Pertemuan APP ke-5: Mengambil Langkah Pertama dalam Menolong Sesama

Pada hari Kamis, 19 Maret, Lingkungan St. Gabriel mengadakan Pertemuan APP ke-5 yang bertempat di rumah keluarga Bapak Jumadi. Pertemuan dimulai pukul 19.00 WIB dan dihadiri oleh 25 umat yang terdiri dari anak-anak, remaja, dan orang tua. Kegiatan ini dipimpin oleh Bapak Paul, Bapak Junedi, dan Bapak Robby.

Tema Pertemuan APP ke-5 adalah “Mengambil Langkah Pertama dalam Menolong Sesama.” Dalam pertemuan ini, umat diajak untuk menyadari panggilan masing-masing agar menjadi bagian dari masyarakat yang proaktif dalam mengusahakan kesejahteraan bersama. Kunci untuk mewujudkan panggilan tersebut adalah kepekaan dalam memahami kebutuhan sesama serta keberanian untuk memulai tindakan nyata.

Sebagai murid Kristus, umat dipanggil untuk mewartakan kabar sukacita. Dalam Injil Lukas bab 4 digambarkan bahwa kabar sukacita atau tahun rahmat Tuhan merupakan kabar baik bagi orang miskin, pembebasan bagi orang tawanan, penglihatan bagi orang buta, serta pembebasan bagi mereka yang tertindas. Hal ini tidak hanya berhenti sebagai wacana, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata.

Dalam pertemuan ini juga disinggung kembali mengenai tim pengelola dana sosial paroki. Tim ini diberi tugas oleh pastor paroki untuk menyalurkan dana sosial, serta apabila diperlukan, mengajukan proposal bantuan ke lembaga Gereja yang lebih tinggi. Secara umum, pengajuan dana sosial dapat dilakukan oleh perorangan atau kelompok dengan sepengetahuan ketua lingkungan, kemudian diajukan kepada tim pengelola. Berdasarkan proposal yang diterima, tim akan melakukan verifikasi untuk menentukan kelayakan bantuan tersebut.

Bacaan Kitab Suci pada malam itu diambil dari Injil Lukas 9:1-6 tentang Yesus yang mengutus kedua belas murid. Dalam permenungan, disampaikan tiga tahap perutusan para murid, yaitu: (1) dipanggil menjadi murid Kristus yang siap ambil bagian dalam misi-Nya; (2) diberi kuasa melalui sakramen-sakramen untuk melaksanakan tugas perutusan; dan (3) diutus untuk mewartakan Kerajaan Allah dengan segala konsekuensinya.

Selain itu, umat diajak untuk memanfaatkan sumber daya yang dimiliki Gereja dalam mewartakan kabar sukacita melalui berbagai bidang, antara lain:

  • Bidang kesejahteraan (sandang, pangan, papan, pendidikan, dan kesehatan),
  • Bidang keberimanan dan motivasi,
  • Bidang pemberdayaan (seperti pertanian, peternakan, UMKM, dan keterampilan),
  • Bidang kemanusiaan darurat (bencana alam, kecelakaan, dan lain-lain).

Umat juga diingatkan bahwa sebagai pribadi yang telah diutus dan diberi kuasa, setiap orang dipanggil untuk berani “mengambil langkah pertama” ketika melihat sesama yang membutuhkan.

Dalam sesi sharing, pemandu menjelaskan tata cara pengisian blangko pengajuan dana APP kepada panitia APP kevikepan yang dapat diakses pada lampiran buku panduan bagian akhir. Setelah sesi sharing selesai, kegiatan dilanjutkan dengan doa rosario sebagai intensi dari tuan rumah yang berulang tahun pada bulan tersebut.

Pertemuan kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah serta penyampaian pengumuman penting oleh ketua lingkungan. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 20.30 WIB.

instagram https://www.instagram.com/reel/DWaN_dokzVS/?igsh=eXE1cnF1ZnFnODk1

Pentingnya Pedoman dalam Sebuah Gerakan dalam Terang Kisah Para Rasul

Pertemuan APP 4

Hari Kamis, 19 Maret 2026, Lingkungan Elisabeth mengadakan Sembahyangan Lingkungan APP ke-4, dan juga Pertemuan Paguyuban Ibu-Ibu Lingkungan di Rumah Bapak Sugiyono di Kradenan. Sebelum Pertemuan APP dimulai, umat menyelesaikan administrasi, arisan, lotre dan lain-lain. Setelah dirasa cukup, baru sembahyangan dimulai. Pada Pertemuan kali ini umat diajak untuk menyadari pentingnya pedoman dalam sebuah gerakan, agar setiap usaha yang dilakukan dapat berjalan dengan baik, teratur, dan menghasilkan buah yang nyata.

Bacaan dari Kisah Para Rasul 6:1–7 menggambarkan situasi jemaat perdana yang mulai berkembang pesat. Dalam perkembangan tersebut, muncul persoalan mengenai pembagian bantuan kepada para janda, di mana terjadi ketidakadilan yang menimbulkan keluhan. Para rasul tidak mengabaikan masalah ini, melainkan mencari solusi yang bijaksana dan terarah.

Mereka kemudian menetapkan suatu pedoman dengan memilih tujuh orang yang penuh Roh dan hikmat untuk melayani kebutuhan tersebut. Para rasul sendiri tetap fokus pada tugas utama mereka, yaitu doa dan pelayanan firman. Pembagian tugas ini menunjukkan bahwa sebuah gerakan yang baik membutuhkan aturan, struktur, dan pedoman yang jelas agar setiap orang dapat menjalankan perannya dengan maksimal.

Dari peristiwa ini, kita belajar bahwa tanpa pedoman yang jelas, sebuah gerakan dapat mengalami kekacauan, ketidakadilan, bahkan perpecahan. Sebaliknya, dengan adanya pedoman yang disepakati bersama, pelayanan dapat berjalan lebih efektif, tertib, dan membawa kebaikan bagi semua pihak.

Dalam kehidupan umat saat ini, baik di lingkungan, paroki, maupun masyarakat, pedoman sangat diperlukan. Pedoman membantu kita untuk tetap fokus pada tujuan bersama, menjaga keadilan, serta memastikan bahwa setiap orang dilayani dengan baik. Pedoman juga menjadi sarana untuk membangun kerja sama, saling percaya, dan tanggung jawab bersama.

Melalui Pertemuan APP 4 ini, umat diajak untuk tidak hanya aktif dalam berbagai kegiatan, tetapi juga menghargai dan mengikuti pedoman yang ada. Bahkan lebih dari itu, umat didorong untuk terlibat dalam menyusun dan menghidupi pedoman tersebut demi kebaikan bersama.

Akhirnya, seperti jemaat perdana yang semakin bertumbuh karena keteraturan dan kesatuan, demikian pula kita diharapkan mampu membangun komunitas yang kuat, terarah, dan penuh kasih. Dengan pedoman yang jelas dan semangat pelayanan, setiap gerakan yang kita lakukan akan semakin mencerminkan karya Tuhan di tengah dunia.

Instagram : https://www.instagram.com/p/DWILtWfD9Zy/

Meninggalkan Sikap Ketidakpedulian dan Mengembangkan Tanggung Jawab Sosial dalam Terang Lukas 16:19–31

Pertemuan APP 3

Pada hari Kamis, 12 Maret 2026, umat lingkungan Elisabeth mengikuti Sembahyangan Lingkungan APP 3 di kediaman Bapak Donal di Kradenan. Dalam APP ketiga ini, mengambil tema “Meninggalkan Sikap Ketidakpedulian, Mengembangkan Tanggung Jawab Sosial”. Aksi Puasa Pembangunan (APP) merupakan waktu yang tepat bagi umat Katolik untuk memperbarui hidup melalui pertobatan, doa, dan tindakan kasih. Umat diajak untuk meninggalkan sikap ketidakpedulian dan mengembangkan tanggung jawab sosial sebagai wujud nyata dari iman.

Dalam Pertemuan APP kali ini, mengambil bacaan Injil dari Lukas 16:19–31 tentang orang kaya dan Lazarus, yang memberikan pesan yang sangat kuat. Dikisahkan seorang kaya hidup dalam kemewahan setiap hari, sementara di depan pintunya terbaring Lazarus, seorang miskin yang penuh luka dan sangat membutuhkan pertolongan. Ironisnya, orang kaya itu tidak melakukan apa pun. Ia tidak menyiksa Lazarus, tetapi ia juga tidak peduli—dan justru di situlah letak kesalahannya.

Perumpamaan ini menegaskan bahwa sikap ketidakpedulian dapat membawa konsekuensi serius. Orang kaya itu akhirnya mengalami penderitaan setelah kematian, bukan karena kejahatan besar yang dilakukannya, tetapi karena ia menutup mata dan hati terhadap penderitaan sesamanya. Sementara itu, Lazarus yang menderita justru memperoleh penghiburan.

Melalui kisah ini, kita diajak untuk bercermin: apakah kita juga sering bersikap seperti orang kaya itu? Dalam kehidupan sehari-hari, mungkin kita melihat orang yang membutuhkan bantuan, tetapi memilih untuk tidak terlibat. Kita merasa itu bukan tanggung jawab kita, atau kita terlalu sibuk dengan urusan sendiri.

Pertemuan APP 3 mengingatkan bahwa iman sejati tidak dapat dipisahkan dari tanggung jawab sosial. Mengasihi Tuhan harus tampak dalam kepedulian terhadap sesama. Mengembangkan tanggung jawab sosial berarti berani membuka mata, hati, dan tangan untuk membantu mereka yang membutuhkan. Kita dipanggil untuk tidak hanya “melihat”, tetapi juga “bertindak”.

Tanggung jawab sosial dapat diwujudkan dalam berbagai cara sederhana: berbagi dengan yang kekurangan, memberi perhatian kepada yang kesepian, serta terlibat dalam kegiatan sosial di lingkungan. Hal-hal kecil ini, jika dilakukan dengan kasih, menjadi tanda nyata kehadiran Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.

Akhirnya, melalui Pertemuan APP 3 ini, umat diajak untuk sungguh-sungguh meninggalkan sikap acuh tak acuh dan mulai hidup dalam kepedulian. Kisah orang kaya dan Lazarus menjadi pengingat bahwa kesempatan untuk berbuat baik ada sekarang, di dunia ini. Jangan sampai kita menyesal karena melewatkan kesempatan untuk mengasihi.


https://youtube.com/watch?v=m3F7DgLTU7A&feature=shared

Membangun Kesadaran dan Aksi Nyata

Pertemuan APP 2

Pada Kamis, 5 Maret 2026 pukul 19.00 WIB, Lingkungan Santa Elisabeth kembali berkumpul dalam sembahyangan rutin lingkungan yang dilaksanakan di rumah keluarga Bapak Yunius. Kurang lebih 28 umat hadir dalam pertemuan tersebut. Suasana penuh kehangatan sungguh terasa ketika umat yang datang saling bersalaman dan memberikan senyuman hangat satu sama lain.

Sebelum pertemuan APP dimulai, terdapat beberapa kegiatan administrasi rutin yang biasanya dilakukan oleh umat bersama bendahara lingkungan. Kegiatan tersebut meliputi iuran Gerakan Kemurahan Hati sebesar Rp2.000,00, iuran APBU, pengumpulan amplop Partisipasi Paskah, serta presensi kehadiran umat.

Setelah urusan administrasi selesai, umat pun diajak memasuki suasana permenungan melalui Pertemuan APP. Malam ini merupakan Pertemuan APP yang ke-2, yang diawali dengan lagu pembuka “Tuhan Dikau Naungan Hidupku”. Tema Pertemuan APP yang dipimpin oleh Bapak Bagio dan Bapak Hari pada malam ini adalah “Potensi Dana Sosial Gereja: Fungsi dan Sifatnya”.

Melalui pertemuan ini, umat diajak untuk semakin memahami berbagai potensi dana sosial Gereja. Selain itu, umat juga didorong untuk ikut mengakses dan memanfaatkan dana tersebut bagi mereka yang membutuhkan, khususnya kelompok KLMTD (Kecil, Lemah, Miskin, Tersingkir, dan Difabel).

Dalam pertemuan ini, Bapak Bagio dan Bapak Hari mengajak umat untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman dalam kelompok-kelompok kecil yang dibagi menjadi empat kelompok. Diskusi dan sharing menjadi bagian penting dalam pertemuan ini. Umat saling bertukar pendapat serta berbagi pengalaman dan pemikiran yang membangun.

Suasana sharing pun semakin hangat ketika setiap kelompok menyampaikan hasil diskusinya. Kelompok 1 diwakili oleh Bapak Donal. Kelompok 2 diwakili oleh Mas Agus. Kelompok 3 diwakili oleh Bapak Agus. Kelompok 4 diwakili oleh Ibu Giyarti.

Setelah renungan APP selesai, acara dilanjutkan dengan ramah tamah sederhana, yaitu menyantap hidangan makanan dan minuman yang telah disediakan oleh keluarga tuan rumah. Pada kesempatan ini, Ketua Lingkungan juga menyampaikan beberapa informasi, baik informasi lingkungan maupun informasi dari Stasi.

Tidak terasa waktu berjalan begitu cepat hingga pertemuan sembahyangan pun berakhir. Pertemuan Kamis depan akan dilaksanakan di rumah keluarga Bapak Donal dengan petugas doa Bapak Dedy dan Ibu Vera.

Sebelum pulang, umat bersama-sama melakukan penghitungan amplop Partisipasi Paskah. Kegiatan doa lingkungan pada malam ini ditutup oleh Bapak Bagio dengan berpamitan kepada keluarga tuan rumah.

Semoga melalui pertemuan ini, umat Lingkungan Santa Elisabeth semakin tergerak hatinya untuk mewujudkan wajah sosial Gereja dengan mengawali pemanfaatan dan pengelolaan dana sosial Gereja demi membantu sesama yang membutuhkan.

Sampai jumpa di Pertemuan APP ke-3 Lingkungan Santa Elisabeth.
Berkah Dalem.

Video Dokumenter

Instagram : https://www.instagram.com/p/DV6QBj6D7_-/

Jangan Tutup Mata: Saatnya Peduli dan Berbagi Kasih kepada Sesama

Dalam rangka menghayati masa prapaskah, umat Lingkungan Theresia mengadakan pertemuan APP 3 (Aksi Puasa Pembangunan) dengan tema “Meninggalkan Sikap Ketidakpedulian dan Mengembangkan Tanggung Jawab Sosial”. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 12 Maret 2026 dan bertempat di rumah Bapak Suroyo, dalam suasana yang penuh kebersamaan, kesederhanaan, dan kekeluargaan.

Pertemuan ini diikuti oleh umat Lingkungan Theresia bersama para pengurus yang dengan penuh antusias hadir untuk berdoa dan mendalami iman. Tujuan dari kegiatan ini adalah mengajak umat untuk semakin menyadari bahwa setiap rahmat dan berkat yang telah diterima dari Tuhan merupakan sumber daya yang berharga, yang seharusnya dimanfaatkan untuk menghadirkan kebaikan, terutama bagi mereka yang membutuhkan.

Kegiatan diawali dengan doa pembuka, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Kitab Suci dari Injil Lukas 16:19-31 tentang kisah Orang Kaya dan Lazarus. Dalam bacaan tersebut, digambarkan bagaimana seorang kaya hidup dalam kemewahan, namun tidak memiliki kepedulian terhadap Lazarus yang menderita di depan pintunya. Kisah ini menjadi pengingat bagi umat bahwa sikap ketidakpedulian bukanlah hal sepele, melainkan dapat membawa manusia pada dosa karena mengabaikan kesempatan untuk berbuat kasih.

Melalui permenungan dan sharing iman, umat diajak untuk melihat kembali kehidupan sehari-hari: apakah selama ini sudah peduli terhadap sesama, atau justru masih sering mengabaikan orang-orang yang membutuhkan di sekitar. Kesadaran ini menjadi penting, sebab keengganan untuk menggunakan berkat yang dimiliki demi kebaikan bersama merupakan bentuk nyata dari sikap tidak peduli.

Pertemuan diakhiri dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur sekaligus komitmen umat untuk mulai hidup lebih peduli dan bertanggung jawab secara sosial. Diharapkan melalui APP 3 ini, umat semakin tergerak untuk meninggalkan sikap ketidakpedulian dan menjadikan setiap rahmat Tuhan sebagai sarana untuk berbagi kasih, sehingga kehadiran mereka sungguh membawa kebaikan bagi sesama.

YP Ronda Jaga Sholat Idul Fitri, Wujud Nyata Kebersamaan Umat

Dalam semangat kebersamaan dan toleransi, umat Lingkungan Yohanes Pembaptis kembali melaksanakan kegiatan ronda untuk menjaga keamanan lingkungan saat pelaksanaan Sholat Idul Fitri pada Jumat, 20 Maret 2026.

Sejak pagi hari, umat berkumpul di rumah Bapak Harjito sebagai titik awal koordinasi. Dengan mengenakan kaos seragam berwarna biru, para peserta kemudian melaksanakan tugas jaga di beberapa titik lingkungan untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif selama ibadah berlangsung.

Kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh bapak-bapak, tetapi juga melibatkan ibu-ibu serta OMK yang turut ambil bagian dengan penuh semangat. Kehadiran lintas generasi ini menjadi tanda nyata kebersamaan dan kepedulian umat dalam hidup berdampingan di tengah masyarakat yang beragam.

Di tengah kegiatan ronda, umat juga mendapat kunjungan dari Romo Dadang. Sepulang dari memimpin Misa, beliau melihat umat yang sedang berjaga dan menyempatkan diri untuk berhenti serta menyapa. Kehadiran Romo Dadang menjadi penyemangat tersendiri bagi umat, sekaligus bentuk perhatian dan dukungan terhadap kegiatan yang dilakukan.

Selama pelaksanaan ronda, umat dengan sigap berjaga dan saling bekerja sama. Setelah tugas selesai, seluruh peserta kembali berkumpul di rumah Bapak Harjito untuk melakukan evaluasi singkat serta mempererat kebersamaan.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata bahwa toleransi tidak hanya diucapkan, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan sederhana sehari-hari. Melalui ronda bersama, umat Lingkungan Yohanes Pembaptis ikut ambil bagian dalam menjaga kerukunan dan kedamaian di lingkungan sekitar.

Semoga semangat kebersamaan ini terus terjaga dan menjadi teladan bagi kehidupan bermasyarakat yang rukun dan penuh kasih.

Pertemuan APP ke-4 Lingkungan St. Gregorius KadisokaSelasa, 17 Maret 2026

Pertemuan APP (Aksi Puasa Pembangunan) ke-4 Lingkungan St. Gregorius Kadisoka telah dilaksanakan pada hari Selasa, 17 Maret 2026, dalam suasana penuh kebersamaan dan semangat pelayanan. Pada pertemuan kali ini, umat diajak untuk mendalami tema “Pentingnya Pedoman Dalam Sebuah Gerakan.”

Melalui bacaan Injil yang diambil dari Kisah Para Rasul 6:1-7, umat diajak untuk merenungkan bagaimana para rasul pada masa Gereja perdana menghadapi tantangan dalam pelayanan. Dengan bijaksana, mereka menetapkan pedoman yang jelas serta membagi tugas secara teratur, sehingga pelayanan kepada umat dapat berjalan dengan baik, adil, dan terarah.

Dalam permenungan bersama, umat Lingkungan St. Gregorius Kadisoka menyadari bahwa setiap gerakan, khususnya dalam pelayanan Gereja dan kehidupan sosial, membutuhkan pedoman yang jelas agar tujuan bersama dapat tercapai dengan efektif. Pedoman tersebut menjadi dasar dalam bertindak, menjaga kesatuan, serta menghindari kesalahpahaman dalam pelayanan.

Pertemuan ditutup dengan doa bersama, dengan harapan agar seluruh umat semakin mampu menjadi pelayan yang setia, bijaksana, dan berpegang teguh pada nilai-nilai Injil dalam setiap gerakan kehidupan.

Media Social Lingkungan St. Gregorius Kadisoka – GMBA :

Youtube : https://youtu.be/1A-pfDRASK8

Instagram : https://www.instagram.com/reel/DV_VN59D-Tm/?igsh=MXZnbXBhMDJlN3Y4dQ==

Tiktok : https://vt.tiktok.com/ZSuVBo25y/

Kegiatan APP Ke-3 Lingkungan Santa Monica: Menumbuhkan Kepedulian dan Tanggung Jawab Sosial dalam Hidup Sehari-hari

Lingkungan Santa Monica kembali melaksanakan pertemuan Aksi Puasa Pembangunan (APP) ke-3 yang berlangsung pada Kamis, 12 Maret 2026 pukul 19.00 WIB. Kegiatan ini bertempat di rumah Ibu Mimi yang berlokasi di Jalan Nangka 3, dan dihadiri oleh umat lingkungan dengan penuh antusias.

Pertemuan diawali dengan doa pembuka yang mengajak umat untuk memasuki suasana refleksi. Dalam kesempatan ini, tema yang diangkat adalah “Meninggalkan Sikap Ketidakpedulian, Mengembangkan Tanggung Jawab Sosial.” Tema ini menjadi ajakan bagi seluruh umat untuk semakin peka terhadap kehidupan sesama di sekitar mereka.

Ibu Tiwi selaku pemandu memimpin jalannya pendalaman iman dengan mengangkat bacaan Kitab Suci tentang kisah orang kaya dan Lazarus yang miskin. Melalui kisah tersebut, umat diajak untuk merenungkan pilihan hidup masing-masing: apakah ingin menjadi pribadi yang acuh tak acuh seperti orang kaya, atau memiliki hati yang peduli seperti yang diharapkan Tuhan.

Dalam pendalaman, ditekankan bahwa menjadi kaya bukanlah suatu kesalahan. Namun, kekayaan hendaknya tidak membuat seseorang kehilangan rasa kepedulian terhadap sesama, terutama mereka yang hidup dalam kekurangan di sekitar kita. Kepedulian sosial menjadi wujud nyata iman yang hidup, yang tercermin dalam tindakan kasih dan perhatian kepada orang lain.

Suasana diskusi berlangsung hangat, di mana umat saling berbagi pandangan dan pengalaman mengenai pentingnya kepekaan sosial dalam kehidupan sehari-hari. Banyak umat menyadari bahwa sikap peduli dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti memperhatikan tetangga, membantu yang membutuhkan, serta terlibat aktif dalam kegiatan sosial di lingkungan maupun paroki.

Pertemuan ditutup dengan doa penutup, disertai harapan agar setiap umat semakin mampu menghidupi iman melalui tindakan nyata, meninggalkan sikap ketidakpedulian, dan bertumbuh dalam tanggung jawab sosial.

Melalui kegiatan APP ini, umat diharapkan semakin menyadari panggilan untuk menjadi terang dan garam dunia, dengan menghadirkan kasih Tuhan di tengah kehidupan sehari-hari.

Kegiatan APP Ke-2 Lingkungan Santa Monica: Mendalami Potensi Dana Sosial Gereja, Fungsi dan Sifatnya

Lingkungan Santa Monica kembali mengadakan kegiatan pendalaman iman dalam rangka Aksi Puasa Pembangunan (APP) ke-2. Pertemuan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 5 Maret 2026, pukul 19.00 WIB, bertempat di rumah Bapak Wardoyo, dan dihadiri oleh sekitar 25 umat lingkungan.

Kegiatan diawali dengan doa pembuka yang membawa seluruh umat pada suasana hening dan reflektif. Dalam pertemuan ini, umat diajak untuk semakin memahami tema APP ke-2, yaitu “Potensi Dana Sosial Gereja: Fungsi dan Sifatnya.”

Sebagai pemandu, Ibu Wiwiek dengan penuh semangat mengajak umat untuk mendalami makna dana sosial gereja, yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana bantuan bagi sesama yang membutuhkan, tetapi juga sebagai wujud nyata solidaritas dan kasih dalam kehidupan menggereja. Dana sosial gereja memiliki sifat transparan, partisipatif, dan ditujukan demi kesejahteraan bersama, khususnya bagi mereka yang berkekurangan.

Dalam sesi pendalaman, umat diajak untuk menyadari pentingnya keterlibatan aktif seluruh anggota gereja, tidak hanya dalam memberikan kontribusi, tetapi juga dalam mengawasi penggunaan dana sosial tersebut. Hal ini bertujuan agar pengelolaan dana dapat berjalan dengan baik, jujur, dan tepat sasaran.

Diskusi berlangsung dengan hangat dan penuh antusiasme. Beberapa umat menyampaikan pandangan serta pengalaman terkait pentingnya keterbukaan dan tanggung jawab bersama dalam pengelolaan dana gereja. Selain itu, dibahas pula langkah-langkah konkret yang dapat dilakukan umat untuk mendukung perkembangan paroki, antara lain dengan meningkatkan kepedulian sosial, keterlibatan dalam kegiatan gereja, serta menjaga semangat kebersamaan.

Pertemuan ditutup dengan doa penutup dan harapan agar seluruh umat semakin terdorong untuk berperan aktif dalam kehidupan menggereja, khususnya dalam mendukung pengelolaan dana sosial yang transparan dan bertanggung jawab.

Melalui kegiatan APP ini, diharapkan semangat solidaritas, kepedulian, dan tanggung jawab bersama semakin tumbuh dalam diri setiap umat, demi terwujudnya gereja yang hidup dan melayani.


Pertemuan APP ke-4 Lingkungan St. Antonius Maguwo

“PENTINGNYA PEDOMAN DALAM SEBUAH GERAKAN”

Tanggal                      : 12 Maret 2026

Tempat                      : Rumah Bp Arief Subyantoro

Pemandu                  : Ibu Ayiek, Bp Andreas, Bp Satria

Jumlah Peserta       : 25 orang

Pertemuan keempat dalam rangkaian Aksi Puasa Pembangunan (APP) 2026 mengangkat tema “Pentingnya Pedoman dalam Sebuah Gerakan.” Pertemuan ini mengajak umat untuk menyadari bahwa kepedulian sosial yang dilakukan Gereja perlu dijalankan dengan arah yang jelas, sehingga bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan membawa manfaat bagi sesama. Pertemuan diawali dengan nyanyian pembuka, tanda salib, pengantar, serta doa pembuka yang mengantar umat pada semangat refleksi dan kebersamaan.

Pada bagian pendalaman, umat diajak menyaksikan sebuah fragmen yang menggambarkan percakapan ringan antarumat sebelum pertemuan lingkungan dimulai. Dalam suasana santai tersebut muncul pertanyaan mengenai mengapa bantuan sosial di Gereja perlu diatur dengan pedoman tertentu. Melalui dialog yang sederhana dan diselingi humor, fragmen ini menggambarkan keraguan yang kadang muncul di tengah umat tentang prosedur atau aturan dalam kegiatan sosial Gereja.

Melalui penjelasan salah satu tokoh dalam fragmen, umat kemudian diajak memahami bahwa Gereja memiliki pedoman yang jelas dalam mengelola bantuan sosial, yaitu Pedoman Dana Sosial Paroki. Pedoman ini hadir bukan untuk mempersulit, melainkan untuk memastikan bahwa bantuan yang diberikan oleh umat dapat dikelola secara adil, transparan, dan bertanggung jawab. Dengan adanya pedoman tersebut, pelayanan sosial Gereja dapat berjalan lebih terarah dan benar-benar menjangkau mereka yang membutuhkan.

Fragmen tersebut juga menampilkan pengalaman nyata seorang umat yang pernah merasakan bantuan Gereja ketika menghadapi kesulitan. Pengalaman tersebut membuka kesadaran bersama bahwa pedoman justru menjaga agar bantuan dapat diberikan dengan bermartabat dan tidak salah sasaran. Dengan demikian, kepedulian umat tidak hanya didorong oleh niat baik semata, tetapi juga oleh kebijaksanaan dalam mengelola bantuan.Pertemuan diakhiri dengan bacaan Kitab Suci, doa penutup, berkat, serta lagu penutup yang menguatkan komitmen umat untuk hidup dalam semangat solidaritas. Melalui pertemuan ini, umat diajak menghidupi prinsip sederhana namun mendalam: “murah hati ning ora waton, murah hati tetapi tidak sembarangan, murah hati tapi bijaksana.” Kepedulian yang dilandasi pedoman yang baik akan menjadikan gerakan sosial Gereja semakin kuat dalam menghadirkan masyarakat yang bahagia dan sejahtera.