Maguwo, 28 feb 2026
senam sehat pagi ini diikuti oleh 45 orang.
mari bapak ibu, mas, mbak, adek, kakak bergabung dalam senam sehat setiap sabtu di pelataran belakang gereja St Maria Bunda Allah maguwo jam 07:00 WIB
Anda Sehat, Kami Senang…..








Maguwo, 28 feb 2026
senam sehat pagi ini diikuti oleh 45 orang.
mari bapak ibu, mas, mbak, adek, kakak bergabung dalam senam sehat setiap sabtu di pelataran belakang gereja St Maria Bunda Allah maguwo jam 07:00 WIB
Anda Sehat, Kami Senang…..








Pelayanan dalam Gereja memiliki banyak wajah. Ada yang terlihat di altar, ada pula yang berlangsung dalam kesederhanaan dan kebersamaan. Salah satu bentuk pelayanan yang dijalankan oleh Lingkungan St. Gregorius Kadisoka adalah tugas menemani serta antar jemput Romo yang bertugas memimpin perayaan Ekaristi.
Mungkin bagi sebagian orang, tugas ini terlihat sederhana dan tidak menonjol. Setelah misa selesai dan umat kembali ke rumah masing-masing, pelayanan justru masih berlanjut. Mengantar Romo, memastikan beliau tiba dengan aman, serta menemani dalam kebersamaan setelah perayaan menjadi bagian dari tanggung jawab yang dijalankan dengan penuh sukacita.

Namun di balik kesederhanaannya, kami justru merasakan keindahan pelayanan yang sangat mendalam. Saat menemani Romo makan bersama, terjalin suasana kekeluargaan yang hangat. Dalam percakapan santai, kami dapat mendengarkan cerita-cerita umat, pengalaman pelayanan, kisah panggilan, hingga refleksi rohani yang memperkaya iman. Tidak jarang pula suasana dipenuhi dengan senda gurau yang mencairkan kelelahan setelah misa.
Momen-momen seperti inilah yang sering kali tidak terlihat oleh banyak orang, tetapi sungguh menguatkan dan membangun. Kami belajar bahwa pelayanan bukan hanya tentang tugas formal, melainkan tentang hadir secara utuh—mendampingi, mendengarkan, dan berbagi hidup. Dalam kebersamaan itu, tumbuh rasa persaudaraan yang tulus antara imam dan umat.
Lingkungan St. Gregorius Kadisoka bersyukur boleh mengambil bagian dalam pelayanan ini. Kami menyadari bahwa setiap kesempatan untuk melayani adalah anugerah. Lewat tugas sederhana ini, kami belajar tentang kerendahan hati, perhatian, dan sukacita dalam memberi diri.
Semoga semangat kebersamaan ini terus terpelihara, dan setiap langkah kecil pelayanan yang kami lakukan menjadi persembahan kasih bagi Tuhan dan Gereja-Nya.
Tuhan memberkati setiap niat baik dan kebersamaan kita.
Instagram : https://www.instagram.com/reel/DUe983kD40o/?igsh=NDBtZTd3Z2t2Ym10
Youtube : https://youtube.com/shorts/I6Izvk-KnN8?si=dcYHOxTR4ZPyGBew
Tiktok : https://vt.tiktok.com/ZSmtdxEfR/
di Gereja Maria Bunda Allah
Misa Rabu Abu pada Selasa, 17 Februari 2026 menjadi awal perjalanan umat memasuki Masa Prapaskah. Pada perayaan yang penuh makna tersebut, Lingkungan St. Gregorius Kadisoka mendapat kesempatan untuk ambil bagian dalam pelayanan melalui tugas jaga parkir di area Gereja Maria Bunda Allah.
Sejak sebelum misa dimulai, para petugas parkir dari lingkungan sudah bersiap di area halaman gereja. Dengan penuh tanggung jawab dan semangat melayani, mereka membantu mengarahkan kendaraan umat agar tertata rapi, aman, dan tidak mengganggu arus lalu lintas. Kehadiran mereka memberi rasa nyaman bagi umat yang datang untuk beribadah, sehingga dapat mengikuti perayaan Ekaristi dengan tenang dan khusyuk.

Pelayanan ini mengingatkan kita bahwa melayani tidak harus selalu terlihat di altar. Tidak semua pelayanan berlangsung di depan umat, tetapi setiap tugas, sekecil apa pun, memiliki makna yang sama berharganya di hadapan Tuhan. Melalui penataan kendaraan umat, menjaga keamanan, serta memastikan keteraturan, para petugas parkir telah mengambil bagian dalam karya pelayanan Gereja.
Semangat inilah yang menjadi inti Masa Prapaskah: kerendahan hati, pengorbanan, dan kesediaan untuk memberi diri. Dalam kesederhanaan tugas jaga parkir, terpancar nilai kebersamaan dan gotong royong. Setiap arahan yang diberikan, setiap kendaraan yang ditata, menjadi bentuk nyata kasih dan tanggung jawab terhadap sesama.

Lingkungan St. Gregorius Kadisoka patut bersyukur atas kekompakan dan kesediaan umat yang terlibat. Semoga semangat pelayanan ini terus tumbuh, tidak hanya saat mendapat jadwal tugas, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari—di keluarga, di lingkungan, maupun di tengah masyarakat.
Karena sesungguhnya, pelayanan bukan soal terlihat atau tidak terlihat, melainkan tentang hati yang mau memberi diri dengan tulus.
Tuhan memberkati setiap langkah pelayanan kita.
Instagram : https://www.instagram.com/reel/DU3S801jxpT/?igsh=Y3NmcHR1ZXgyZWtx
Youtube : https://youtube.com/shorts/G0bXZVlSG9g?feature=shared
Tiktok : https://vt.tiktok.com/ZSmtJCB9S/
Sebuah wujud nyata kepedulian dan cinta terhadap Gereja kembali ditunjukkan oleh umat Lingkungan St. Gregorius Kadisoka. Pada kesempatan yang penuh sukacita, Mbak Anik, salah satu umat lingkungan, menyerahkan dua lukisan karyanya kepada Panitia Pembangunan Gereja Gereja Maria Bunda Allah.

Penyerahan ini menjadi momen yang istimewa, bukan hanya karena nilai seni yang terkandung di dalamnya, tetapi terlebih karena semangat iman dan ketulusan hati yang melatarbelakanginya. Kedua lukisan tersebut merupakan hasil karya pribadi yang dipersembahkan sepenuhnya sebagai bentuk dukungan terhadap proses pembangunan gereja yang sedang berjalan.
Dalam kesempatan yang sama, kedua lukisan tersebut secara khusus diberkati oleh Romo Adrianus Maradiyo PR. Pemberkatan ini menjadi tanda penyerahan karya dan niat baik kepada Tuhan, sekaligus ungkapan syukur atas talenta yang boleh dipakai untuk kemuliaan-Nya. Suasana doa dan harapan mengiringi momen pemberkatan tersebut, memohon agar setiap proses selanjutnya berjalan lancar dan membawa berkat bagi banyak orang.
Rencananya, kedua lukisan ini akan dilelang, dan seluruh hasil lelang—100% tanpa potongan—akan disumbangkan sepenuhnya untuk pembangunan Gereja Maria Bunda Allah. Langkah ini menjadi inspirasi bahwa dukungan terhadap karya Gereja dapat diwujudkan dalam berbagai cara, sesuai dengan talenta dan kemampuan masing-masing.

Apa yang dilakukan Mbak Anik mengingatkan kita bahwa pembangunan Gereja bukan hanya soal fisik bangunan, tetapi juga tentang semangat kebersamaan, gotong royong, dan partisipasi umat. Dari karya seni lahir gerakan kasih; dari talenta pribadi tumbuh berkat bagi komunitas yang lebih luas.
Semoga inisiatif ini menggerakkan hati semakin banyak umat untuk ambil bagian, baik melalui doa, tenaga, pikiran, maupun dukungan materi, demi terwujudnya Gereja Maria Bunda Allah sebagai rumah bersama yang kokoh, indah, dan penuh berkat.
Tuhan memberkati setiap niat baik dan setiap tangan yang terlibat dalam karya pembangunan ini.
Instagram : https://www.instagram.com/reel/DUw-yhlj_Uz/?igsh=ODI0MjZveThraHQ4
Youtube : https://youtube.com/shorts/cVKuu3yJcN4?feature=shared
Tiktok : https://vt.tiktok.com/ZSmGosUA1/
Pertemuan APP Pertama Lingkungan St. Gregorius Kadisoka
Kamis, 26 Februari 2026
Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, Lingkungan St. Gregorius Kadisoka kembali memulai rangkaian Pertemuan APP (Aksi Puasa Pembangunan) yang pertama pada hari Kamis, 26 Februari 2026. Pertemuan ini menjadi momen awal bagi umat untuk bersama-sama memasuki masa tobat dengan hati yang terbuka, penuh refleksi, dan semangat pembaruan diri.
APP bukan sekadar kegiatan rutin tahunan, tetapi merupakan kesempatan istimewa bagi setiap pribadi untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan dan sesama. Dalam suasana doa yang khusyuk, umat diajak untuk merenungkan tema APP tahun ini, mendengarkan Sabda Tuhan, berbagi pengalaman hidup, serta saling meneguhkan dalam perjalanan iman.
Pertemuan berlangsung dengan penuh kebersamaan dan kehangatan. Umat yang hadir mengikuti rangkaian ibadat, pendalaman materi, serta diskusi kelompok dengan antusias. Setiap sharing yang disampaikan menjadi pengingat bahwa panggilan untuk bertobat dan berbuat kasih bukan hanya wacana, melainkan harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui pertemuan APP pertama ini, seluruh umat Lingkungan St. Gregorius Kadisoka diharapkan tidak hanya berhenti pada doa dan pertemuan semata. Semangat APP harus dinyatakan dalam aksi nyata: membantu sesama yang membutuhkan, memperhatikan tetangga yang sedang mengalami kesulitan, terlibat dalam kegiatan sosial lingkungan, serta membangun kepedulian yang lebih konkret dan berkelanjutan.
Sebagai murid Kristus, kita dipanggil untuk menghadirkan kasih Tuhan secara nyata. APP menjadi sarana pembinaan iman yang mendorong perubahan sikap, pertobatan hati, dan tindakan kasih yang sederhana namun bermakna. Dari lingkungan kecil inilah, kebaikan dapat bertumbuh dan membawa dampak yang lebih luas.
Semoga melalui rangkaian Pertemuan APP ini, Lingkungan St. Gregorius Kadisoka semakin solid dalam persaudaraan, semakin peka terhadap kebutuhan sesama, dan semakin berani mewujudkan iman dalam tindakan nyata.
Tuhan memberkati setiap niat baik dan langkah pelayanan kita.
Instagram : https://www.instagram.com/p/DVOeviqD2ZU/?igsh=MTd4a3Rma3dzaTJ6Nw==
Youtube : https://youtu.be/D0Xa-1oqnf0?feature=shared
Tiktok : https://vt.tiktok.com/ZSmG37rCW/

Pada hari Kamis, 26 Februari 2026 pukul 19.00 WIB, umat Lingkungan Santo Petrus mengadakan Doa APP III di rumah Bapak Supangat. Kegiatan ini dihadiri oleh 11 orang umat yang dengan penuh semangat berkumpul untuk berdoa dan mendalami Sabda Tuhan bersama.
Tema yang diangkat dalam pertemuan kali ini adalah “Meninggalkan Sikap Ketidakpedulian, Mengembangkan Tanggung Jawab Sosial.” Bacaan Injil yang direnungkan diambil dari Injil Lukas 16:19-31 tentang Orang Kaya dan Lazarus yang miskin. Dalam kisah tersebut, Injil Lukas menggambarkan bagaimana seorang kaya hidup dalam kemewahan, sementara Lazarus yang miskin terbaring di depan pintunya tanpa mendapat perhatian. Kisah ini menjadi pengingat kuat agar kita tidak menutup mata terhadap penderitaan sesama.
Dalam sesi sharing dan diskusi, umat diajak merenungkan pertanyaan: Masih adakah “Lazarus-Lazarus” di sekitar kita? Umat menyadari bahwa sosok “Lazarus” bisa hadir dalam berbagai bentuk — tetangga yang kesulitan ekonomi, lansia yang hidup sendiri, keluarga yang sakit, atau mereka yang membutuhkan perhatian dan dukungan moral.
Pertanyaan berikutnya yang didiskusikan adalah sumber daya apa yang dimiliki lingkungan untuk memberi perhatian dan bantuan. Umat menyebutkan beberapa potensi, seperti dana kas lingkungan, semangat gotong royong, waktu dan tenaga umat, serta jaringan komunikasi yang baik antaranggota. Selain itu, kepedulian sederhana seperti kunjungan, doa bersama, dan saling menyapa juga menjadi bentuk perhatian yang berarti.
Tidak hanya itu, umat juga membahas peluang yang bisa dimanfaatkan dari Gereja maupun pemerintah. Dari pihak Gereja, terdapat program dana sosial, kegiatan karitatif, dan pelayanan pastoral yang dapat diakses. Sementara dari pemerintah, ada bantuan sosial, layanan kesehatan, serta program pemberdayaan masyarakat yang bisa membantu mereka yang membutuhkan.
Melalui pertemuan ini, umat Lingkungan Santo Petrus diharapkan semakin peka dan tidak bersikap acuh terhadap sesama. Kisah Orang Kaya dan Lazarus menjadi cermin agar kita tidak terlambat menyadari pentingnya berbagi dan peduli. Semoga melalui Doa APP III ini, semangat tanggung jawab sosial semakin tumbuh dan diwujudkan dalam tindakan nyata di tengah kehidupan sehari-hari.

Pada hari Kamis, 26 Februari, Lingkungan St. Gabriel memperoleh tugas untuk menyediakan caos dahar bagi Romo di Pastoran Paroki Marganingsih Kalasan. Kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab seluruh umat Paroki Marganingsih Kalasan yang dilaksanakan secara bergiliran oleh setiap lingkungan.
Paguyuban Ibu Stasi telah menyusun jadwal pelaksanaan bagi masing-masing lingkungan, termasuk penentuan daftar menu makanan yang akan disajikan. Selain itu, terdapat ketentuan mengenai jenis makanan yang diperbolehkan dan yang tidak diperbolehkan untuk disajikan kepada Romo. Dalam pelaksanaannya, penyediaan konsumsi dilakukan sebanyak tiga kali dalam sehari, yaitu makan pagi, makan siang, dan makan sore, dengan jumlah porsi sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.

Menjelang hari pelaksanaan, Ketua Paguyuban Ibu Lingkungan menyusun pembagian tugas bagi para petugas, baik yang bertanggung jawab dalam proses memasak maupun yang bertugas mengantarkan makanan ke pastoran. Pada hari yang telah ditentukan, seluruh petugas melaksanakan tugas masing-masing dengan penuh tanggung jawab dan kerja sama yang baik. Proses persiapan hingga pengantaran makanan ke pastoran berlangsung tertib dan lancar.
Adapun pembiayaan kegiatan ini bersumber dari iuran caos dahar Romo yang dibayarkan secara rutin setiap bulan oleh umat. Dengan terlaksananya tugas ini, Lingkungan St. Gabriel telah menjalankan tanggung jawabnya dengan baik demi mendukung pelayanan di paroki.

Kegiatan penyediaan caos dahar Romo oleh Lingkungan St. Gabriel telah dilaksanakan dengan baik dan lancar sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Partisipasi aktif serta kerja sama seluruh petugas dan umat menjadi wujud nyata semangat kebersamaan dan tanggung jawab dalam mendukung pelayanan Gereja di Paroki Marganingsih Kalasan. Semoga pelayanan yang telah diberikan ini membawa berkat bagi Romo dan semakin mempererat persaudaraan serta semangat gotong royong di antara umat.
Tanggal: 19 Februari 2026
Tempat : Rumah Ibu Hudyono
Jumlah Peserta : 25 orang
Pertemuan Aksi Puasa Pembangunan (APP) tahun 2026 di Lingkungan Antonius telah dimulai dengan mengangkat tema besar “Gereja Berjuang Menghadirkan Masyarakat yang Bahagia dan Sejahtera”. Pertemuan pertama ini mengusung subtema “Potret Kondisi dan Potensi, Dasar untuk Mengawal Aksi” dan dilaksanakan dalam suasana sarasehan yang sederhana namun penuh makna. Umat diajak menyadari bahwa APP bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan sebuah gerakan iman yang mengintegrasikan puasa, doa, dan aksi nyata demi kesejahteraan bersama, sejalan dengan arah ARDAS Keuskupan Agung Semarang 2026–2030.
Dalam pengantar dan pendalaman, umat diajak merefleksikan makna Gereja yang bahagia, inspiratif, dan mensejahterakan. Ditekankan bahwa kebahagiaan tidak hanya diukur dari kecukupan materi, melainkan juga dari terpenuhinya kebutuhan emosional dan spiritual. Gereja dipanggil untuk berani mengambil langkah pertama, membangun jejaring kepedulian, serta menghadirkan kesejahteraan yang nyata dan tepat sasaran. Salah satu penekanan penting dalam pertemuan ini adalah pentingnya data umat yang akurat sebagai dasar perencanaan aksi sosial Gereja, agar tidak ada saudara yang terabaikan.
Dinamika pertemuan diperdalam melalui sebuah drama reflektif yang menggambarkan pergulatan iman, sikap ketidakpedulian, serta proses kesadaran akan pentingnya mati raga dan berbagi. Melalui dialog antar tokoh, umat diajak memahami bahwa puasa dan derma bukanlah beban, melainkan sarana pembinaan hati agar semakin peka terhadap sesama. Drama tersebut menegaskan bahwa dana APP dan pembaruan data umat bukan sekadar angka dan kewajiban administratif, tetapi wujud konkret perjuangan Gereja untuk memastikan setiap umat merasa diperhatikan dan didampingi dalam kesulitan hidup.
Pertemuan ditutup dengan pembacaan Kitab Suci, doa bersama, serta berkat penutup, yang meneguhkan komitmen umat untuk menjalani masa Prapaskah dengan lebih bermakna. Melalui pertemuan APP pertama ini, umat Lingkungan Antonius diajak memulai langkah kecil namun berdampak besar: membangun kepedulian, memperbarui data umat dengan tanggung jawab, serta mengisi kotak APP dengan hati yang ikhlas. Harapannya, hinggaPaskah tiba, yang sungguh bangkit bukan hanya perayaan liturgis, tetapi juga hati dan tindakan nyata umat dalam menghadirkan masyarakat yang semakin bahagia dan sejahtera.









Minggu, 22 Februari 2026 pukul 15.30 WIB, Paguyuban Ibu-Ibu Lingkungan Yohanes Pembaptis mengadakan pertemuan bulanan yang bertempat di rumah Ibu Titus Pulunggono. Suasana penuh sukacita dan kebersamaan terasa sejak awal pertemuan dimulai.
Sebanyak 21 ibu hadir dalam kegiatan tersebut. Pertemuan kali ini mengusung tema Valentine, yang dimaknai bukan sekadar perayaan kasih secara simbolis, melainkan sebagai kesempatan untuk mempererat persaudaraan, saling menguatkan, dan menghadirkan kasih dalam kehidupan sehari-hari.
Acara diawali dengan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan agenda rutin paguyuban, yaitu pembayaran iuran bulanan sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam mendukung kegiatan lingkungan. Setelah itu, kegiatan diisi dengan sharing ringan dan kebersamaan yang hangat antaranggota.
Para ibu saling berbagi cerita kehidupan, pengalaman iman, serta dukungan satu sama lain sebagai bagian dari keluarga besar Lingkungan Yohanes Pembaptis. Nuansa kebersamaan semakin terasa melalui suasana santai penuh tawa, menunjukkan bahwa pertemuan paguyuban bukan hanya menjadi wadah kegiatan rohani, tetapi juga ruang untuk membangun relasi yang akrab dan penuh perhatian.
Melalui pertemuan bulanan ini, para ibu diharapkan semakin bertumbuh dalam iman, pelayanan, dan kasih kepada sesama. Semangat Valentine yang dihidupi bersama menjadi pengingat bahwa kasih dapat diwujudkan melalui perhatian kecil, kebersamaan, dan kepedulian nyata di tengah komunitas.
Semoga paguyuban ibu-ibu Lingkungan Yohanes Pembaptis terus menjadi sumber sukacita dan kekuatan bagi umat serta lingkungan sekitar.




Pertemuan APP hari ini menyadarkan kita bahwa kerendahan hati bukan hanya soal mengakui dosa, tapi juga jujur mengakui kemampuan. Jika kita sudah cukup, mari melapangkan hati untuk berbagi dan membiarkan mereka yang benar-benar membutuhkan mendapatkan haknya.
Di masa prapaskah ini, kita diajak untuk melihat ke dalam cermin hati yang paling jujur. Seringkali kita merasa berkekurangan, namun apakah kita benar-benar “layak” disebut membutuhkan bantuan? Atau mungkinkah kita sebenarnya sedang memegang berkat yang seharusnya milik orang lain?
Lewat perenungan hari ini, kita diajak untuk melepaskan ego. Berhenti mengambil jatah yang bukan milik kita, dan mulai melihat siapa yang bisa kita bantu. Karena sejatinya, kebahagiaan sejati ada pada saat tangan kita memberi, bukan sekadar menerima.
Sudahkah kita jujur pada diri sendiri hari ini?
APP2026 #MasaPrapaskah #RefleksiDiri #BerbagiBerkat #KatolikIndonesia