja.

melalui kerja bakti Jumat Bersih ini, Wilayah Ignatius Loyola semakin diteguhkan dalam semangat pelayanan, persaudaraan, dan kepedulian, serta mampu menghadirkan Gereja yang bersih, nyaman, dan membahagiakan bagi seluruh umat.

Misa Memule: Mengenang 2 Tahun Ibu Elisabeth Soeryaningsih Soesono

Selasa, 20 Januari 2026 – Suasana khidmat dan penuh doa menyelimuti kediaman keluarga almarhumah Ibu Elisabeth Soeryaningsih Soesono saat umat berkumpul untuk merayakan Misa Ekaristi peringatan 2 tahun berpulangnya beliau ke rumah Bapa.

Ekaristi yang Penuh Harapan

Misa kudus dipimpin oleh Romo Yos Bintoro, Pr. Dalam homilinya, Romo Yos mengingatkan kembali akan janji keselamatan Kristus. Suasana doa berlangsung begitu tenang, membawa pesan mendalam tentang harapan Kristiani: bahwa wafat bukanlah akhir dari segalanya, melainkan sebuah pintu menuju kehidupan kekal yang penuh sukacita bersama Tuhan di surga. Romo Yos juga menyampaikan pesan bahwa hidup ini adalah kesempatan untuk melayani Tuhan dan sesama, maka dari itu kita diingatkan kembali untuk mempergunakan hidup kita dengan sebaik-baiknya dalam mempersiapkan kehidupan abadi bersma Tuhan.

Kehadiran umat dari Lingkungan St. Stefanus dan Lingkungan St. Gregorius memberikan warna tersendiri. Partisipasi dari dua lingkungan ini menjadi bukti nyata kuatnya tali persaudaraan antarumat beriman. Bersama-sama, seluruh umat yang hadir melambungkan doa permohonan agar jiwa Ibu Elisabeth Soeryaningsih Soesono diterima dengan penuh cinta dalam kerahiman Allah yang tak terbatas.

Wujud Solidaritas dan Penguatan Iman

Setelah perayaan Ekaristi usai, pihak keluarga menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam kepada seluruh umat yang hadir. Dukungan doa dan kehadiran fisik dari para tetangga serta sahabat sejak masa duka hingga peringatan 1000 hari ini menjadi kekuatan luar biasa bagi keluarga yang ditinggalkan.

Solidaritas yang ditunjukkan malam itu tidak hanya sekadar tradisi, tetapi menjadi momen yang memperteguh iman dan mempererat ikatan persaudaraan dalam komunitas lingkungan. Kehadiran umat menjadi saksi bahwa dalam duka maupun syukur, gereja adalah sebuah keluarga yang saling menguatkan.

Doa yang Menghangatkan Hati

Perayaan malam itu berakhir dengan kehangatan yang meresap ke dalam hati. Sebuah ungkapan cinta, doa, dan pengharapan yang tulus telah dihantarkan. Semoga segala amal kasih almarhumah semasa hidup menjadi persembahan yang harum di hadapan-Nya.

“Berbahagialah orang yang mati dalam Tuhan, karena mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, sebab segala perbuatan mereka menyertai mereka.”

Semoga jiwa Ibu Elisabeth Soeryaningsih Soesono beristirahat dalam damai Tuhan yang abadi. Amin.

Rapat Program Kerja Lingkungan St. Stefanus Tahun 2026

Maguwo, 23 Januari 2026 – Melanjutkan semangat baru pasca serah terima jabatan, pengurus dan tokoh umat Lingkungan St. Stefanus berkumpul di kediaman Ketua Lingkungan yang baru, Bapak Paulus Wardana. Pertemuan ini menjadi momentum bagi lingkungan untuk merumuskan arah pelayanan selama satu tahun ke depan melalui Rapat Penyusunan Program Kerja.

Sinergi dengan Program Paroki

Fokus utama dalam rapat ini adalah menyelaraskan gerak langkah lingkungan dengan kalender kegiatan yang telah ditetapkan oleh Gereja Pusat/Paroki. Bapak Paulus Wardana menekankan bahwa sebagai bagian dari tubuh gereja, Lingkungan St. Stefanus berkomitmen untuk menyukseskan program-program besar paroki, baik di bidang liturgi, kemasyarakatan, maupun pewartaan.

Poin-Poin Utama Rapat

Dalam suasana yang penuh keakraban namun tetap produktif, rapat tersebut membahas beberapa agenda penting, antara lain:

  • Integrasi Agenda Gereja: Menjadwalkan partisipasi lingkungan dalam hari-hari besar gerejawi dan kegiatan rutin paroki sepanjang tahun 2026.
  • Perencanaan Kegiatan Lokal: Menyusun detail teknis untuk kegiatan internal lingkungan seperti pertemuan doa berkala, pendalaman iman, dan aksi sosial.
  • Alokasi Sumber Daya: Memastikan kesiapan petugas dan dukungan sarana dan prasarana agar setiap program dapat berjalan dengan lancar dan melibatkan sebanyak mungkin warga.

Membangun Partisipasi Umat

kegiatan ini mengajak seluruh umat untuk aktif berkontribusi, baik dalam pemikiran maupun pelaksanaan, agar Lingkungan St. Stefanus semakin hidup dan guyub.


“Program kerja ini adalah peta jalan kita dalam melayani. Dengan dasar ketaatan pada gereja dan semangat gotong royong, mari kita jadikan tahun 2026 ini sebagai tahun yang penuh berkah bagi seluruh warga St. Stefanus.”


Satu Hati, Satu Langkah dalam Pelayanan.

Tongkat Estafet Pelayanan: Serah Terima Jabatan (SERTIJAB) Ketua Lingkungan St. Stefanus Periode 2026-2028

Maguwo, 5 Januari 2026 – Suasana penuh kekeluargaan dan khidmat menyelimuti kediaman Bapak Paulus Wardana saat berlangsungnya acara serah terima jabatan (sertijab) kepengurusan Lingkungan St. Stefanus. Momen ini menandai dimulainya babak baru kepemimpinan lingkungan untuk masa bakti 2026-2028.

Apresiasi atas Pengabdian Bapak Frans Sarjiyana

Acara diawali dengan penyampaian kesan dan pesan dari Bapak Frans Sarjiyana, Ketua Lingkungan periode 2023-2025 yang telah menyelesaikan masa tugasnya. Dalam sambutan yang menyentuh hati, beliau menyampaikan salam perpisahan sekaligus ungkapan terima kasih yang mendalam kepada seluruh umat.

“Terima kasih atas segala bantuan, doa, dan kontribusi nyata seluruh warga St. Stefanus selama tiga tahun terakhir. Tanpa dukungan bapak, ibu, dan saudara sekalian, berbagai kegiatan lingkungan tidak akan dapat berjalan dengan baik,” ungkap Bapak Frans.

Harapan Baru di Bawah Kepemimpinan Bapak Paulus Wardana

Acara dilanjutkan dengan sambutan perdana dari Ketua Lingkungan yang baru, Bapak Paulus Wardana. Beliau mengapresiasi dedikasi kepengurusan sebelumnya dan berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh umat melalui proses pemilihan.

Bapak Paulus menekankan pentingnya sinergi dan gotong royong dalam menjalankan amanah ini. Dalam visi ke depannya, beliau berkomitmen untuk:

  • Melanjutkan program dan kegiatan positif yang telah berjalan selama ini.
  • Menyusun perencanaan strategis untuk kegiatan lingkungan selama tiga tahun ke depan guna mempererat iman dan persaudaraan warga.
  • Memohon doa restu serta bantuan aktif dari seluruh warga agar tugas pelayanan ini dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Menatap Masa Depan dengan Semangat St. Stefanus

Serah terima jabatan ini bukan sekadar pergantian figur, melainkan simbol keberlanjutan pelayanan di ladang Tuhan. Dengan semangat pelindung lingkungan, St. Stefanus, diharapkan kepengurusan yang baru dapat membawa kesegaran dan semangat baru dalam bersekutu, berliturgi, dan mewartakan kasih di tengah masyarakat.


“Selamat bertugas kepada Bapak Paulus Wardana dan segenap pengurus periode 2026-2028, serta terima kasih yang tulus kepada Bapak Frans Sarjiyana atas dedikasi dan pengabdiannya.”