Malam Penuh Syukur: Misa Lingkungan St. Fransiskus Asisi Bersama Romo FX. Murdi Susanto, Pr

Hari Rabu, 24 September 2025 menjadi hari yang istimewa bagi umat St. Fransiskus Asisi. Malam itu, kami mendapat kunjungan dari Romo FX. Murdi Susanto, Pr., yang memimpin Misa Lingkungan bersama umat. Sebanyak 51 umat hadir dengan sukacita, memenuhi ruangan sederhana di Warung Makan Brongkos Dapur Anget, tempat misa diselenggarakan.

Pukul 19.00, misa dimulai tepat waktu. Nyanyian pembukaan mengalun merdu, dipimpin oleh organis muda lingkungan, mbak Lauda. Iringan musik sederhana membuat suasana menjadi syahdu dan penuh rasa syukur. Sejak awal, misa terasa begitu dekat dengan keseharian umat, sederhana, hangat, dan penuh makna.

Pesan Kehidupan dari Homili

Dalam homilinya, Romo Murdi mengajak umat untuk merenungkan kehidupan keluarga di lingkungan kami. Beliau dengan penuh keakraban bertanya: siapa yang tinggal seorang diri, siapa yang tinggal berdua, dan siapa yang hidup bersama keluarga lebih besar. Pertanyaan itu terdengar ringan, namun justru membuka mata kami tentang gambaran nyata keluarga umat Lingkungan St. Fransiskus Asisi. Ternyata, sebagian besar keluarga terdiri dari tiga orang.

Dari refleksi sederhana ini, Romo menekankan pentingnya keterlibatan setiap umat dalam kegiatan lingkungan maupun di tingkat stasi. “Kehidupan Gereja hanya akan tumbuh subur bila kita bersama-sama menanam dan merawatnya,” begitu kira-kira pesan beliau yang terasa menancap dalam hati umat.

Pemberkatan Pengurus Baru

Menjelang akhir misa, suasana semakin hangat ketika Romo diperkenalkan dan kemudian memberkati pengurus baru Lingkungan St. Fransiskus Asisi periode 2026–2028. Sebagian besar umat terlibat langsung dalam kepengurusan ini, yang menunjukkan tingginya semangat kebersamaan. Romo pun menegaskan bahwa keterlibatan ini bukan hanya soal struktur, melainkan juga wujud nyata pelayanan iman di tengah umat.

Santap Malam dan Nostalgia

Usai misa, kami melanjutkan kebersamaan dengan santap malam dan ramah tamah. Aroma brongkos hangat menyambut kami, tersaji lengkap dengan nasi dan kerupuk yang renyah. Tak ketinggalan, ada kue soes potong, camilan lezat, serta buah-buahan segar yang berlimpah. Sambil makan, canda tawa dan obrolan ringan mengisi malam, menjadikan suasana semakin akrab.

Di sela-sela perbincangan, Romo Murdi sempat bernostalgia. Beliau kembali mengenang masa pelayanannya sebagai Romo Paroki di Paroki Mlati (1981–1987). Nostalgia itu muncul karena salah satu umat, Ibu Dyah bersama ibunda, ternyata pernah menjadi umat paroki beliau pada masa itu. Dengan senyum hangat, Romo bergurau ketika mengetahui bahwa Ibu Dyah kini sudah memiliki tiga anak. “Saya bersyukur masih diberi kesehatan dan kehidupan hingga bisa melihat umat saya dulu kini tumbuh bersama keluarganya,” ujar beliau.

Tanya Jawab dan Pengayaan Iman

Selain nostalgia, sesi tanya jawab juga memberi warna tersendiri. Beberapa umat mengajukan pertanyaan seputar liturgi, seperti tentang kapan sebaiknya membuat tanda salib dalam misa, serta makna tanda salib kecil di dahi, mulut, dan dada sebelum bacaan Injil. Romo menjelaskan dengan sabar, membuat kami semua lebih memahami kekayaan simbol iman Katolik.

Tidak hanya itu, Romo juga menyinggung tentang surat edaran Mahkamah Agung mengenai pernikahan beda agama. Penjelasan beliau membuka wawasan baru bagi umat, terutama terkait tantangan iman dalam kehidupan keluarga modern.

Malam yang Berkesan

Misa Lingkungan bersama Romo Murdi malam itu benar-benar meninggalkan kesan mendalam. Tidak hanya karena doa dan perayaan Ekaristi, tetapi juga karena suasana hangat, keakraban, serta pesan-pesan yang membekas di hati. Malam itu seakan menjadi pengingat bahwa iman tumbuh bukan hanya di gedung gereja, tetapi juga di ruang-ruang sederhana tempat umat berkumpul, berdoa, dan berbagi hidup bersama.

Semoga kebersamaan ini semakin mempererat relasi antar umat sekaligus hubungan dengan Romo paroki sebagai gembala yang selalu hadir menuntun kami dalam perjalanan iman.

KRISMA 2025: Dikuatkan dalam Roh, Diutus sebagai Murid


Seluruh umat Paroki Kalasan patut bersukacita sebab pada Sabtu, 6 September 2025, sebanyak 288 umat yang berbahagia telah menerima sakramen penguatan di Gereja Maria Bunda Allah (GMBA) Stasi Maguwo. Perayaan Ekaristi di GMBA kali ini memiliki nuansa berbeda karena dilangsungkan Penerimaan Sakramen Penguatan bagi calon penerima Sakramen Krisma dari seluruh wilayah Paroki Kalasan.

Perayaan Penerimaan Sakramen dipimpin oleh Uskup Agung Semarang, Mgr. Robertus Rubiyatmoko sebagai selebran utama, didampingi oleh Pastor Paroki, Romo Antonius Dadang Hermawan, Pr. dan Romo Yohanes Ngatmo, Pr. Ekaristi berlangsung meriah, dihadiri oleh 1.297 umat yang memenuhi bagian dalam hingga luar gereja.

Dalam homilinya, Uskup Mgr. Rubiyatmoko mengajak para umat, khususnya para penerima Sakramen Krisma untuk menghayati kehendak Allah dan membuka diri terhadap karya Roh Kudus. Ia menekankan pentingnya menanggapi panggilan Allah menjadi murid Kristus yang aktif berksaksi dalam kehidupan sehati-hari. Homili berlangsung secara interaktif, dimana Bapak Uskup berdialog langsung dengan para calon serta memberikan cincin rosario kepada mereka yang berani menjawab pertanyaan atau berbagi refleksi iman. Suasana homili yang hangat mencairkan ketegangan dalam diri calon penerima krisma agar lebih mantap dalam menerima Roh Kudus. Selain itu, momen ini turut menjadi ruang pembelajaran iman yang membekas di hati para umat yang hadir.

Rangkaian liturgi Sakramen Penguatan diawali dengan pemberkatan para wali krisma dari masing-masing wilayah agar para wali dapat menjadi teladan dan pendoa yang baik bagi krismawan dan krismawati. Selanjutnya, dilakukan pembaruan janji baptis oleh para calon dan kemudian dilanjutkan dengan pengurapan minyak krisma secara bergantian oleh Bapak Uskup. Meski jumlah penerima sakramen cukup besar, prosesi berlangsung tertib dan lancar. Mgr. Rubiyatmoko mengapresiasi semangat dan kesiapan yang terpancar dari krismawan-krismawati sehingga meski berlangsung cukup lama, menurutnya tidak terasa melelahkan.

Selain itu, misa turut dimeriahkan oleh Cantores GMBA dan Pemusik Muda GMBA (PMG) yang sepenuh hati mempersembahkan lagu-lagu pengiring. Sebanyak 29 lagu dibawakan dengan apik, diiringi alunan kendang, keyboard, violin, hingga flute. Persembahan lagu tersebut merupakan hasil kerja keras sepenuh hati yang dilakukan oleh para petugas guna mendukung suasana yang khusyuk dan meriah. Menurut Bapak Uskup, selain semangat dan kebahagiaan yang terpancar dari krismawan-krismawati, iringan lagu yang indah dan meriah menambah sukacita Perayaan Ekaristi yang tidak terasa panjang meski berlangsung kurang lebih selama 3 jam. Bapak Uskup turut mengapresiasi kelompok pemusik yang bertugas dan berharap dapat menjadi pemantik bagi kaum muda untuk terlibat dalam pelayanan Gereja.

Bravo dan proficiat kepada segenap tim yang telah bekerja bahu-membahu dengan penuh dedikasi, mulai dari tahap persiapan hingga pelaksanaan Penerimaan Sakramen Penguatan kali ini. Puji dan syukur kepada Allah karena perayaan dapat berlangsung dengan lancar, khusyuk, dan penuh sukacita. Terima kasih setulus hati kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi mendukung kelancaran perayaan ini, termasuk segenap Dewan Pastoral Paroki Maria Marganingsih Kalasan, Dewan Pastoral Stasi Maria Bunda Allah, Panitia, para Katekis, serta petugas liturgi yang telah melayani sepenuh hati mulai dari misdinar, prodiakon, lektor, koor, pemusik, petugas among tamu dari Wilayah Ignasius Loyola yang cekatan dan memukau dengan dresscode pakaian adat Nusantaranya, serta tim tata bunga & tata altar yang telah menghias dengan apik dan cantik. Terima kasih secara mendalam juga kepada seluruh tim KOMSOS, AV & Monitor, Soundsystem GMBA, parkir warga Kampung Karangploso (Parjo), dan tim keamanan (PAMDAL), serta seluruh elemen yang telah membantu, yang bekerja di balik layar dan tidak dapat disebutkan satu persatu.

Perayaan Sakramen Krisma ini merupakan momen penting dalam perjalanan iman umat Paroki Kalasan. Sebagai kepenuhan inisiasi, mari kita rayakan Sakramen Krisma ini sebagai penanda semangat iman dalam kehidupan sehari-hari bahwa kita telah dikuatkan dan diteguhkan dalam Roh Kudus. Maka mari kita menanggapi panggilan-Nya untuk menjadi murid Kristus yang siap bersaksi di tengah dunia. Amin.

Dokumentasi kegiatan dapat diakses melalui tautan berikut: https://drive.google.com/drive/folders/1YLp1zVk1pkSZbB509TGl9kpkzGrCX8G_

Menghitung Hari Menuju Sakramen Penguatan: Triduum I, Membuka Hati untuk Tujuh Karunia Roh Kudus

Semakin dekat, hari ini menandai langkah mantap bagi para calon penerima Sakramen Krisma. Gereja Paroki Maria Marganingsih Kalasan pada Senin, 1 September 2025 melaksanakan Triduum I yang bertempat di Gereja Maria Bunda Allah, Stasi Maguwo. Kegiatan tersebut mengawali Triduum menuju penerimaan Sakramen Krisma yang akan dilangsungkan pada Sabtu, 6 September 2025 nanti. Sebagai pemandu, Bapak Felix Sukardi mengajak dan membimbing calon penerima sakramen krisma untuk memohon tujuh karunia Roh Kudus.

Apa itu Triduum?

Kata “Triduum” berasal dari bahasa Latin yang merupakan gabungan dari kata “tri-” yang berarti “tiga” dan “dies” yang berarti “hari”. Secara harfiah, Triduum bermakna “tiga hari” dan dalam konteks Gereja Katolik, Triduum merujuk pada tiga hari menjelang suatu perayaan penting yang dipenuhi dengan persiapan rohani. Pada konteks Sakramen Krisma, Triduum dimaknai sebagai tiga hari persiapan rohani bagi calon penerima sakramen untuk mempersiapkan hati sebelum menerima perutusan sebagai saksi Kristus melalui Sakramen Krisma. Triduum tersebut merupakan masa penting bagi para calon penerima Sakramen Krisma karena membantu para calon penerima sakramen untuk merenungkan makna Sakramen Krisma secara lebih dalam dan memohon bimbangan serta karunia Roh Kudus dalam hati mereka.

Pada Triduum I ini, fokus utama adalah membuka hati para calon penerima Sakramen Krisma dengan mendoakan Doa Mohon Tujuh Karunia Roh Kudus (PS. 93). Sebagai pemandu, Bapak Felix Sukardi mengajak calon penerima sakramen untuk memohon kehadiran Roh Kudus agar menjadi kekuatan dalam menghadapi tantangan kehidupan masa kini. Tujuh Karunia Roh Kudus tersebut yaitu:
1. Roh Kebijaksanaan, agar dapat memandang berbagai hal dengan terang Illahi;
2. Roh Pengertian, dalam memahami kebenaran iman dalam keseharian;
3. Roh Nasihat, untuk membimbing menuju jalan hidup seturut kehendak Allah;
4. Roh Keperkasaan, agar senantiasa teguh dalam iman;
5. Roh Pengenalan akan Allah, supaya kian dekat dengan kemuliaan-Nya;
6. Roh Kesalehan, mohon hidup dalam kasih dan hormat kepada Allah;
7. Roh Takut akan Allah, agar senantiasa tunduk dalam kuasa dan kebesaran Allah.

Kegiatan Triduum I ini berperan penting dalam memantapkan hati para calon penerima sakramen karena Sakramen Krisma tidak sebatas sebagai tahapan dalam kehidupan Gereja Katolik, melainkan sebuah perutusan untuk menjadi Garam dan Terang di dunia.

Menghitung Hari Menuju Sakramen Krisma 2025

Kegiatan menuju Sakramen Krisma telah dimulai sejak Rekoleksi yang dilaksanakan pada Sabtu, 23 Agustus 2025 di Syantikara Youth Center sebagai momen pembuka pembinaan rohani secara intensif dalam mempersiapkan calon penerima sakramen. Selanjutnya, rangkaian dilanjutkan dengan Penguatan oleh Romo Paroki, yakni Romo Antonius Dadang Hermawan, Pr., dan Ujian Tulis pada Minggu, 31 Agustus 2025. Rangkaian Triduum dilaksanakan pada 1-3 September 2025 untuk mempersiapkan batin para calon penerima Sakramen Krisma secara lebih matang. Selain itu, pada Rabu, 3 September 2025 turut dilaksanakan Pembekalan Wali Krisma. Puncaknya, yakni Penerimaan Sakramen Krisma yang dilaksanakan pada Sabtu, 6 September 2025 di GMBA Maguwo.


Seluruh rangkaian menuju penerimaan Sakramen Krisma dirancang untuk membekali calon penerima secara menyeluruh baik secara intelektual, emosional, maupun spiritual agar siap menerima rahmat karunia besar dalam Sakramen Krisma. Semoga melalui rangkaian tersebut, para calon penerima Sakramen Krisma dapat melangkah dengan mantap sebagai Saksi Kristus yang penuh sukacita dan tanggung jawab. Mari kita turut menyongsong sukacita dan mendoakan para calon penerima Sakramen Krisma agar dapat mengikuti dengan baik dan menjadi garam dan terang dunia, mewartakan kasih Kristus di tengah keluarga, sekolah, lingkungan kerja, maupun masyarakat luas.

Dokumentasi kegiatan Triduum I Krisma 2025 dapat diakses melalui tautan berikut:

https://drive.google.com/drive/folders/1uNw2IZgCYmSK4NWIWsU9p0Bh2GMt2Uef

https://www.instagram.com/p/DOD8nvkkTmS/?img_index=9&igsh=bGc1Ymc3bXljOWE0

Persiapan Krisma 2025 di Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo


Minggu, 31 Agustus 2025 menjadi momentum penting bagi para calon penerima Sakramen Krisma di Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo. Sebagai bagian dari perjalanan rohani, mereka mengikuti rangkaian kegiatan pembekalan yang menguatkan iman sekaligus memantapkan hati untuk menerima kepenuhan rahmat Roh Kudus.

Agenda pertama adalah Peneguhan oleh Romo Paroki, Romo Antonius Dadang Hermawan Pr, yang berlangsung pukul 10.00 – 11.30 WIB. Dalam suasana penuh doa dan keheningan, Romo menyapa para calon krismawan dan krismawati dengan kata-kata penguatan. Romo menegaskan kembali makna mendalam Sakramen Krisma, yakni anugerah Roh Kudus yang meneguhkan iman dan mengutus setiap orang untuk menjadi saksi Kristus di tengah keluarga, Gereja, dan masyarakat. Melalui pengajaran, doa, dan berkat, para calon Krisma diteguhkan agar semakin siap membuka hati bagi karya Roh Kudus yang hidup dan berkarya.

Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan Ujian Tulis pada pukul 11.30 – 12.30 WIB. Ujian ini bukan sekadar evaluasi pengetahuan, melainkan juga kesempatan bagi para calon Krisma untuk merefleksikan pemahaman iman Katolik, ajaran Gereja, serta komitmen mereka dalam menghayati kehidupan Kristiani. Dengan demikian, mereka tidak hanya diperlengkapi secara intelektual, tetapi juga ditantang untuk menghidupi imannya dalam keseharian.

Melalui kedua agenda ini, para calon Krisma diajak untuk semakin menyadari bahwa penerimaan Sakramen Krisma bukan hanya sebuah ritual seremonial, melainkan sebuah panggilan untuk bertumbuh dewasa dalam iman, hidup dalam kasih, dan mewartakan Injil Kristus dengan kata serta perbuatan. Semoga Roh Kudus yang akan mereka terima kelak menjadi sumber kekuatan, peneguhan, dan sukacita dalam perjalanan hidup mereka sebagai bagian dari Gereja.

Bakti Liturgi JBS Joanes Bosco School di Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo


Pada hari Minggu, 31 Agustus 2025, Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo mendapat berkat istimewa melalui pelayanan bakti liturgi dari Joanes Bosco School (JBS). Dalam perayaan Ekaristi pagi ini, para siswa bersama para pendidik mempersembahkan talenta terbaik mereka untuk memuliakan Tuhan dan mendukung umat dalam doa serta pujian.

Koor yang dipimpin oleh Ibu Maria Verawati Alvares mengalun indah, mengangkat hati umat untuk semakin menghayati misteri Ekaristi Kudus. Suara nyanyian yang jernih dan penuh semangat iman berpadu dengan iringan musik ansambel yang dibimbing oleh Miss Desy, menghadirkan harmoni yang syahdu dan mendalam. Liturgi menjadi semakin hidup, khidmat, dan membawa umat masuk dalam suasana doa yang lebih dekat dengan Sang Sabda dan Tubuh Kristus.

Kehadiran JBS dalam bakti liturgi ini bukan hanya sebuah persembahan musik, melainkan juga ungkapan syukur dan kesaksian iman. Melalui nyanyian dan lantunan nada, mereka mewartakan kasih Allah serta mengajak umat untuk memuji dan memuliakan nama-Nya.

Semoga semangat pelayanan dari keluarga besar Joanes Bosco School ini menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus mengabdikan talenta dan karya kita demi kemuliaan Tuhan dan pelayanan Gereja-Nya.


Tim Pendamping Iman Keluarga Stasi Maguwo Ikuti Seminar Keluarga Katolik dan Apostolik

Sleman, Yogyakarta – Tim Pendamping Iman Keluarga (PIK) dari Stasi Maguwo yang berjumlah 10 orang turut ambil bagian dalam seminar keluarga yang diselenggarakan oleh Komisi Keluarga Kevikepan Yogyakarta Timur. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Aveon Jogja dengan tema “Keluarga yang Katolik dan Apostolik”, menghadirkan Romo Erwin Santoso, MSF sebagai narasumber utama.

Seminar yang diikuti sekitar 200 peserta ini menghadirkan suasana hangat dan penuh antusiasme. Romo Erwin dikenal memiliki gaya penyampaian yang cerdas, ringan, serta diselingi humor segar sehingga peserta mudah menangkap inti pesan yang dibawakan.

Dalam paparannya, Romo Erwin menekankan delapan poin penting yang perlu dijalankan oleh keluarga Katolik, yakni:

  1. Keluarga sebagai Gereja Kecil
  2. Pendidikan iman yang berkelanjutan
  3. Kesetiaan dan Sakramen Perkawinan
  4. Menghidupi nilai apostolik
  5. Komunikasi dan kerja sama dalam keluarga
  6. Partisipasi aktif dalam keuskupan dan paroki
  7. Meneladani hidup para santo, santa, dan rasul
  8. Memahami iman dan memberi kesaksian

Selain itu, Romo Erwin juga mengingatkan pentingnya pendidikan iman bagi anak-anak. Menurutnya, orang tua memiliki kewajiban mendampingi serta menanamkan iman Katolik secara berkesinambungan, baik di lingkungan rumah tangga maupun dalam hidup menggereja.

“Pendidikan iman bukanlah tugas sekali jadi, melainkan perjalanan yang terus-menerus. Anak-anak perlu melihat teladan nyata dari orang tuanya, agar iman itu benar-benar hidup dalam keseharian,” ujar Romo Erwin dalam sesi seminar.

Seminar ini tidak hanya memperkaya wawasan peserta, tetapi juga menjadi ajang penguatan bagi Tim Pendamping Iman Keluarga Stasi Maguwo. Dengan bekal materi yang diterima, mereka diharapkan semakin siap dalam mendampingi keluarga-keluarga Katolik agar semakin setia pada panggilan hidup beriman dan menjadi saksi Kristus di tengah masyarakat.

Pemilihan Ketua Dewan Pastoral Stasi Santa Maria Bunda Allah Maguwo


Dalam kehidupan Gereja Katolik, keterlibatan umat beriman menjadi bagian penting dalam membangun dan menghidupkan komunitas iman. Salah satu wujud nyata partisipasi tersebut tampak dalam struktur kepengurusan stasi, yaitu komunitas umat di tingkat lingkungan atau wilayah yang berada di bawah naungan paroki.

Pada hari minggu 24 Agustus 2025, umat Stasi Maguwo menggelar pemilihan Ketua Dewan Pastoral Stasi sebagai bagian dari upaya menjaga keberlangsungan pelayanan dan penggembalaan umat. Acara ini menjadi momen penting sekaligus sakral bagi seluruh umat karena tidak hanya memilih seorang pemimpin, tetapi juga seorang pelayan dan teladan iman.

Proses pemilihan diawali dengan doa bersama, memohon bimbingan Roh Kudus agar umat mampu menentukan pilihan yang bijak sesuai kehendak Tuhan. Suasana penuh persaudaraan semakin terasa ketika umat mendengarkan arahan dari Rm. Antonius Dadang Hermawan, Pr, selaku Pastor Paroki Maria Marganingsih Kalasan. Dalam arahannya, Romo Dadang menegaskan bahwa seorang pemimpin Kristiani hendaknya rendah hati, mau bekerja sama, siap sakit hati, penuh kasih, serta berkomitmen pada tugas Gereja.

Pada pemilihan kali ini, umat stasi maguwo sudah mengantongi 3 nama kandidat Ketua Dewan Stasi, yaitu pada kandidat pertama ada Bapak Fransiskus Xaverius Dwi Istiya Rusiawan, kemudian yang kedua ada Bapak Yohanes Agung Prasetya Putra (sekaligus adalah Petahana), dan yang ketiga ada Bapak Yohanes Saptanto Sarwo Basuki. Merekalah orang-orang yang terpilih dan dipilih oleh umat stasi maguwo.

Setelah dilakukan penghitungan suara, ketua dewan stasi terpilih adalah Bapak Yohanes Agung Prasetya Putra, sebagai Ketua Dewan Pastoral Stasi St. Maria Bunda Allah Maguwo periode 2026 – 2028. Jabatan Ketua Stasi bukan hanya menjadi “pemimpin”, tetapi terutama seorang gembala kecil di tengah umat, yang membantu pastor paroki dalam mengkoordinasi kegiatan rohani maupun sosial, seperti perayaan liturgi, kunjungan pastoral, pelayanan kepada kaum miskin, dan pembinaan iman umat, kaum muda dan anak-anak. Tugas ini tentu tidak ringan, namun mulia, karena semuanya dijalankan demi kemuliaan Allah dan kesejahteraan umat-Nya.

Momen pemilihan ketua dewan pastoral stasi ini juga menjadi kesempatan bagi umat untuk semakin menyadari panggilan mereka sebagai Gereja yang hidup, di mana setiap orang mengambil bagian dalam perutusan Kristus. Dengan semangat kebersamaan, mereka percaya bahwa siapa pun yang dipilih adalah alat Tuhan yang diutus untuk membimbing dan menguatkan iman komunitas. Akhirnya, seluruh rangkaian acara ditutup dengan doa dan harapan agar pemimpin baru mampu menjalankan tugasnya dengan rendah hati, penuh kasih, serta selalu mengandalkan kekuatan dari Tuhan.


https://www.instagram.com/komsosgmba?igsh=MTV0cmtoOHcwdHVucw==

Sehat Jiwa, Sehat Raga: Cek Kesehatan GMBA


24 Agustus 2025, di bawah naungan langit biru yang cerah, halaman Gereja Maria Bunda Allah pagi itu tidak hanya dipenuhi oleh doa dan puji-pujian, tetapi juga semangat pelayanan yang nyata. Pemandangan puluhan umat yang antusias berbaris rapi mengikuti cek kesehatan gratis. Ini adalah wujud nyata dari iman yang tidak hanya berdiam dalam hati, tetapi juga bergerak melayani sesama. Inisiatif ini digagas oleh  timpel kesehatan stasi maguwo dan didukung penuh oleh para tenaga medis dari rumah sakit Panti Rini yang bersedia menyumbangkan waktu dan keahlian mereka demi kesehatan umat maguwo.

Udara di sekitar gazebo terasa hangat, bukan hanya karena mentari, tetapi juga karena interaksi penuh keakraban. Umat dengan sabar menanti giliran untuk diperiksa tekanan darah, gula darah, asam urat, dan kolesterol. Di sudut lain setelah pemeriksaan ada umat yang bertanya tentang kondisi kesehatannya. Kegiatan ini menciptakan suasana kekeluargaan yang erat, di mana setiap orang merasa dihargai dan diperhatikan. Lebih dari sekadar pemeriksaan medis, momen ini menjadi ajang silaturahmi, berbagi cerita, dan membangun kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kesehatan fisik sebagai anugerah Tuhan. Tidak lupa juga untuk berterimakasih kepada Panti Rini yang telah membantu cek kesehatan yang dihadiri 100 umat GMBA. Cek kesehatan gratis merupakan program unggulan yang diadakan rutin oleh tim kesehatan maguwo

Cek kesehatan gratis ini ditutup dengan senyum dan rasa syukur yang terpancar dari wajah setiap orang. Gereja Maria Bunda Allah sekali lagi membuktikan perannya sebagai pusat spiritual dan sosial yang peduli. Melalui kegiatan ini, pesan iman diterjemahkan menjadi tindakan nyata: bahwa cinta kepada Tuhan dan sesama adalah dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Harapannya, kegiatan serupa dapat terus diadakan, menjadi jembatan antara kebutuhan fisik dan spiritual, serta menginspirasi lebih banyak orang untuk berbagi kasih dalam bentuk yang paling sederhana namun bermakna.

 

 

Sosialisasi BKSN 2025 di Stasi Maguwo


Jumat, 22 Agustus 2025, umat Stasi Maguwo berkumpul dalam suasana penuh sukacita untuk mengikuti sosialisasi Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2025. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah penting dalam mempersiapkan umat agar semakin siap menyambut bulan yang secara khusus didedikasikan untuk mendalami dan menghidupi Sabda Tuhan.

Acara ini dihadiri oleh Bapak/Ibu Ketua Lingkungan (Kaling), para Pewarta Lingkungan, serta turut hadir pula Suster, yang memberikan dukungan penuh dan meneguhkan semangat kebersamaan. Kehadiran mereka menambah kekhidmatan dan keseriusan umat dalam memahami pesan serta arah dasar pelaksanaan BKSN tahun ini.

Dalam kesempatan tersebut, disampaikan tema besar BKSN 2025 beserta bahan pendalaman yang akan digunakan di lingkungan. Para pewarta juga mendapat pengarahan bagaimana menyampaikan bahan bacaan secara sederhana namun mendalam, sehingga umat dapat lebih mudah memahami isi Kitab Suci dan mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari.

Sosialisasi ini bukan sekadar teknis penyampaian materi, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan, dialog, dan pembekalan rohani bersama. Semua yang hadir diajak untuk menyadari bahwa Bulan Kitab Suci adalah kesempatan emas untuk menimba inspirasi hidup dari Sabda Allah, baik di tengah keluarga, lingkungan, maupun masyarakat luas.

Suasana pertemuan terasa hangat, akrab, dan penuh semangat sinodalitas—semangat berjalan bersama sebagai umat beriman. Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan seluruh lingkungan di Stasi Maguwo siap melaksanakan rangkaian kegiatan BKSN 2025 dengan penuh antusias, sehingga Sabda Allah sungguh hidup dan bertumbuh di tengah umat.

Visitasi Stasi Maguwo: Tonggak Iman Menuju Paroki Administratif


Hari Rabu, 20 Agustus 2025, akan selalu tercatat sebagai momen istimewa bagi umat Stasi Maguwo. Bertempat di Gereja Santa Maria Bunda Allah, umat menyambut dengan sukacita Visitasi dari Keuskupan Agung Semarang (KAS), sebuah proses penting yang menjadi pintu gerbang menuju status baru sebagai Paroki Administratif.

Tim visitasi dari Keuskupan Agung Semarang dipimpin oleh Vikaris Jenderal KAS, Romo FX. Sugiono Pr, yang hadir bersama Romo Kevikepan Jogja Timur Romo Andrianus Maradiyo Pr serta Romo Paroki Kalasan Romo Antonius Dadang Hermawan Pr. Kehadiran para gembala Gereja ini tidak sekadar memenuhi agenda administratif, melainkan menjadi tanda kasih dan perhatian Gereja induk kepada umat Maguwo yang terus bertumbuh dalam iman.

Turut hadir pula Dewan Harian Paroki Kalasan, para Ketua Wilayah dan Ketua Lingkungan, perwakilan Katekis, perwakilan Suster Kongregasi, dan kaum muda. Kehadiran mereka menjadi cerminan indah bahwa perjalanan menuju paroki administratif bukanlah jalan yang ditempuh sendirian, melainkan langkah bersama dalam semangat sinodalitas: berjalan bersama, mendengarkan, dan saling meneguhkan.

Rangkaian acara berlangsung penuh khidmat. Pembukaan dipandu oleh Saudara Danang Afriadi, dilanjutkan dengan presentasi profil Stasi Maguwo oleh Bapak Andreas Keso Muda, yang menampilkan wajah Gereja yang hidup: umat yang aktif, pelayanan yang berjalan, dan iman yang terus bertumbuh. Tim visitasi kemudian memberikan tanggapan dengan menyoroti tiga bidang utama: tata penggembalaan, tata kelola harta benda dan keuangan, serta tata kelola administrasi. Semua catatan yang diberikan ibarat lentera, yang menerangi jalan Stasi Maguwo menuju kedewasaan dalam menggereja.

Acara visitasi ditutup dengan room tour serta makan malam bersama. Lebih dari sekadar melihat gedung dan fasilitas, momen ini menghadirkan keakraban, persaudaraan, dan sukacita yang sederhana namun penuh makna.

Harapan Iman Umat Maguwo

Visitasi ini bukanlah akhir, melainkan awal dari babak baru perjalanan iman. Umat Stasi Maguwo diajak untuk semakin tekun, setia, dan terbuka dalam membangun Gereja yang melayani. Harapan kami, semoga catatan dan arahan dari tim visitasi menjadi dasar kuat untuk pembenahan dan pertumbuhan, sehingga seluruh bidang pelayanan dapat semakin kokoh.

Dengan tuntunan Roh Kudus, pendampingan para Romo, serta dukungan penuh Keuskupan Agung Semarang, umat Stasi Maguwo percaya bahwa status Paroki Administratif bukan sekadar gelar, melainkan panggilan untuk semakin menghadirkan Kerajaan Allah di tengah dunia.

Semoga Tuhan yang telah memulai karya baik ini, menyempurnakan dan memberkati perjalanan umat Stasi Maguwo, agar semakin menjadi Gereja yang hidup, bersaudara, dan misioner.


https://www.instagram.com/stories/komsosgmba/3703284618985132985?igsh=eHQ4djdtejFsdGsz