Panggilan Baptisan: Berpartisipasi Aktif dengan Iman dan Kasih

KATEKESE LITURGI – FEBRUARI 2026

Misa Bukan Menonton, Tapi Melibatkan Diri
Pernahkah Anda merasa seperti “penonton” saat Misa? Datang, duduk, diam, lalu pulang? Padahal, kehadiran kita di Gereja bukan seperti menonton film di bioskop. Melalui Baptisan, kita semua dipanggil untuk menjadi pemeran utama dalam doa bersama Gereja.

Mengapa Kita Harus Aktif?
Berdasarkan Pedoman Umum Misale Romawi (PUMR), partisipasi kita itu:

  • Adalah Hak dan Kewajiban: Karena sudah dibaptis, Anda punya “tiket resmi” dan tanggung jawab untuk ikut serta dalam ibadat. Ini adalah hak istimewa kita sebagai anak-anak Allah (PUMR 18).
  • Tuntutan Ibadat itu Sendiri: Liturgi (Misa) baru menjadi hidup jika umatnya terlibat. Tanpa umat yang ikut menyahut dan berdoa, ada sesuatu yang kurang dari perayaan tersebut.

Gimana Sih Cara “Terlibat Aktif” Itu?
Partisipasi yang benar melibatkan dua hal utama (PUMR 386):

  1. Jiwa dan Raga (Luar & Dalam):
    • Raga: Kita ikut berdiri, berlutut, menjawab salam imam, bernyanyi, dan mendengarkan. Tubuh kita ikut berdoa.
    • Jiwa: Pikiran dan hati kita sungguh-sungguh tertuju pada apa yang sedang terjadi di altar, bukan melamunkan jemuran atau pekerjaan di rumah.
  2. Bahan Bakarnya adalah Iman, Harapan, dan Kasih: Kita aktif bukan karena terpaksa atau supaya dilihat orang, tapi karena kita percaya (Iman) pada Tuhan, berharap (Harapan) pada berkat-Nya, dan mencintai (Kasih) Allah serta sesama jemaat.

Umat yang Bahagia = Umat yang Terlibat
Apa hubungannya ikut Misa dengan kebahagiaan? Umat yang bahagia adalah umat yang merasa “memiliki” Gerejanya. Saat kita terlibat aktif—entah itu menjawab “Amin” dengan mantap, bernyanyi dengan semangat, atau sekadar tersenyum tulus saat salam damai—hati kita akan terasa lebih penuh dan damai.

Keterlibatan dalam liturgi adalah tanda bahwa iman kita sedang “menyala”.
Pertanyaan Refleksi

  1. Selama ini, apakah saya mengikuti Misa hanya sebagai kebiasaan, atau sungguh sebagai ungkapan iman karena saya sudah dibaptis?
  2. Hal sederhana apa yang bisa saya perbaiki agar partisipasi saya dalam liturgi semakin aktif, penuh perhatian, dan membawa sukacita?

Tips Sederhana Minggu Ini:

  • Matikan HP: Berikan waktu sepenuhnya untuk Tuhan tanpa gangguan.
  • Suarakan Doamu: Jangan ragu untuk menjawab doa-doa Misa dengan suara yang jelas (bukan berteriak, tapi mantap).
  • Resapi Nyanyian: Cobalah untuk ikut bernyanyi, karena bernyanyi adalah berdoa dua kali!

“Menata Pelayanan 2026: Rapat Pleno Stasi Maguwo dalam Semangat Ardas 9”


Stasi Maguwo menyelenggarakan Rapat Pleno Tahun 2026 pada Rabu, 28 Januari 2026, bertempat di Gereja Santa Maria Bunda Allah Maguwo. Rapat pleno ini menjadi momentum strategis untuk meneguhkan arah pelayanan Stasi Maguwo agar semakin selaras dengan Arah Dasar Gereja (Ardas) ke-9, yang mengajak Gereja untuk hadir secara membahagiakan, menyejahterakan, dan menginspirasi.

Rapat pleno dihadiri oleh seluruh anggota Dewan Pastoral Harian (DPH) Stasi Maguwo, seluruh koordinator tim pelayanan beserta anggota, seluruh Ketua Wilayah, serta seluruh Ketua Lingkungan Stasi Maguwo. Kehadiran seluruh unsur pelayanan ini mencerminkan semangat kebersamaan dan partisipasi aktif umat dalam membangun Gereja yang hidup.

Turut hadir pula tamu dari Paroki Kalasan, yakni Wakil Ketua II, Bendahara Paroki, dan Sekretaris Paroki, sebagai wujud dukungan dan sinergi antar unit pastoral.

Agenda rapat pleno mencakup pemaparan laporan pertanggungjawaban keuangan Tahun 2025, pemaparan rencana anggaran Tahun 2026, pemaparan Program Ardas Tahun 2026, serta pemaparan program kerja masing-masing bidang pelayanan untuk Tahun 2026. Seluruh pemaparan dilakukan secara terbuka dan bertanggung jawab sebagai bentuk komitmen terhadap tata kelola pelayanan dan keuangan yang transparan dan akuntabel.

Rapat dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan pendalaman, yang berlangsung dalam suasana dialogis dan membangun. Melalui proses ini, seluruh peserta diajak untuk semakin memahami arah, tujuan, serta implementasi program pelayanan agar sungguh berdampak bagi kehidupan iman umat dan masyarakat.

Sebagai keputusan bersama, Rencana Anggaran Biaya (RAB) Tahun 2026 Stasi Maguwo disahkan oleh Pastor Paroki, Romo Antonius Dadang Hermawan, Pr, setelah seluruh peserta rapat yang hadir menyatakan persetujuan. Pengesahan ini menjadi dasar resmi pelaksanaan program dan kegiatan pelayanan Stasi Maguwo Tahun 2026, sekaligus penegasan komitmen bersama untuk mewujudkan Gereja yang semakin membahagiakan, menyejahterakan, dan menginspirasi, sejalan dengan semangat Ardas ke-9.

Merawat Kebersamaan, Meneruskan Pelayanan

Serah Terima Kepengurusan, Sosialisasi Pembangunan di Lingkungan St. Fransiskus Asisi

Pada Kamis malam, 15 Januari 2026, umat Lingkungan St. Fransiskus Asisi kembali berkumpul dalam suasana penuh kehangatan di kediaman Bapak Paulus Prasetyo, “Joglo Prasetyan”, Meguwo. Pertemuan ini menjadi lebih dari sekadar doa rutin lingkungan, malam itu juga menjadi momen penting estafet pelayanan melalui serah terima kepengurusan lingkungan.

Doa bersama dipimpin oleh Bapak Rusdiyanto, dilanjutkan dengan prosesi serah terima pengurus periode 2023–2025 kepada pengurus baru periode 2026–2028. Dalam sambutannya, Bapak Jondit selaku Ketua Lingkungan periode sebelumnya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan seluruh umat selama masa pelayanannya. Beliau mengungkapkan bahwa berbagai tugas dan tanggung jawab dapat diselesaikan dengan baik berkat kebersamaan dan partisipasi umat. Dengan penuh kerendahan hati, Bapak Jondit juga menyatakan dukungan dan harapan terbaik bagi pengurus baru yang akan melanjutkan pelayanan.

Sebagai simbol tanggung jawab dan transparansi, Bapak Jondit menyerahkan laporan keuangan, laporan inventaris, berkas-berkas administrasi lingkungan, serta cap lingkungan kepada Ketua Lingkungan terpilih periode 2026–2028.

Sebagai ungkapan terima kasih dan apresiasi, umat Lingkungan St. Fransiskus Asisi yang diwakili oleh Bapak dan Ibu Felix menyerahkan kenang-kenangan berupa gambar karikatur berbingkai kepada Bapak dan Ibu Jondit. Sebuah hadiah sederhana namun sarat makna, sebagai tanda kasih dan penghargaan atas dedikasi yang telah diberikan. Doa dan harapan pun dipanjatkan agar keluarga Bapak dan Ibu Jondit beserta keluarga senantiasa dilimpahi kebahagiaan dan berkat Tuhan.

Memasuki periode kepengurusan yang baru, umat berharap agar pengurus Lingkungan St. Fransiskus Asisi dapat melanjutkan nilai-nilai baik yang telah diteladankan, serta membawa lingkungan semakin maju, guyub, dan erat dalam semangat persaudaraan serta pelayanan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi rencana pembangunan Gereja Maria Bunda Allah (GMBA) yang disampaikan oleh Tim Panitia Pembangunan, diwakili oleh Bapak Ande, Bapak Pangat, dan Bapak Danang. Panitia memaparkan latar belakang serta garis besar rencana pembangunan gereja yang diharapkan dapat memasuki tahap pertama pada Juni 2026. Pembangunan ini diharapkan menjadi langkah penyempurnaan sarana gereja demi menunjang kehidupan iman umat nantinya.

Sebagai bentuk partisipasi umat, panitia memperkenalkan program penjualan Kupon Kemurahan Hati seharga Rp20.000 per kupon. Seluruh umat diajak untuk terlibat aktif, dimulai dari kontribusi paling sederhana. Dalam sesi ini, umat juga menyampaikan berbagai tanggapan dan pertanyaan, di antaranya terkait pengembangan lahan parkir yang saat ini terbatas serta kemungkinan kontribusi dalam bentuk non-tunai seperti material bangunan. Diskusi berlangsung terbuka, hangat, dan menunjukkan antusiasme serta dukungan penuh umat terhadap rencana pembangunan GMBA.

Menjelang akhir pertemuan, Ketua Lingkungan yang baru menyampaikan pengumuman terkait tugas-tugas terdekat. Acara resmi kemudian ditutup, namun kehangatan kebersamaan masih terasa. Sejumlah umat tetap tinggal, melanjutkan obrolan ringan dan berbagi cerita dalam suasana santai dan penuh keakraban, sebuah potret sederhana namun bermakna dari hidup menggereja yang tumbuh dalam kebersamaan.

Surat Gembala KAS 2026: Mengawali Perjalanan ARDAS IX


Sumber : https://kas.or.id/surat-gembala-menyambut-arah-dasar-ix-keuskupan-agung-semarang/

Keuskupan Agung Semarang mengawali tahun 2026 dengan sebuah ajakan iman yang penuh harapan melalui Surat Gembala Menyambut Arah Dasar (ARDAS) IX KAS, yang dibacakan pada Pesta Pembaptisan Tuhan, 10–11 Januari 2026. Surat gembala ini menjadi penanda dimulainya perjalanan pastoral lima tahun ke depan (2026–2030) bagi seluruh umat KAS.

Dalam surat gembala tersebut, Uskup Agung Semarang, Mgr. Robertus Rubiyatmoko, mengajak seluruh umat untuk bersyukur atas perjalanan ARDAS VIII (2021–2025) dengan tema “Tinggal dalam Kristus dan Berbuah”. Selama lima tahun terakhir, umat diajak untuk meneguhkan kembali dasar hidup beriman: membangun relasi yang hidup dengan Kristus, terutama di tengah berbagai tantangan zaman. Dari relasi inilah buah iman, harapan, kasih, kepedulian, dan semangat melayani diharapkan terus bertumbuh.

Memasuki ARDAS IX, Gereja KAS diajak melangkah lebih jauh untuk mewujudkan buah-buah iman tersebut secara nyata dalam kehidupan bersama. Tema “Menjadi Gereja yang Bahagia, Menginspirasi, dan Menyejahterakan” bukan sekadar slogan, melainkan arah perjalanan bersama seluruh umat Allah. Kata “menjadi” menegaskan bahwa Gereja sedang dan terus berproses—sebuah perjalanan iman yang dinamis dan melibatkan semua orang: anak-anak, orang muda, keluarga, lansia, umat awam, biarawan-biarawati, dan para imam.

Gereja yang bahagia bukan berarti tanpa masalah, tetapi Gereja yang hidup dalam pengharapan karena berakar pada kasih dan keselamatan Kristus. Gereja yang menginspirasi adalah Gereja yang memberi kesaksian melalui hidup yang jujur, sederhana, peduli, dan melayani. Sementara itu, Gereja yang menyejahterakan adalah Gereja yang hadir secara nyata dalam kehidupan manusia secara utuh—rohani, jasmani, sosial, dan ekologis—terutama bagi mereka yang kecil, lemah, miskin, tersingkir, dan difabel.

Melalui surat gembala ini, umat juga diajak untuk menghidupi ARDAS IX secara konkret:

  • di keluarga, dengan menciptakan rumah yang penuh kasih, doa, dan pengampunan;
  • di lingkungan dan paroki, dengan semangat kebersamaan, gotong royong, dan sinodalitas;
  • serta di tengah masyarakat, dengan menjadi saksi Kristus melalui kejujuran, solidaritas, dan kepedulian terhadap sesama dan alam ciptaan.

Mengakhiri surat gembalanya, Bapa Uskup menegaskan bahwa sebagaimana Yesus diteguhkan oleh kasih Bapa saat pembaptisan-Nya, demikian pula seluruh umat KAS diteguhkan sebagai umat yang dikasihi Allah dan diutus oleh-Nya. Dengan penyertaan Roh Kudus, Keuskupan Agung Semarang diajak melangkah bersama untuk sungguh menjadi Gereja yang bahagia, menginspirasi, dan menyejahterakan.

Rapat Evaluasi Perayaan Natal GMBA 2025 Berlangsung Penuh Syukur dan Sukacita

Rapat Evaluasi Perayaan Natal GMBA 2025 Gereja Maria Bunda Allah (GMBA) Maguwo berlangsung pada Senin, 5 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi momen refleksi bersama atas seluruh rangkaian perayaan Natal yang telah terlaksana dengan baik dan lancar. Dalam rapat tersebut, Ketua Panitia Natal GMBA 2025, Bapak Felix Ferdian, secara resmi menyerahkan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) kepada Ketua Stasi GMBA, Bapak Yohanes Agung Prasetya. Penyerahan LPJ ini menjadi tanda berakhirnya masa tugas kepanitiaan sekaligus wujud transparansi dan tanggung jawab pelayanan kepada umat.

Ketua Stasi GMBA, Bapak Yohanes Agung Prasetya, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia serta umat yang telah terlibat aktif. Ia menegaskan bahwa keberhasilan Perayaan Natal GMBA 2025 merupakan buah dari kerja sama yang solid, semangat gotong royong, dan pelayanan yang dilandasi iman serta kasih. Rapat evaluasi juga diisi dengan penyampaian masukan dan refleksi dari berbagai bidang. Berbagai catatan positif mengemuka, mulai dari koordinasi panitia yang berjalan baik, partisipasi umat yang tinggi, hingga suasana perayaan Natal yang khidmat, tertib, dan penuh sukacita. Beberapa catatan teknis turut menjadi bahan pembelajaran untuk penyelenggaraan kegiatan di masa mendatang.

Rapat evaluasi ini menghasilkan kesimpulan yang membahagiakan, yakni Perayaan Natal GMBA 2025 dinilai sukses dan membawa dampak positif bagi kehidupan menggereja umat. Semangat kebersamaan semakin kuat, rasa syukur semakin mendalam, dan nilai-nilai Natal sungguh dihidupi dalam pelayanan nyata.

Epifani Terang Kasih: Pelantikan Dewan Stasi dan Pengurus Baru Stasi Maguwo 2026–2028“


Minggu, 4 Januari 2026 menjadi hari yang penuh makna bagi keluarga besar Stasi Maguwo, karena bertepatan dengan perayaan Hari Raya Penampakan Tuhan (Epifani) — sebuah perayaan liturgi yang mengingatkan kita akan penampakan Kristus sebagai Terang bagi semua bangsa. Epifani sendiri berasal dari kata Yunani epiphaneia yang berarti penampakan atau manifestasi, merujuk pada bagaimana Yesus Kristus dinyatakan kepada dunia, terutama melalui kunjungan para Majus dari Timur yang datang menyembah-Nya sebagai Raja dan Juruselamat. Catholic Holidays

Perayaan misa di Stasi Maguwo berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan sukacita. Liturgi dipenuhi oleh parade koor dari 17 lingkungan yang menyemarakkan suasana misa dengan nyanyian yang mengangkat pujian kepada Allah. Harmoni suara yang bergema di gereja menjadi doa dan syukur umat atas penyertaan Tuhan dalam setiap langkah hidup dan pelayanan.

Misa dipimpin oleh Romo Antonius Dadang Hermawan, Pr, yang menyampaikan homili penuh inspirasi. Dalam khotbahnya, Romo Dadang mengajak seluruh umat untuk merenungkan misteri Epifani sebagai momen di mana Yesus Kristus dinyatakan kepada seluruh umat manusia, dan bagaimana peristiwa ini mengajak kita semua untuk hidup sebagai saksi terang di tengah dunia. Catholic Holidays

Momentum semakin sakral ketika ujub misa disematkan untuk memperingati pesta nama pelindung gereja, yaitu Santa Maria Bunda Allah. Ujub ini menjadi bentuk penghormatan dan doa umat kepada Santa Maria sebagai Bunda Yesus Kristus — teladan iman yang taat dan hamba Allah yang setia — sekaligus pengharapan kepada Maria sebagai Bunda yang menuntun kita untuk selalu mendekatkan hati kepada Kristus.


Puncak Perayaan: Pelantikan Dewan Stasi 2026–2028

Puncak dari perayaan ini adalah **pelantikan Dewan Stasi serta Ketua Wilayah, Ketua Lingkungan, dan seluruh Tim Pelayanan Stasi Maguwo periode 2026–2028. Dengan penuh khidmat, para pengurus baru mengucapkan janji pelayanan di hadapan Allah, imam, dan seluruh umat yang hadir.

Suasana gereja dipenuhi dengan rasa hormat dan haru ketika satu per satu pengurus maju untuk mengikrarkan komitmen mereka — janji untuk melayani dengan setia, rendah hati, dan penuh kasih. Momen ini bukan sekadar seremonial organisasi, tetapi merupakan tindakan iman yang mendalam, di mana setiap pengurus menyadari tugas dan panggilan mereka sebagai pelayan umat dalam gereja. Janji yang diucapkan bukan hanya kepada sesama manusia, tetapi di hadapan Allah, yang menjadi sumber kekuatan dan pengharapan dalam setiap pelayanan.


Wejangan Penutup Rohani

Di akhir misa, Romo Antonius Dadang Hermawan, Pr memberikan wejangan yang menguatkan. Beliau menegaskan bahwa pelayanan bukanlah sekadar tugas administratif, tetapi panggilan hidup yang harus dijalani dengan hati yang penuh iman, semangat, dan ketulusan kasih. Romo Dadang mengajak pengurus terlantik untuk senantiasa mengandalkan Tuhan dalam setiap langkah pelayanan, menjadikan setiap tindakan sebagai saksi kasih Kristus yang membawa terang ke tengah umat.

Perayaan pelantikan ini menjadi tanda bahwa komunitas Stasi Maguwo terus melangkah maju dalam iman dan pelayanan, membawa terang Kristus yang bersinar di tengah dunia, sebagaimana diwartakan dalam makna Hari Raya Penampakan Tuhan. Semoga setiap pengurus baru dapat hidup dalam terang kasih Kristus, setia melayani, dan menjadi berkat bagi seluruh umat Stasi Maguwo.

Supervisi Perdana Stasi Maguwo: Langkah Baru Menuju Pelayanan yang Semakin Tertata dan Berdaya Guna


Senin malam, 8 Desember 2025, Stasi Maguwo menorehkan langkah bersejarah melalui pelaksanaan supervisi perdana. Untuk pertama kalinya, seluruh tata di stasi Maguwo menjalani proses pendampingan, peninjauan, dan evaluasi menyeluruh dari Kevikepan Jogja Timur dan Keuskupan Agung Semarang. Supervisi ini dipimpin langsung oleh Romo Maradiyo, Pr, selaku Vikep Kevikepan Jogja Timur, bersama tim supervisi gabungan yang memiliki pengalaman luas dalam tata kelola gereja.

Hadir pula Romo Antonius Dadang Hermawan Pr Pastor Paroki Kalasan, dan Romo Yohanes Ngatmo Pr Vikaris Paroki, yang memberikan dukungan penuh bagi pengembangan Stasi Maguwo. Kehadiran kedua romo tersebut menghadirkan suasana penuh semangat dan mempertegas bahwa perjalanan pastoral Stasi Maguwo selalu mendapat pendampingan yang hangat.

Suasana Supervisi: Serius Tapi Santai, Formal Tapi Tetap Hangat

Sejak para romo dan tim supervisi tiba, suasana sudah terasa akrab. Tidak ada ketegangan, tidak ada kesan “diadili”—yang ada justru semangat dialog, belajar, dan bertumbuh bersama.

Setelah doa pembuka, supervisi dibagi ke dalam tiga kelompok tata yang dikerjakan secara paralel:

1. Tata Kelola Administrasi

Peninjauan meliputi dokumen-dokumen penting, tata arsip, alur surat-menyurat, pelaporan kegiatan, hingga sistem komunikasi internal.

2. Tata Kelola Harta Benda

Tim meninjau inventaris gereja, aset, mekanisme penggunaan dana, transparansi pengelolaan, serta perencanaan pengembangan sarana prasarana.

3. Tata Penggembalaan

Pada bagian ini, pembahasan berlangsung cukup mendalam. Bidang pewartaan menjadi sorotan khusus melalui evaluasi atas program FIBB (Formatio Iman Berjenjang dan Berkelanjutan)—apakah sudah berjalan, bagaimana pendampingannya, dan sejauh mana program ini membantu memperkuat iman umat di lingkungan.

Selain pewartaan, supervisi juga meninjau bidang:

  • Kemasyarakatan
  • Litbang
  • Liturgi dan Peribadatan
  • Paguyuban
  • Rumah Tangga Gereja

Seluruh bidang ini dievaluasi menggunakan checklist supervisi resmi, sehingga jelas mana yang sudah baik, mana yang perlu diperkuat, dan mana yang butuh pendampingan lanjutan. Prosesnya berjalan hangat, penuh tanya jawab, diselingi tawa kecil yang membuat suasana tetap ringan meskipun yang dibahas serius.

Dalam diskusi, banyak insight muncul, seperti pentingnya perencanaan pastoral yang lebih menyentuh kebutuhan umat, penguatan komunikasi antarbidang, serta penyusunan program FIBB yang lebih terarah.


Belajar Bersama, Bertumbuh Bersama

Nilai utama supervisi malam itu adalah kemitraan. Tim supervisi tidak hanya menilai, tetapi juga memberi contoh, masukan, dan pengalaman terbaik. Pengurus Stasi Maguwo menyambut semua masukan dengan terbuka. Banyak catatan positif dicatat sebagai kekuatan stasi—mulai dari semangat para pengurus, kerapian data, hingga kreativitas dalam menyelenggarakan kegiatan umat.


Pembacaan Rekomendasi: Menyusun Arah Langkah ke Depan

Menjelang akhir, seluruh peserta berkumpul kembali untuk mendengarkan rekomendasi-rekomendasi dari ketiga tata. Rekomendasi ini menjadi pegangan penting bagi pengurus untuk menyusun langkah tindak lanjut, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Mulai dari perbaikan administrasi, penataan aset, hingga penguatan pastoral dan pengelolaan harta benda


Penutup yang Hangat: Makan Malam Bersama

Acara kemudian ditutup dengan makan malam bersama di teras depan gereja. Pengurus stasi, para romo, serta tim supervisi duduk bercampur, berbagi cerita ringan, dan menikmati suasana malam Maguwo yang sejuk. Kehangatan itu menjadi pengingat bahwa Gereja bukan hanya soal laporan dan data, tetapi komunitas yang hidup dan terus bertumbuh bersama.


Melangkah Maju Bersama

Supervisi perdana ini bukan sekadar agenda formal—melainkan sebuah tonggak bagi Stasi Maguwo untuk melihat diri, memperbaiki kekurangan, dan menguatkan apa yang sudah berjalan baik. Dengan semangat yang sama, Stasi Maguwo siap melangkah menuju tata kelola, pelayanan, dan penggembalaan yang semakin tertata dan semakin melayani.

Jadwal Misa Natal Gereja Maguwo 2025

Berikut adalah Jadwal Misa Natal Tahun 2025 di Gereja Maria Bunda Allah Stasi Maguwo

MisaMisa Vigili Natal
Hari, tanggalRabu, 24 Desember 2025
WaktuPukul 18.00 WIB
BahasaBahasa Indonesia
MisaMisa Natal Pagi
Hari, tanggalKamis, 25 Desember 2025
WaktuPukul 08.00 WIB
BahasaBahasa Indonesia

Ziarah dan Rekreasi Bersama Umat Lingkungan St. Fransiskus Asisi

“Bersama Asisi, Bahagia, Beriman”

Hari Minggu, 23 November 2025 menjadi hari yang ditunggu-tunggu oleh umat Lingkungan St. Fransiskus Asisi, Stasi Maguwo. Setelah beberapa minggu mempersiapkan acara, akhirnya kegiatan Ziarah dan Rekreasi yang sudah lama dirindukan ini dapat terlaksana. Tahun ini, rombongan mengunjungi empat lokasi sekaligus: Kerkof Muntilan, Goa Maria Pereng, Bukit Cinta Rawapening, dan Kebun Bagus Salatiga.

Selain untuk memperdalam iman melalui ziarah, kegiatan ini juga dirancang agar umat lintas usia, anak-anak, OMK, dewasa, hingga para lansia bisa saling mengenal, bercengkrama, dan menikmati waktu yang penuh sukacita. Dari 50 orang yang mendaftar, sebanyak 42 umat hadir dan berangkat bersama. Meskipun jumlahnya sedikit berkurang, semangat kebersamaan tetap terasa penuh sejak pagi.

Pagi Dimulai Dengan Doa dan Sukacita

Rombongan mulai berkumpul sejak pagi di kediaman Ibu Lita. Setelah semua siap, kami memulai perjalanan panjang hari itu dengan doa pembuka yang dipimpin oleh Bapak Prodiakon, Bapak Yuli.

Tak lupa, kami mengambil momen untuk berfoto bersama dan merekam video yel-yel khas lingkungan Asisi:
“Asisi, Bersama, Bahagia, Beriman!”
Suasana pagi itu terasa hangat, penuh antusiasme, seperti layaknya satu keluarga besar yang hendak berwisata bersama.

Pukul 06.45, bus besar membawa kami memulai perjalanan.

Perhentian Pertama: Kerkof Muntilan

Perjalanan menuju Muntilan berjalan lancar, dan kami tiba sekitar pukul 07.30. Cuaca cerah membuat suasana ziarah di Kerkof terasa damai. Setelah foto bersama, umat diberi waktu untuk doa pribadi di area pemakaman yang penuh sejarah ini. Masing-masing membawa doa, harapan, dan rasa syukur dalam hati.

Setelah sekitar 30 menit, kami kembali naik bus dan melanjutkan perjalanan ke Goa Maria Pereng Salatiga.

Karaoke, Kuis, dan Tawa Sepanjang Jalan

Perjalanan menuju Goa Maria Pereng memakan waktu sekitar 90 menit. Namun kebersamaan selalu membuat waktu berlalu lebih cepat.
Di dalam bus, panitia memutar lagu-lagu yang langsung disambut heboh oleh umat. Karaoke spontan pun pecah.

Panitia juga menyiapkan kuis berhadiah doorprize, yang membuat suasana makin meriah. Ada yang serius menjawab, ada yang asal tebak sambil tertawa, semuanya dinikmati dengan gembira.

Perhentian Kedua: Goa Maria Pereng, Hening Dalam Doa

Kami tiba di Goa Maria Pereng pukul 09.45. Setelah berfoto bersama, umat melaksanakan Jalan Salib dengan suasana hening dan penuh penghayatan. Setiap perhentian mengingatkan kami untuk kembali menata hati dan memaknai perjalanan hidup masing-masing.

Selesai Jalan Salib, umat diberi waktu untuk doa pribadi di sekitar goa. Tempat yang teduh dan sejuk menambah kekhusyukan. Setelah semuanya selesai, rombongan bersiap menuju destinasi berikutnya.

Perhentian Ketiga: Bukit Cinta, Piknik Sederhana yang Membahagiakan

Kami tiba di Bukit Cinta Rawapening sekitar pukul 11.50. Begitu turun dari bus, udara sejuk dan pemandangan danau langsung menyambut.

Setelah menemukan lokasi yang nyaman di bawah pepohonan, umat bersama-sama menggelar tikar. Kemudian dimulailah momen yang paling ditunggu-tunggu: makan siang bersama.

Menu sederhana, nasi putih, ayam goreng, bakmi goreng, oseng tempe, dan lotis segar satu container penuh, terasa nikmat luar biasa saat disantap ramai-ramai. Sambil bersantap, Ketua Lingkungan Bapak Jondit sempat berkata:
“Sing penting wareg lan waras, wis marai bahagia.”
Dan benar saja, siang itu semuanya makan dengan lahap dan hati bahagia.

Setelah makan, anak-anak bermain di playground kecil, beberapa umat berjalan menyusuri area danau, sementara yang lain duduk bercerita sambil menikmati angin dan pemandangan.

Acara Keakraban: Joged, Game dan Doorprize

Setelah beristirahat sejenak, acara keakraban dimulai. Dipandu dengan penuh semangat oleh Ibu Silvia dan Ibu Retno, kami semua ikut joged bersama. Para ibu menunjukkan gerakan paling luwes dan penuh energi, hingga bapak-bapak pun diberi tugas memilih siapa yang paling semangat untuk menerima doorprize.

Setelah itu, berbagai permainan digelar:

  • Tebak bisik untuk para uti-uti, hasilnya sangat lucu karena yang berbisik dan mendengar kadang salah menangkap kata.
  • Tebak gaya untuk bapak-bapak, ini yang paling mengundang tawa karena gaya bapak-bapak yang kelewat lucu.
  • Lalu permainan kecil untuk OMK dan anak-anak.

Semua game berlangsung santai namun penuh tawa. Kebersamaan benar-benar terasa hidup siang itu.

Acara ditutup dengan pembagian semua doorprize yang sudah disiapkan panitia.

Perhentian Keempat: Kebun Bagus, Sejuk, Segar, dan Menyenangkan

Menjelang sore, kami melanjutkan perjalanan ke Kebun Bagus Salatiga dan tiba sekitar pukul 15.30. Karena bus besar tidak dapat masuk, kami harus naik kereta odong-odong dari SPBU terdekat. Justru bagian inilah yang menjadi salah satu momen paling seru, banyak umat yang baru pertama kali naik odong-odong, dan semua langsung minta difoto!

Sesampainya di Kebun Bagus, udara sejuk dan suasana kebun yang asri membuat banyak umat spontan melepas alas kaki untuk menikmati dinginnya tanah. Ada yang langsung belanja buah segar, melon renyah manis, mangga ranum, alpukat, hingga jeruk bali.

Sebagian menikmati minuman dari mini coffee shop: jus segar, es dawet, kopi, teh, dan camilan. Anak-anak ikut memberi makan kambing, sementara beberapa umat mengikuti tur kebun yang disediakan.

Yang lain memilih duduk santai sambil menikmati pemandangan dan berbincang.
Sebelum pulang, tentu saja kami berfoto bersama dan meneriakan yel-yel Asisi sebagai kenang-kenangan.

Pulang Dengan Hati Penuh Syukur

Rombongan kembali menuju bus dengan odong-odong, dan sekali lagi, semua tampak sangat menikmati perjalanan singkat itu. Kami berangkat pulang pukul 17.00 dan tiba di Jogja sekitar pukul 18.30.

Semua peserta kembali dengan sehat, penuh sukacita, dan membawa pengalaman indah yang mempererat persaudaraan umat.

Hari itu menjadi pengingat bagi kita semua bahwa:
Bahagia itu sebenarnya sederhana, asal kita mau saling berbagi, bersyukur, dan menikmatinya bersama.

Memasuki Masa Adven 2025: Menantikan Kristus dalam Semangat Gereja yang Bahagia, Menginspirasi dan Menyejahterakan


Tak terasa kita segera memasuki masa Adven 2025, saat mempersiapkan hati untuk menyambut kedatangan-Nya di tengah-tengah hati kita. Tak terasa pula kita akan menyelesaikan ARDAS KAS (Arah Dasar Keuskupan Agung Semarang) VIII di akhir tahun 2025 ini. Ini berarti mulai tahun 2026-2030 kita akan memasuki ARDAS IX dengan tema dan semangat baru.

Bahan permenungan atau katekese Adven 2025 ini disusun dalam rangka menghantar dan memperkenalkan Ardas IX kepada umat di Keuskupan Agung Semarang ini. Ada tiga (3) kata kunci yang akan menjadi penghayatan dan pergulatan selama lima (5) tahun ke depan yakni, Bahagia, Inspiratif (Menginsipasi) dan Menyejahterakan. Semangat yang mau dihidupi adalah umat Allah Keuskupan Agung Semarang mewujudnyatakan dirinya sebagai Gereja yang bahagia, menginspirasi dan menyejahterakan. Tiga (3) kata kunci itu jugalah yang akan mewarnai isi dari permenungan dan ketekekese Adven 2025.

Permenungan Adven 2025 ini akan dilaksanakan dalam tiga tahap, yakni:

  1. Minggu I: Menantikan Kristus dalam Kebahagiaan Iman
  2. Minggu II: Berjalan Bersama sebagai Gereja yang Menginspirasi
  3. Minggu III: Menjadi Gereja yang Menyejahterakan.
  4. Minggu IV tidak dilakukan permenungan dan ketekese Adven tetapi Ibadat Keluarga Kudus di lingkungan dengan tema, “Menghadiran Gereja yang Bahagia, menginspirasi dan menyejahterakan.”

Kepada para pemandu Adven di lingkungan, dipersilakan membaca dan mempelajari secara cermat gagasan dasar Adven 2025 yang kami sajikan pada bagian awal buku panduan ini. Harapannya para pemandu sungguh memahami gagasan dan kerangka dasarnya sehingga memudahkan untuk pelaksanaan dalam pertemuannya.

Sebagai catatan akhir, buku yang tersaji ini adalah “Buku Panduan”. Para pemandu diberi keleluasaan seluas-luasnya untuk mengembangkan dan menyesuaikan panduan ini sesuai dengan situasi-kondisi umat setempat. Yang terpenting adalah pesan pokok dari permenungan Adven ini sungguh “sampai” dan dapat dimengerti serta dihayati umat. Selamat memasuki permenungan Adven 2025 ini. Berkah Dalem.

Magelang, Oktober 2025

Stepanus Istata Raharjo,Pr
(Ketua Umum Komisi Kateketik KAS)