Emak Hebat, Emak Kuat: di balik Layar Paskah PIA 2025

Satu demi satu, jajanan favorit anak-anak dan telur asin tertata cantik lengkap dalam besek dan terbungkus rapi, tak lupa berhiaskan pita dan ucapan Happy Easter. Parsel cantik siap memeriahkan sukacita Paskah di hati anak-anak. Dengan penuh semangat, para emak-emak hebat mempersiapkan parsel-parsel itu hingga sampai di tangan anak-anak selepas Perayaan Malam Paskah. Tanpa lelah, ibu-ibu yang tergabung dalam Sahabat PIA St. Angelus GMBA berkumpul di ruang perpustakaan untuk mengemas setiap komponen menjadi parsel yang utuh.

Pada Rabu, 16 April 2025, ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok Sahabat PIA (Sapi) dengan penuh semangat mengemas parsel paskah bersama-sama. Tidak tanggung-tanggung, parsel yang dikemas mencapai lebih dari 200 pcs! Parsel-parsel ini dibuat berdasarkan pesanan umat dalam rangka penggalangan dana kegiatan Paskah Bersama PIA St. Angelus di Minggu, 27 April 2025. Tidak hanya gotong-royong untuk mengumpulkan dana, kegiatan mengemas parsel ini ternyata turut menghadirkan semangat kebersamaan. Mengemas bersama, menghias bersama, hingga karaoke bersama. Ternyata pilihan lagu yang mengiringi menunjukkan ragam generasi yang terlibat, termasuk Ibu Mia dengan lagu Vina Panduwinata andalanya tentu berbeda dengan lagu Rose & Bruno Mars yang booming saat ini hahaha. Sesekali bersenda gurau sambil menyantap cemilan yang disiapkan bersama, suasana hangat tercipta hingga tak terasa waktu berjam-jam sudah berlalu.

Setelah berjibaku bersama memasukkan setiap ‘kondimen’ dalam parsel, akhirnya lebih dari 200 parsel sudah dikemas dengan cantik nan apik. Kegiatan dana usaha parsel Paskah ini dikoordinasikan oleh Koordinator Sapi, yaitu Mbak Nita & Mbak Vera.

Emak Kuat & Hebat Palugada GMBA

Terima kasih banyak kepada segenap ibu-ibu yang telah berpartisipasi, mengerahkan tenaga dan meluangkan waktu di tengah gempuran sibuknya persiapan Paskah maupun rutinitas. Sambil wira-wiri gendong anak? Tetap gass pol, ya Mbak Nita! Bahkan ada emak-emak yang masih berseragam, langsung bergegas membantu mengemas parsel! Asal jangan minta tepuk Pramuka yaa Mbak Vera, hehehe. Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi kegiatan PIA kedepan, serta mewujudkan pelayanan Gereja yang solid!

EVALUASI PEKAN SUCI 2025 & RAPAT AKBAR PENUH DRAMA TIM SOUNDSYSTEM GMBA

Pekan Suci 2025 akhirnya selesai juga. Semua perayaan berjalan dengan lancar, tenang, dan penuh kekudusan… kecuali di area sekitar mixer, di mana kabel-kabel bersliweran seperti mie ayam level galau dan headset berpindah tangan lebih cepat dari gosip di grup WA. Tapi salut buat tim soundsystem GMBA: walau sempat ada momen “mic-nya nggak nyalaaaa!” dan “lah…volumenya belum naik……….?”, semuanya tetap bisa teratasi berkat skill, kepekaan batin, dan tentu saja, kebetulan yang sangat ilahi.

Untuk mengevaluasi semua kejadian tersebut, sekaligus menenangkan jiwa yang habis terbakar volume overload dan feedback tak terduga, maka digelarlah rapat agung nan meriah di rumah Mas Felix pada Sabtu, 3 Mei 2025. Tentu saja, rapat ini berlangsung serius… selama lima menit pertama. Sisanya? Tertawa bernyanyi , dan merencanakan konser besar-besaran yang masih belum jelas kapan dan di mana, tapi udah keburu dibayangkan bak konser Coldplay versi Katolik.

Agenda utama rapat:

  1. Evaluasi Pekan Suci
  2. makan malam
  3. Bahas Rencana konser (yang lebih banyak dibahas lewat mimpi)
  4. Makan lagi
  5. makan lagi
  6. makan lagi

Satu yang pasti :

tim ini makin solid, makin kocak, dan makin siap bikin konser yang nggak cuma rame sound-nya, tapi juga penuh cinta, tawa, dan mungkin sedikit kebakaran kabel (yang bisa dimaklumi).

thanks to

mas Darwanto, mas felix, mas jiwo, mas Danang stef, & mas Probo


Rapat Persiapan HUT Gereja St. Maria Bunda Allah Maguwo – Juni 2025

Pada hari Sabtu, 3 Mei 2025, bertempat di ruang sekertariat Gereja St. Maria Bunda Allah Maguwo, telah dilaksanakan rapat perdana dalam rangka persiapan Hari Ulang Tahun Gereja yang akan dirayakan pada bulan Juni 2025. Rapat ini dihadiri oleh Dewan Pastoral Harian (DPH) Stasi Maguwo serta para ibu dari Stasi yang diundang khusus sebagai koordinator acara perayaan HUT gereja tahun ini.

Rapat berlangsung dalam suasana akrab, penuh semangat pelayanan, dan komitmen bersama untuk menjadikan momen ini sebagai sarana membangun kebersamaan umat. Salah satu agenda utama yang disepakati adalah kegiatan bakti sosial berupa pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat sekitar gereja, yang akan dilaksanakan pada tanggal 25 Mei 2025. Kegiatan ini didukung oleh beberapa mitra, yakni Rumah Sakit Panti Rini, Kimia Farma, dan Puskesmas Depok Maguwoharjo, yang akan turut serta memberikan layanan medis dan edukasi kesehatan.

Sebagai puncak perayaan, akan diadakan pesta umat di halaman belakang gereja, yang melibatkan seluruh 17 lingkungan Stasi Maguwo. Acara ini diharapkan menjadi momen penuh sukacita, kebersamaan, dan syukur atas perjalanan iman komunitas umat di Stasi Maguwo.

Dengan semangat gotong royong dan pelayanan, seluruh peserta rapat berkomitmen untuk mewujudkan rangkaian kegiatan HUT ini sebagai pengalaman iman yang hidup, bersahaja, dan berdampak luas bagi umat serta masyarakat sekitar.


Berkreasi Mengolah Camilan Sehat dari Pangan Lokal

Bumi Indonesia memiliki pangan lokal yang berlimpah. Berbekal kreativitas, sayur dan buah lokal juga dapat tersaji sebagai camilan modern kekinian yang sarat gizi dan kaya manfaat.

Tema ini menjadi inti pelatihan yang diselenggarakan Tim Pelayanan PSE Gereja St. Maria Bunda Allah Maguwo (GMBA) bekerja sama dengan Fakultas Teknobiologi Universitas Atma Jaya Yogyakarta (FTB UAJY) pada Sabtu, 3 Mei 2025 di Gazebo GMBA.

Dalam pelatihan ini, lima dosen Jurusan Teknologi Pangan FTB UAJY bersama dua staf laboratorium dan tiga asisten mahasiswa berbagi ilmu kepada umat GMBA. Mereka mengajak peserta berkreasi mengolah pangan lokal menjadi empat jenis camilan yang sehat, bergizi, dan lezat.

Popping boba buah naga dan semangka

Resep boba racikan tim FTB UAJY ini memanfaatkan buah naga dan semangka sebagai pewarna alami sehingga menjadi minuman yang lebih sehat sekaligus bernutrisi bagi keluarga, terutama untuk anak-anak. Ternyata, proses membuatnya pun relatif mudah. Membentuk bobanya saja yang cukup menantang. Maksud hati mau menghasilkan boba bulat, eh, jadinya kecebong :p

Membuat boba dari buah naga
Boba cantik nan bergizi sudah siap

Kue bebek mandi dan labu mandi

Dari namanya, unik dan membuat penasaran, ya? Bahan utama pangan lokal dalam kreasi kedua ini antara lain labu kuning dan ubi ungu. Cita rasa Nusantara juga hadir dalam isiannya berupa kelapa parut, gula merah, dan daun pandan. Begitu pula fla yang “merendam” kue terbuat dari santan bercampur daun pandan.

“Labu dan ubi kaya serat. Selain itu juga bisa menjadi pengganti terigu untuk yang menghindari gluten,” jelas LM. Ekawati Purwijantiningsih, S.Si., M.Si, yang akrab disapa Bu Eka. FYI, Bu Eka pernah menjadi umat GMBA, tepatnya di Lingkungan YP, lho.

Bu Eka (paling depan) membimbing praktik kelompok kue mandi
Kue mandi ini terlalu gemas untuk disantap!

Bola-bola labu

Labu kuning kembali menjadi bintang utama di sajian camilan sehat ini. Kreasi ketiga ini mirip kroket kentang sehingga ibu-ibu peserta pun dalam waktu singkat sudah bisa menguasai pembuatannya. Bola labu bisa diisi sesuai selera, seperti cokelat batang, keju cheddar, keju mozarella, dan sebagainya.

Serius menyimak tips menggoreng bola labu
Ini bukan kroket, tapi bola labu lho ^^

Nugget dan kaki naga sehat

Kaki naga? Apakah harus pindah dimensi dulu untuk berburu naga ala Harry Potter? Rupanya, namanya saja yang “seram”. Bahannya mudah dibeli di mana saja karena tinggal mencampur daging ayam, telur, tepung terigu, dan tepung tapioka ditambah bumbu-bumbu menjadi adonan. Istimewanya, nugget dan kaki naga ala FTB UAJY ini tidak menggunakan pengawet dan penambah rasa sintetis. Beda dengan buatan pabrik, ya, Bundd….

Meracik bahan nugget dan kaki naga
Kaki naga yang lezat dan enggak ada seram-seramnya

Usai praktik, bahan pangan lokal pun bertransformasi menjadi camilan sehat sarat gizi. Tampilannya juga sangat menggugah selera. Tak heran, sebagian hasil praktik sudah mendarat di perut peserta sebelum sempat ditata cantik di piring saji >.<

“Kami jadi tambah ilmunya lewat pelatihan ini. Bisa untuk mengisi acara pertemuan di lingkungan dan PKK,” puji Ibu Sulasih Andreas dari Lingkungan Asisi.

Melihat respons yang sangat positif dari peserta, ucapan terima kasih kami haturkan kepada Tim FTB UAJY yang telah berbagi ilmu kepada umat GMBA melalui program pengabdian masyarakatnya. Pelatihan hari ini yang penuh suasana keakraban dan keceriaan, menjadi cermin jalinan sinergi indah antara Gereja dan dunia pendidikan.

Tim Fakultas Teknobiologi Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Jadi, tunggu apa lagi? Mari berkreasi hadirkan camilan sehat serta bergizi, dari pangan lokal Ibu Pertiwi tercinta.

Operasional Aman, Saatnya Cek mic cadangan

Setelah semua kabel dicolok, speaker tes tes 1-2 lancar, dan gladi bersih tinggal nunggu rundown, tim soundsystem GMBA pun membelah diri ke ruangan sebelah. Bukan buat rapat…………Bukan juga buat briefing. Tapi buat………………….. karaoke….wkwkwkwkwkw

Iya, bener. Di ruangan lain, yang biasanya buat istirahat, mendadak berubah jadi panggung dadakan. Mic dipegang erat, playlist dibuka, dan lagu nostalgia pun menggema. Katanya sih buat “ngetes mic cadangan”, tapi kenapa jadi ada yang nyanyi pakai hati sampe nutup mata ya…

Lagu berganti, suara bergema, dan suara-suara “unik” mulai terdengar,……….. dari yang kayak Ariel sampe yang lebih cocok jadi efek suara film horor.

Mas Felix langsung nyamber mic, katanya, “Cek sound mic cadangan,” tapi kok lagunya Sandiwara cinta……wkwkwkw
Mas Probo duduk santai, si penyanyi dengan suara paling lantang dengan lagu lagu golden memory nya………
Mas Darwanto si paling anteng tapi diam diam ikut bernyanyi……….
Dan Mas Danang Stef………………….Dia penyanyi paling niat, bawa playlist sendiri dan nyanyi sambil tutup mata, seolah konser tunggal.

sayang satu personil gak join karna katanya lagi ………mmm…..mmm……( lupa…….)

Ruangan karaoke mendadak lebih rame dari area panggung. Speaker kecil, tapi semangat besar. Di luar, orang kira mereka lagi istirahat. Padahal ini… ritual recharge energi spiritual dan vokal.

Begitulah tim soundsistem GMBA: kerja rapih, suara bening, tapi jeda tetap jenaka. Dan di balik kabel rapi itu, tersimpan hasrat jadi bintang karaoke……hahahaha


udah sama kan dengan video di bawah…….wkwkwkwkw….


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Tahun Berjalan dan Harapan ke Depan

Tim Litbang GMBA Maguwo terus berkomitmen dalam pelayanan melalui pendataan dan perencanaan yang berfokus pada kebutuhan umat. Sepanjang periode kepengurusan ini, berbagai kegiatan telah dilakukan sebagai upaya untuk mendukung pengembangan pelayanan pastoral yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

Salah satu fokus utama tim adalah melakukan evaluasi dan pemutakhiran data umat, yang menjadi dasar penting dalam perencanaan program-program gerejawi. Dari hasil evaluasi, ditemukan beberapa dinamika, termasuk perubahan jumlah kepala keluarga, migrasi umat, serta kebutuhan khusus dari beberapa kelompok usia. Data ini menjadi acuan untuk memperkuat pelayanan yang lebih menyentuh kehidupan umat sehari-hari.

Selain itu, evaluasi data sakramen juga menjadi agenda penting tahun ini. Melalui pencatatan dan refleksi terhadap pelaksanaan sakramen, baik baptisan, komuni pertama, krisma, maupun pernikahan tim Litbang berupaya melihat sejauh mana pelayanan sakramental menjangkau umat, serta mengevaluasi kendala-kendala yang terjadi. Hasil evaluasi ini akan menjadi bekal untuk peningkatan koordinasi dengan tim terkait.

Melihat hasil evaluasi tersebut, tim Litbang GMBA Maguwo telah merumuskan beberapa rencana strategis untuk tahun berikutnya, antara lain:

  • Mengembangkan pendataan umat berbasis digital untuk memudahkan pemantauan dan komunikasi
  • Mengembangkan peta kebutuhan umat berdasarkan kategori usia dan kondisi sosial ekonomi, agar pelayanan lebih merata dan relevan.
  • Membuat forum refleksi dan masukan umat yang dilaksanakan rutin sebagai wadah aspirasi dan pembelajaran bersama.
  • Meningkatkan kerja sama lintas wilayah dan lingkungan dalam hal pemutakhiran data dan sinkronisasi program.

Kami percaya bahwa pelayanan yang kuat dimulai dari data yang akurat dan niat yang tulus. Dengan semangat kolaboratif, Litbang GMBA Maguwo siap melangkah lebih jauh untuk menjadi jembatan antara kebutuhan umat dan arah gerak Gereja.


Semangat Kebersamaan dalam Outbound Tim Litbang GMBA

Dalam upaya mempererat hubungan antar anggota serta memperkuat semangat pelayanan yang tulus dan kolaboratif, tim litbang Gereja Maria Bunda Allah Stasi Maguwo mengadakan kegiatan outbound yang berlangsung di Banyu Sumilir, Pakem, Sleman, pada Kamis, 1 Mei 2025. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran dan refleksi bersama bagi para anggota, sekaligus sarana penyegaran rohani dan jasmani di tengah dinamika tugas pelayanan gerejawi.

Acara dimulai pada pagi hari dengan suasana cerah dan semangat yang menggebu. Pembukaan dilakukan oleh Bapak Agung selaku Ketua Stasi Maguwo. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada tim litbang atas dedikasi dan kerja keras mereka dalam mendampingi program-program pengembangan stasi. Ia juga menegaskan pentingnya membangun kebersamaan dan kekompakan dalam pelayanan, karena tim yang solid akan menjadi tulang punggung gereja yang hidup dan bertumbuh.

Sambutan berikutnya diberikan oleh Bapak Andre Muda, perwakilan dari tim litbang, yang menyampaikan harapannya agar kegiatan ini menjadi momen untuk membangun kembali semangat melayani dengan hati yang jujur dan terbuka. “Tim litbang bukan hanya tim teknis yang mengurus data dan perencanaan,” ujar Bapak Andre, “tetapi juga mitra strategis pastoral yang harus mampu mendengar suara umat, menanggapi kebutuhan mereka, dan menjembatani gagasan menuju aksi nyata.” Ia juga menekankan bahwa kejujuran dan komunikasi yang baik adalah fondasi utama dalam setiap bentuk kerja sama, baik dalam lingkungan tim maupun dalam pelayanan umat.

Kegiatan kemudian dipandu oleh Bapak Frans, selaku pengelola Banyu Sumilir, yang dengan ramah menyambut seluruh peserta dan memperkenalkan konsep kegiatan yang akan dijalani hari itu. Setelah sesi pengarahan singkat, peserta diarahkan ke lapangan untuk memulai sesi permainan outbound yang telah dirancang secara khusus.

Dengan dipandu oleh tim fasilitator yang berpengalaman—Pak Ari, Mbak Murni, dan Mbak Ari—seluruh peserta diajak mengikuti serangkaian permainan yang menantang namun penuh kegembiraan. Aktivitas-aktivitas tersebut dirancang untuk menguji kemampuan konsentrasi, melatih koordinasi, serta membangun kepercayaan dan kekompakan antaranggota. Tawa, semangat, dan sorak-sorai terdengar bergema di antara pepohonan dan aliran air alami, menciptakan suasana akrab dan menyegarkan.

Sebanyak 32 peserta mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Mereka dibagi menjadi dua kelompok besar, yakni Kelompok Ganjil dan Kelompok Genap yang menamakan diri “Amazon”. Pembagian ini tidak hanya menambah unsur kompetitif, tetapi juga memunculkan dinamika unik yang mendorong semua peserta untuk saling mendukung, menyusun strategi bersama, dan tetap menjaga semangat sportivitas.

Di sela permainan, beberapa peserta menyampaikan kesan bahwa kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan, tidak hanya sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai bentuk pemulihan spiritual dan emosional dalam pelayanan yang seringkali menuntut ketahanan dan kesabaran tinggi. "Saya merasa lebih dekat dengan teman-teman satu tim. Ternyata di balik kesibukan rapat dan diskusi, ada wajah-wajah hangat yang saling menopang," ungkap salah satu peserta.

Tim litbang sendiri memiliki peran yang sangat vital dalam kehidupan menggereja, khususnya di lingkungan Stasi. Mereka bertugas menggali informasi, menganalisis kebutuhan umat, merancang program pengembangan, serta menjadi motor penggerak dalam penyusunan kebijakan dan agenda pastoral. Dalam konteks sinodalitas, litbang menjadi pelopor dalam mendengarkan dan merumuskan arah gerak bersama sesuai kehendak Roh Kudus.

Kejujuran menjadi napas utama dalam kerja tim ini. Kejelasan data, keterbukaan terhadap masukan, serta integritas dalam menyampaikan laporan menjadi ciri khas yang dipegang teguh. Komunikasi yang baik pun menjadi kunci keberhasilan setiap langkah, terutama dalam menjembatani ide-ide antara tim kerja dan umat secara luas.

Kegiatan outbound ini pun diakhiri dengan sesi refleksi singkat, di mana masing-masing peserta diminta membagikan satu hal yang mereka pelajari dari pengalaman hari itu. Banyak yang menyoroti pentingnya saling percaya, mendengar dengan hati, dan tidak takut untuk berproses bersama meskipun penuh tantangan.

Outbound tim litbang Stasi Maguwo ini bukan sekadar kegiatan luar ruangan, tetapi merupakan perwujudan nyata dari semangat pelayanan yang dilandasi oleh kebersamaan, kejujuran, dan komunikasi yang terbuka. Harapannya, semangat ini tidak berhenti di Banyu Sumilir, tetapi terus menyala dalam setiap rapat, kegiatan, dan aksi nyata demi gereja yang semakin hidup, tanggap, dan bersinar bagi umat.

Array

Doa Rosario dan Renungan Bulan Katekese : Lingkungan St. Petrus, 1 Mei 2025

Pada hari Kamis, 1 Mei 2025, umat Lingkungan Santo Petrus mengadakan pertemuan doa Rosario sekaligus Renungan Bulan Katekese Mei 2025 di kediaman Bapak Priyo. Acara ini dipimpin oleh Ibu Retno dan Bapak Heri, serta dihadiri oleh 18 orang umat yang dengan penuh semangat dan sukacita berkumpul dalam doa dan permenungan iman.

Pertemuan dimulai dengan doa pembuka, dilanjutkan dengan doa Rosario yang dibawakan secara bergilir oleh umat yang hadir. Suasana doa terasa khusyuk dan penuh kekeluargaan, mencerminkan semangat kebersamaan dalam iman yang hidup di tengah umat.

Setelah doa Rosario, acara dilanjutkan dengan Renungan Bulan Katekese yang dibawakan oleh Bapak Heri. Dalam renungan tersebut, umat diajak untuk semakin mendalami ajaran Gereja dan memaknai peran sebagai umat Allah di tengah masyarakat, khususnya dalam menyambut Bulan Maria ini dengan semangat pertobatan, pelayanan, dan cinta kasih.

Ibu Retno juga turut membagikan pengalaman imannya yang memperkaya suasana refleksi dan memberikan inspirasi bagi umat yang hadir. Diskusi singkat pun berlangsung hangat, memperkuat rasa kebersamaan dan semangat untuk terus bertumbuh dalam iman.

Pertemuan ditutup dengan doa penutup dan ramah tamah sederhana. Umat merasa dikuatkan dan bersyukur dapat saling menyapa dan berbagi dalam suasana kekeluargaan yang akrab.

Semoga pertemuan ini menjadi berkat dan semakin menguatkan iman umat dalam menjalani kehidupan sehari-hari sesuai dengan semangat Injil Kristus.

Pembukaan Bulan Maria – Stasi St. Maria Bunda Allah Maguwo

Saudara-saudari umat Allah yang terkasih,

Hari ini, Kamis 1 Mei 2025, Bersama seluruh Gereja, kita memasuki Bulan Maria, masa penuh rahmat, ketika hati umat Katolik diarahkan secara khusus kepada Santa Perawan Maria, Bunda Tuhan kita. Dalam bulan ini, kita diajak untuk merenungkan kehadiran Bunda Maria dalam hidup kita, meneladani imannya yang total, dan membuka hati bagi karya keselamatan yang diwartakan melalui hidup dan tindakannya.

Dalam semangat iman dan devosi yang mendalam, Stasi Maria Bunda Allah memulai Bulan Maria dengan sebuah peristiwa rohani yang sungguh indah dan menyentuh: doa Rosario serentak oleh seluruh lingkungan, dilaksanakan di waktu yang sama, namun di tempat yang tersebar di tiap lingkungan masing-masing. Walau secara fisik terpisah, tetapi umat dipersatukan dalam satu semangat, satu intensi, dan satu hati di hadapan Allah, melalui perantaraan Bunda Maria.

Masing-masing lingkungan menyalakan terang devosi dari tempatnya sendiri, namun bersama-sama membentuk satu untaian doa yang harum di hadapan Tuhan. Satu demi satu, butir-butir Rosario dinaikkan sebagai persembahan cinta dan harapan, sebagai bentuk syukur dan permohonan, sebagai tanda kesetiaan umat kepada Allah melalui hati seorang ibu Maria, yang senantiasa mendoakan dan mendampingi anak-anaknya.

Inilah kekuatan Gereja: bersatu dalam doa, meskipun tak berada dalam satu ruangan. Seperti cahaya lilin di malam hari, yang terpisah namun menyatu dalam terang, demikian pula umat Stasi Maria Bunda Allah malam ini menghadirkan kehangatan iman dalam lingkup masing-masing, namun menggemakan satu suara kepada Surga.

Semoga rangkaian doa Rosario yang kita mulai malam ini menjadi sumber berkat bagi setiap keluarga, lingkungan, dan stasi kita. Semoga melalui perantaraan Bunda Maria, hidup kita pun makin dibentuk menjadi pribadi yang rendah hati, taat pada kehendak Allah, dan penuh kasih terhadap sesama.

putar audio di bawah ini, kemudian pejamkan mata anda………..

Santa Maria, Bunda Allah,
Doakanlah kami yang berlindung kepadamu.
Amin
.


Paskah PIA St. Angelus 2025: Bangkit, Bersama, dan Bersukacita

Paskah merupakan momen penuh sukacita bagi kita, termasuk bagi anak-anak. Sukacita paskah menggambarkan kemenangan perjuangan atas maut & dosa yang perlu dirayakan dengan syukur dan pengharapan. Paskah PIA St. Angelus 2025 yang diadakan pada Minggu, 27 April 2025 dengan tajuk Bangkit, Bersama, dan Bersukacita, Tim Pelayanan PIA mengajak anak-anak untuk menikmati momen Paskah sebagai suatu rangkaian perjuangan menuju kemenangan. Kegiatan Paskah bersama dikemas dalam tiga kegiatan utama, yakni Fun Games, Egg Hunt, hingga Easter Activity. Tidak hanya dikemas agar menarik dan menyenangkan bagi anak, teman-teman Pendamping PIA turut berupaya mengenalkan makna setiap perayaan dalam menyongsong Paskah, seperti Minggu Palma, Kamis Putih, hingga Jumat Agung.

Kegiatan yang dipandu oleh duo atta sebagai MC, yakni Kak Dominicus Artha (Atta) dan Kak Maria Stella Vita Maharani (Ata), secara meriah dibuka dengan menyanyikan lagu “Ikutlah PIA” dan “Adalah Sukacita”. Kak Putra dan Kak Rachel sebagai animator membangkitkan semangat anak-anak dalam bernyanyi dan mengikuti gerakan tarian. Setelah dilanjutkan dengan doa pembuka yang dipimpin oleh Rendra, MC memberikan pengantar singkat dan kuis untuk memberikan gambaran umum mengenai kegiatan dan makna paskah yang dirayakan bersama ini. Dinamika kegiatan terbagi dalam dua kelompok peserta, yakni kelas kecil untuk anak-anak usia Pra-TK & TK sedangkan kelas besar untuk anak-anak yang sudah memasuki bangku Sekolah Dasar.

Fun Games: Semangat Kebersamaan & Makna Perjuangan

Kegiatan pertama yakni Fun Games, baik bagi peserta kelas kecil maupun kelas besar. Anak-anak diajak untuk memaknai nilai-nilai dalam rangkaian pekan suci paskah mulai dari minggu palma, kamis putih, hingga jumat agung.
Permainan pertama merupakan implementasi nilai-nilai minggu palma yang mencirikan kebersamaan, kerja sama, dan harmoni selayaknya seluruh elemen gotong royong menyambut Yesus di Yerusalem. Pada permainan pertama, peserta kelas kecil diajak untuk bersama-sama menuangkan idenya dengan menggambar menggunakan kapur dengan media berupa paving block yang ada di parkiran belakang GMBA, sedangkan peserta kelas besar memainkan permainan “Jembatan Palma” di Pos 1, yakni Pos Minggu Palma bersama dengan Kak Kian. Aktivitas tersebut diharapkan dapat memperkuat semangat kebersamaan dalam diri anak-anak bahwa tujuan maupun hal baik dapat dicapai bersama-sama.

Permainan kedua mengadopsi makna perayaan Kamis Putih, yakni Kesetiaan & Melayani melalui permainan estafet lingkaran bergandengan dan Pos 2 berupa “Jalan Kemenangan” bersama Kak Vano. Anak-anak diajak untuk setia mendukung teman dan melayani agar dapat mencapai tujuan dan menghalau rintangan. Perayaan Jumat Agung yang menunjukkan semangat rela berkorban dan perjuangan dikemas melalui Pos 3 bersama Kak Nadia berupa “Menara Air” dan permainan memasukkan ring. Anak-anak diajak untuk berani ambil bagian dalam mewujudkan kemenangan, meskipun harus berkorban dengan menjadi basah di Pos Menara Air. “Basah? Siapa takut!” Mungkin itulah yang terbersit dalam pikiran Jaszon. Meskipun berperan pemain yang bertugas mengisikan air, Jaszon tetap basah kuyup karena membasahi dirinya sendiri agar kompak dengan teman-temannya yang berperan menahan air agar tidak tumpah.

Egg Hunt! Petualangan Mencari Telur

Setelah puas bermain, saatnya berpetualang dengan mencari telur paskah! Peserta kelas besar mencari telur di area lorong hingga teras depan, sedangkan peserta kelas kecil mencari telur di area parkiran belakang. Telur yang melambangkan kehidupan baru, menjadi pengingat bagi anak-anak bahwa harapan akan selalu ada setelah masa-masa sulit, seperti kebangkitan Yesus setelah wafat-Nya di salib.

Easter Creativity: Sukacita Merayakan Kebangkitan Yesus

Kegiatan terakhir, yakni merayakan kebangkitan Yesus dengan menghias ‘telur’ sebagai simbol kehidupan baru dengan media berbeda. Media berupa puzzle kertas untuk peserta kelas besar dan roti untuk peserta kelas kecil, jangan dimakan dulu yaa adik-adik! Seluruh rangkaian yang telah dilalui, tidak lengkap tanpa adanya apresiasi kepada para peserta. Setelah melalui berbagai rintangan, tantangan, dan upaya, tak lupa dilakukan pemberian hadiah kepada Tim Terbaik untuk peserta kelas besar dan Kreasi Terbaik untuk peserta kelas kecil. Semoga melalui kegiatan Paskah PIA St. Angelus 2025 ini, anak-anak dapat semakin mengenal dan memahami makna Paskah yang selalu dinantikan dan dirayakan setiap tahunnya. Sebagai ‘ritual’ wajib, kegiatan ditutup dengan foto bersama untuk mengabadikan momen indah ini.

Terima kasih banyak kepada para Pendamping PIA, Sahabat PIA, Orang Tua dan segenap Dewan Pastoral Stasi yang sudah mempersiapkan dan mendukung kegiatan Paskah PIA St. Angelus 2025 sehingga dapat berjalan dengan lancar dan asyik!

[DOKUMENTASI KEGIATAN]

Dokumentasi kegiatan dapat diakses melalui tautan berikut ini: