Sarasehan BKSN ke-4 Lingkungan St. Gregorius : Menghidupi Sabda melalui Kasih dan Berbagi Pengalaman – 24 September 2026

✝
Sarasehan BKSN ke-4
Umat Lingkungan St. Gregorius
Kamis, 24 September 2026

Lingkungan St. Gregorius kembali melanjutkan rangkaian Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) melalui Sarasehan BKSN ke-4 yang dilaksanakan pada Kamis, 24 September 2026. Pertemuan ini menjadi kesempatan bagi umat untuk semakin mendalami Sabda Tuhan sekaligus melihat kembali bagaimana iman diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui tindakan kasih kepada sesama.

✝

Pendalaman Kitab Suci

Injil Matius 25:31-46 mengajak setiap orang beriman untuk mengenali kehadiran Kristus dalam diri mereka yang membutuhkan perhatian, pertolongan, kepedulian, dan kasih.
Matius 25:31-46

Mendengarkan Sabda dan Menghayatinya

Dalam sarasehan kali ini, umat diajak untuk tidak hanya mendengarkan dan memahami isi bacaan Injil, tetapi juga membawa Sabda Tuhan tersebut ke dalam kehidupan pribadi. Injil Matius 25:31-46 menjadi bahan permenungan untuk melihat kembali bagaimana setiap orang telah hadir bagi sesama, terutama bagi mereka yang membutuhkan perhatian dan pertolongan.

Pada saat pemaparan renungan, suasana dibuat semakin hening dan mendalam. Umat diajak melakukan refleksi batin dengan mendengarkan beberapa pertanyaan permenungan yang berkaitan dengan pesan Injil. Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi ajakan bagi umat untuk melihat pengalaman hidup masing-masing dan menyadari kehadiran Tuhan melalui berbagai pengalaman kasih yang telah diberikan maupun diterima.

🕊️ Saat Hening dan Refleksi Batin

Dalam suasana hening, alunan musik instrumental Taizé “Yesus Kristus Cahaya Hatiku” mengiringi umat memasuki suasana doa dan permenungan.

Beberapa pertanyaan reflektif mengajak umat untuk merenungkan:

  • Dalam perjalanan hidup saya, kapan saya pernah mengalami kebaikan dan pertolongan dari orang lain?
  • Apakah saya pernah hadir dan memberikan perhatian kepada seseorang yang sedang membutuhkan pertolongan?
  • Apakah saya mampu melihat Kristus dalam diri orang-orang yang membutuhkan kasih dan kepedulian saya?
  • Adakah kesempatan untuk berbuat baik kepada sesama yang selama ini saya lewatkan?
  • Apa yang Tuhan kehendaki agar saya lakukan setelah mendengarkan Sabda-Nya hari ini?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi ruang bagi umat untuk berhenti sejenak dari kesibukan, melihat ke dalam diri, serta menghubungkan Sabda Tuhan dengan pengalaman nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Dinamika Gulungan Sabda dan Sharing Pengalaman

Setelah renungan dan refleksi batin, suasana sarasehan dilanjutkan dengan sebuah dinamika yang menarik dan melibatkan seluruh umat yang hadir. Pemandu telah menyiapkan sejumlah gulungan kertas yang masing-masing berisi potongan kalimat atau pesan yang diambil dari bacaan Injil Matius 25:31-46.

Gulungan-gulungan tersebut kemudian dibagikan kepada umat. Setiap umat mendapatkan satu potongan kalimat untuk dibaca dan direnungkan. Selanjutnya, umat diajak untuk menghubungkan kalimat yang diperoleh dengan pengalaman hidup masing-masing.

✦ Berbagi Pengalaman Kasih

Umat diajak menjawab pertanyaan sederhana namun mendalam:

“Apakah saya pernah melakukan kebaikan seperti yang tertulis dalam kutipan tersebut?”

atau

“Apakah saya pernah menerima kebaikan seperti yang digambarkan dalam kutipan tersebut?”

Dari pertanyaan tersebut, umat kemudian menceritakan pengalaman masing-masing. Pengalaman sederhana yang mungkin selama ini dianggap biasa ternyata dapat menjadi kesaksian tentang bagaimana kasih Tuhan bekerja melalui kehidupan sehari-hari.

Sabda Tuhan Menjadi Pengalaman Hidup

Dinamika sharing membuat suasana Sarasehan BKSN ke-4 semakin hangat. Umat tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga mengambil bagian secara aktif dengan menceritakan pengalaman rohani dan pengalaman kasih yang pernah mereka alami.

Ada pengalaman tentang memberi perhatian, membantu sesama, menerima pertolongan, menemani seseorang dalam kesulitan, maupun berbagai bentuk kebaikan sederhana yang dilakukan dengan tulus. Melalui sharing tersebut, umat semakin menyadari bahwa tindakan kasih tidak selalu harus berupa sesuatu yang besar.

Justru melalui perhatian kecil, waktu yang diberikan, kepedulian, sapaan, pertolongan, dan kesediaan untuk hadir bagi sesama, kasih Kristus dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Kebersamaan dalam sarasehan juga memperlihatkan bahwa pendalaman Kitab Suci dapat menjadi ruang untuk saling menguatkan. Ketika umat berani membuka pengalaman dan berbagi cerita, Sabda Tuhan menjadi semakin dekat dengan kehidupan nyata.

✝

Sabda yang Menggerakkan

Injil tidak berhenti pada kata-kata yang dibaca dan direnungkan, tetapi mengundang kita untuk mewujudkannya dalam tindakan kasih kepada sesama.
Matius 25:31-46

Bertumbuh Bersama dalam Iman

Sarasehan BKSN ke-4 Lingkungan St. Gregorius menjadi pengalaman kebersamaan yang memperkaya iman. Melalui doa, renungan, musik instrumental, refleksi batin, dinamika, dan sharing pengalaman, umat diajak untuk semakin memahami bahwa iman kepada Kristus harus diwujudkan melalui kasih yang nyata.

Semoga pengalaman pendalaman Kitab Suci ini tidak berhenti pada saat sarasehan selesai, tetapi terus dibawa dalam kehidupan keluarga, lingkungan, masyarakat, dan dalam setiap perjumpaan dengan sesama.

Dengan semangat kebersamaan, umat Lingkungan St. Gregorius terus belajar menjadi komunitas yang guyub dalam kasih, bertumbuh dalam iman, dan hadir bagi sesama.

Dokumentasi Sarasehan BKSN ke-4

Sarasehan BKSN ke-4 Umat Lingkungan St. Gregorius
Suasana umat mengikuti Sarasehan BKSN ke-4
Pendalaman Kitab Suci BKSN ke-4
Umat mengikuti pendalaman dan refleksi Kitab Suci
Sharing umat Sarasehan BKSN ke-4
Suasana sharing dan berbagi pengalaman iman
Kebersamaan Umat Lingkungan St. Gregorius
Kebersamaan umat dalam Sarasehan BKSN ke-4
✝

“Tuhan, ajarlah kami untuk semakin peka melihat kehadiran-Mu dalam diri setiap saudara yang kami jumpai.”

Semoga Sabda yang telah kita dengarkan menjadi terang bagi langkah hidup kita dan mendorong kita untuk terus menghadirkan kasih Kristus melalui tindakan nyata.

Lingkungan St. Gregorius
Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo


✠
✠
✝

BUKU PEDOMAN BKSN 2026

Bulan Kitab Suci Nasional 2026
❦ ✝ ❦
✠ ✝ ✠
🎵 TikTok Lingkungan St. Gregorius
@lingk..st..gregor #lingkstgregoriuskadisoka ♬ Yesus Kristus Cahaya Hatiku – Manado Catholic Orchestra
🎵 TikTok Lingkungan St. Gregorius
@lingk..st..gregor
✠
✠
✦ ✝ ✦

Lagu Lingkungan St. Gregorius

“Guyub Melayani Dalam Kasih”

❧ ✝ ❧
♪ Lingkungan St. Gregorius ♪
Guyub Melayani Dalam Kasih (Versi 2)
✦ ✝ ✦

Belajar Menjadi Murid yang Inspiratif: Ketika Berbagi Menjadi Jalan Perutusan

Pertemuan Kedua BKSN 2026 Lingkungan Santo Antonius Mengajak Umat untuk Berani Melayani Sesama

Maguwo, 17 September 2026 — Semangat kebersamaan dan kegembiraan kembali mewarnai Pertemuan Kedua Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2026 Lingkungan Santo Antonius, yang dilaksanakan pada Kamis, 17 September 2026, di rumah Ibu Aniek. Sebanyak 32 umat hadir dan mengikuti pendalaman Kitab Suci dengan tema “Pengajaran Yesus: Menjadi Murid yang Inspiratif”, berdasarkan Injil Matius 10:1–15.

Jika pada pertemuan pertama umat diajak merenungkan pengajaran Yesus mengenai hidup yang bahagia, pada pertemuan kedua umat diajak melangkah lebih jauh: menjadi murid yang dipanggil dan diutus untuk melayani sesama.

Tema tersebut merupakan bagian dari rangkaian BKSN 2026 dengan tema besar “Yesus, Guru yang Penuh Kuasa: Wajah Yesus dalam Injil Matius.” Melalui tema ini, umat diajak semakin mengenal Yesus sebagai Guru yang mengajar dengan penuh kuasa serta menghadirkan Kerajaan Allah melalui kasih dan pelayanan kepada sesama.

“Laskar Kristus” Membuka Pertemuan

Pertemuan diawali dengan lagu “Laskar Kristus” yang segera membangun suasana penuh semangat. Pilihan lagu tersebut terasa selaras dengan pesan pertemuan: menjadi murid Kristus bukan hanya berarti mendengarkan Sabda, tetapi juga berani bergerak dan menjalankan perutusan.

Ada hal menarik dalam pertemuan kali ini. Jika pertemuan pertama dipandu oleh beberapa umat, kali ini OMK Santo Antonius mengambil peran sebagai pemandu. Keterlibatan orang muda memberikan warna tersendiri sekaligus menunjukkan bahwa generasi muda memiliki ruang untuk turut menghidupkan kehidupan menggereja dan pendalaman Kitab Suci di tengah komunitas.

Setelah lagu pembukaan, Mas Aremba memimpin pembukaan dengan tanda salib, dilanjutkan dengan Doa Ardas IX. Selanjutnya disampaikan pengantar mengenai tema pertemuan kedua dan kaitannya dengan Injil yang akan direnungkan bersama.

Pesan yang hendak dibawa cukup sederhana: setelah menerima dan mengalami kasih Allah, seorang murid tidak dipanggil untuk menyimpannya bagi diri sendiri. Ia dipanggil untuk keluar, hadir, dan melayani.

Yesus Memanggil dan Mengutus Para Murid

Pendalaman dilanjutkan dengan pembacaan Injil Matius 10:1–15 oleh OMK. Perikop ini merupakan bagian dari kisah pengutusan kedua belas murid. Yesus memanggil para murid, memberikan kuasa kepada mereka, dan mengutus mereka untuk mengambil bagian dalam karya pelayanan.

Dalam perikop tersebut, Yesus memberikan arahan mengenai perutusan, apa yang perlu dilakukan, apa yang tidak perlu dibawa, serta bagaimana para murid menghadapi penerimaan maupun penolakan.

Salah satu pesan Yesus yang menjadi perhatian dalam pendalaman adalah:

“Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, berikanlah pula dengan cuma-cuma.”

Pesan ini mengingatkan bahwa kasih, pengampunan, rahmat, dan kebaikan yang diterima dari Tuhan tidak berhenti sebagai pengalaman pribadi. Semua itu dipanggil untuk diteruskan melalui kehidupan dan tindakan nyata kepada orang lain.

Karena itu, menjadi murid yang inspiratif tidak harus dimulai dari tindakan yang besar. Perutusan dapat dimulai dari kesediaan untuk mengambil langkah pertama dalam melayani sesama.

Secangkir Teh yang Mengajarkan Arti Kerja Sama

Setelah pendalaman Kitab Suci, OMK Santo Antonius mengajak peserta mengikuti sebuah permainan reflektif. Permainan tersebut sederhana, tetapi justru menghadirkan pengalaman yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Sekitar 25 peserta dibagi menjadi lima kelompok. Masing-masing kelompok memperoleh sebuah paket yang telah diundi. Namun, tidak ada satu pun paket yang berisi perlengkapan lengkap untuk membuat teh manis.

Ada kelompok yang mendapatkan gelas dan air panas. Kelompok lain memperoleh gula, sendok, dan gelas. Kelompok lainnya mendapatkan perlengkapan yang berbeda.

Tugas mereka sederhana: membuat minuman teh untuk seluruh anggota kelompok.

Namun, segera terlihat bahwa tidak ada kelompok yang dapat menyelesaikan tugas hanya dengan perlengkapan yang mereka miliki.

Untuk membuat teh manis, mereka membutuhkan sesuatu yang berada di kelompok lain.

Di sinilah permainan menjadi menarik.

Para peserta harus berkomunikasi, bernegosiasi, dan saling bertukar perlengkapan. Gelas, air panas, gula, sendok, dan berbagai kebutuhan lainnya harus dikumpulkan melalui kerja sama antarkelompok.

Tidak ada kelompok yang memiliki segala sesuatu. Hanya dengan berbagi dan bekerja sama, tugas tersebut dapat diselesaikan.

Pada akhirnya, batas antara “milik kelompok kami” dan “milik kelompok mereka” menjadi tidak lagi penting. Yang menjadi tujuan bersama adalah satu: semua anggota dapat menikmati secangkir teh manis.

Ketika Kekurangan Menjadi Jalan untuk Bersama

Permainan tersebut kemudian menjadi gambaran sederhana tentang kehidupan dalam komunitas.

Tidak ada seorang pun yang memiliki segala sesuatu.

Ada yang memiliki waktu tetapi tidak memiliki kemampuan tertentu. Ada yang memiliki kemampuan tetapi membutuhkan dukungan orang lain. Ada yang memiliki sumber daya tetapi tidak memiliki kesempatan untuk menggunakannya. Bahkan, ada pula yang mungkin merasa tidak memiliki sesuatu yang istimewa, tetapi apa yang dimilikinya ternyata justru dibutuhkan oleh orang lain.

Karena itu, kehidupan menggereja tidak dapat dibangun hanya dengan mengandalkan kemampuan individu.

Kita saling membutuhkan.

Dalam konteks inilah pesan Yesus tentang perutusan menjadi semakin relevan. Para murid memang dipanggil dan diutus secara pribadi, tetapi pelayanan mereka tidak diarahkan pada individualisme. Mereka dipanggil untuk menghadirkan kasih dan Kerajaan Allah melalui pelayanan.

Permainan teh manis membuat pesan tersebut tidak berhenti sebagai teori. Para peserta mengalaminya secara langsung: untuk mendapatkan secangkir teh, mereka harus bersedia membuka apa yang mereka miliki dan berbagi dengan kelompok lain.

Dari Permainan Menuju Refleksi

Setelah permainan selesai, peserta diajak melihat kembali pengalaman yang baru saja mereka alami melalui beberapa pertanyaan refleksi.

Bagaimana perasaan ketika mengetahui bahwa paket yang diperoleh tidak lengkap? Apakah muncul keinginan untuk mempertahankan apa yang dimiliki? Kapan kelompok mulai menyadari bahwa mereka membutuhkan kelompok lain? Bagaimana komunikasi dan pertukaran terjadi?

Dan pertanyaan yang kemudian menghubungkan pengalaman tersebut dengan iman:

“Apa hubungan permainan tersebut dengan panggilan kita sebagai murid Kristus?”

Pertanyaan-pertanyaan itu membawa peserta dari pengalaman bermain menuju refleksi iman.

Ketidaklengkapan paket menjadi gambaran sederhana tentang kehidupan manusia. Kita tidak pernah benar-benar lengkap seorang diri. Dalam komunitas, perbedaan tidak selalu menjadi persoalan. Jika dikelola melalui kerja sama, perbedaan justru dapat menjadi kekuatan.

Demikian pula dalam kehidupan lingkungan. Ada yang aktif dalam liturgi, ada yang kuat dalam pelayanan sosial, ada yang mampu mengorganisasi kegiatan, ada yang pandai menghidupkan suasana, dan ada pula yang setia hadir serta mendukung dari belakang.

Semua memiliki peran.

Yang dibutuhkan bukan keseragaman, melainkan kesediaan untuk saling melengkapi.

Menjadi Murid yang Inspiratif Dimulai dari Hal Sederhana

Matius 10:1–15 berbicara mengenai perutusan para murid. Namun, perutusan tidak selalu harus dipahami sebagai sesuatu yang besar dan spektakuler.

Menjadi murid yang inspiratif dapat dimulai dari tindakan-tindakan sederhana: menyapa orang yang membutuhkan perhatian, membantu tetangga, mendengarkan orang yang sedang mengalami kesulitan, berbagi apa yang kita miliki, terlibat dalam kehidupan lingkungan, atau mengambil inisiatif ketika melihat sesuatu yang perlu dilakukan.

Perutusan juga memiliki tantangan. Para murid tidak dijanjikan bahwa setiap langkah pelayanan akan diterima dengan baik. Karena itu, menjadi murid yang inspiratif bukan berarti selalu berhasil atau selalu mendapatkan apresiasi.

Yang lebih penting adalah kesediaan untuk melangkah dan melayani.

Sebuah tindakan kecil yang dilakukan dengan tulus dapat menjadi inspirasi bagi orang lain untuk melakukan kebaikan berikutnya.

OMK dan Semangat Regenerasi dalam Komunitas

Keterlibatan OMK Santo Antonius sebagai pemandu menjadi salah satu bagian menarik dalam pertemuan kedua BKSN ini.

Kehadiran generasi muda sebagai penggerak pendalaman Kitab Suci menunjukkan bahwa pewartaan Sabda Allah merupakan tanggung jawab seluruh umat. Orang muda bukan hanya penerima warisan iman, tetapi juga dapat menjadi pelaku dan penggerak kehidupan menggereja.

Pada saat yang sama, keterlibatan lintas generasi membuat komunitas menjadi semakin kaya. Pengalaman umat yang lebih senior bertemu dengan kreativitas dan energi orang muda. BKSN pun menjadi ruang untuk mendalami Kitab Suci sekaligus membangun kebersamaan antaranggota Gereja.

Menutup Pertemuan dalam Doa

Setelah seluruh rangkaian refleksi selesai, suasana kembali diarahkan pada keheningan dan doa. Para peserta mengikuti doa umat, dilanjutkan dengan doa penutup dan lagu “Happy Ya Ya Ya”.

Pertemuan kemudian diakhiri dengan berkat oleh prodiakon Ibu Aniek.

Secara keseluruhan, Pertemuan Kedua BKSN 2026 Lingkungan Santo Antonius berlangsung dengan penuh antusiasme dan interaksi yang hidup. Kehadiran 32 umat menunjukkan bahwa BKSN menjadi ruang bagi umat untuk berkumpul, mendengarkan Sabda Tuhan, sekaligus membangun persaudaraan.

Jika pada pertemuan pertama umat diajak bertanya tentang di mana menemukan kebahagiaan sejati, pertemuan kedua membawa pertanyaan tersebut selangkah lebih jauh:

“Setelah menerima kasih dan kebaikan Tuhan, apa yang akan kita lakukan untuk sesama?”

Secangkir teh dalam permainan malam itu mungkin sederhana. Namun, dari pengalaman tersebut umat belajar bahwa sesuatu yang tampaknya tidak lengkap dapat menjadi lengkap ketika ada kemauan untuk berbagi, bekerja sama, dan saling melengkapi.

Demikian pula panggilan menjadi murid Kristus. Kita tidak harus menunggu menjadi sempurna atau memiliki segala sesuatu untuk mulai melayani. Perutusan dapat dimulai dari apa yang ada pada diri kita, dari lingkungan terdekat, dan dari satu langkah kecil yang berani kita ambil hari ini.

Seorang murid yang inspiratif tidak harus melakukan sesuatu yang luar biasa. Ia dapat mulai dengan menghadirkan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari sehingga orang lain pun terdorong untuk melakukan kebaikan.

Dan mungkin, itulah “secangkir teh manis” yang sesungguhnya ingin disampaikan dalam pertemuan BKSN malam itu:

Kebaikan menjadi semakin berarti ketika dibagikan.

Berkah Dalem.

Belajar Menemukan Kebahagiaan Sejati Bersama Yesus.

Pertemuan Pertama BKSN 2026 Lingkungan Santo Antonius Padua Maguwo Mengajak Umat Mendengarkan Pengajaran Yesus

Maguwo, 10 September 2026 — Sebanyak 25 umat Lingkungan Santo Antonius Padua, Maguwo, berkumpul di rumah Bapak/Ibu Arief Subyantoro pada Kamis, 10 September 2026, untuk mengikuti pertemuan pertama Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2026. Dalam suasana akrab dan penuh sukacita, umat diajak mendalami tema “Pengajaran Yesus tentang Hidup yang Bahagia” melalui Injil Matius 5:1–12.

Pertemuan ini merupakan bagian pertama dari rangkaian BKSN 2026 yang mengusung tema nasional “Yesus, Guru yang Penuh Kuasa: Wajah Yesus dalam Injil Matius.” Melalui rangkaian pendalaman tersebut, umat diajak semakin mengenal Yesus sebagai Guru yang mengajar dengan penuh kuasa serta membiarkan Sabda-Nya menerangi kehidupan sehari-hari.

Mengawali Pertemuan dengan Sukacita

Pertemuan diawali dengan menyanyikan lagu “Hari Ini Kurasa Bahagia” bersama-sama. Lagu tersebut menjadi pembuka yang sesuai dengan tema pertemuan, sekaligus menciptakan suasana yang hangat dan penuh kegembiraan.

Selanjutnya, Bapak Mikael Purwanto memimpin pembukaan dengan tanda salib dan doa Ardas IX. Dalam pengantarnya, Bapak Purwanto menyampaikan gambaran umum mengenai BKSN 2026 serta tema pertemuan pertama.

Umat kemudian diajak melihat kembali makna kebahagiaan dalam kehidupan sehari-hari. Kebahagiaan sering kali dikaitkan dengan kesehatan, kecukupan ekonomi, keberhasilan, keluarga, pekerjaan, maupun berbagai pencapaian. Namun, melalui pengajaran-Nya, Yesus menawarkan cara pandang yang lebih mendalam.

Kebahagiaan sejati tidak semata-mata ditentukan oleh apa yang dimiliki atau dicapai seseorang, tetapi berkaitan dengan sikap hati yang terbuka kepada Allah dan sesama. Setelah pengantar tersebut, umat bersama-sama mengucapkan doa pembuka untuk memohon agar hati dan budi dibuka sehingga mampu menerima dan merenungkan Sabda Tuhan.

Mendengarkan Yesus Sang Guru

Pendalaman dilanjutkan dengan pembacaan Injil Matius 5:1–12 oleh Bapak Andreas. Perikop yang dikenal sebagai Sabda-Sabda Bahagia tersebut mengisahkan Yesus yang naik ke atas bukit dan mengajar para murid serta orang banyak.

Apa yang disampaikan Yesus menghadirkan cara pandang yang berbeda dari ukuran kebahagiaan yang sering digunakan manusia. Mereka yang miskin di hadapan Allah, berdukacita, lemah lembut, lapar dan haus akan kebenaran, murah hati, suci hati, membawa damai, serta mereka yang mengalami penganiayaan karena kebenaran disebut berbahagia.

Sabda tersebut tidak berarti bahwa penderitaan atau kesulitan merupakan sesuatu yang harus dicari. Sebaliknya, Yesus menunjukkan bahwa kebahagiaan sejati berakar pada relasi manusia dengan Allah, keterbukaan terhadap sesama, serta kesetiaan untuk hidup dalam kebenaran, termasuk ketika menghadapi berbagai tantangan.

Dengan demikian, Sabda Bahagia mengajak umat melihat bahwa kehidupan beriman bukan hanya tentang keadaan lahiriah, melainkan juga tentang sikap batin dan cara seseorang menjalani kehidupannya di hadapan Allah.

Video Membuka Ruang Refleksi

Untuk membantu umat menghubungkan Sabda Tuhan dengan pengalaman hidup sehari-hari, peserta kemudian diajak menyaksikan sebuah video inspiratif tentang hidup yang bahagia.

Video refleksi “Hidup yang Bahagia”

Setelah menyaksikan video tersebut, umat diajak merenungkan sebuah pertanyaan sederhana:

“Apa arti kebahagiaan bagi saya?”

Pertanyaan tersebut membuka ruang sharing yang hangat. Beberapa bapak dan ibu membagikan pengalaman mereka mengenai hal-hal yang membuat mereka merasakan kebahagiaan dalam kehidupan sehari-hari.

Dari sharing yang muncul, kebahagiaan ternyata tidak selalu berkaitan dengan kepemilikan materi atau pencapaian pribadi. Bagi sebagian umat, kebahagiaan justru muncul ketika mereka dapat berbagi, membantu, hadir, dan melakukan sesuatu yang berguna bagi orang lain. Sebaliknya, perasaan tidak bahagia dapat muncul ketika seseorang merasa tidak mampu berbuat sesuatu bagi sesamanya.

Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa Sabda Bahagia dapat ditemukan dalam pengalaman konkret umat. Kasih, kepedulian, perhatian, dan kesediaan hadir bagi orang lain menjadi bagian nyata dari upaya menghadirkan nilai-nilai Injil dalam kehidupan sehari-hari.

Bahagia Tidak Sekadar Merasa Senang

Pendalaman bersama juga membawa umat pada pemahaman bahwa kebahagiaan dalam perspektif iman tidak selalu berarti kehidupan tanpa masalah.

Seseorang tetap dapat mengalami pergumulan, kehilangan, kelelahan, maupun penderitaan, tetapi tetap memiliki harapan ketika kehidupannya berakar pada Allah. Kebahagiaan tidak hanya terletak pada keadaan yang menyenangkan, tetapi juga pada keyakinan bahwa hidup memiliki makna dan arah dalam relasi dengan Tuhan.

Karena itu, pertemuan pertama BKSN ini tidak berhenti pada pertanyaan “Apa yang membuat saya bahagia?” Umat juga diajak membawa pertanyaan yang lebih reflektif:

“Apakah cara saya mencari kebahagiaan selama ini sudah sesuai dengan yang diajarkan Yesus?”

Pertanyaan tersebut menjadi kesempatan bagi setiap peserta untuk melihat kembali pilihan, sikap, dan cara menjalani kehidupan sehari-hari sebagai murid Kristus.

Sabda yang Dihidupi dalam Keseharian

BKSN bukan sekadar kegiatan membaca dan memahami teks Kitab Suci. Pendalaman Sabda Tuhan diharapkan membantu umat menemukan inspirasi yang dapat diterapkan dalam kehidupan nyata.

Karena itu, sharing umat Lingkungan Santo Antonius Padua menjadi bagian penting dalam pertemuan ini. Sabda Tuhan tidak hanya dibicarakan sebagai teks, tetapi mulai dihubungkan dengan pengalaman konkret: kehidupan keluarga, relasi dengan tetangga, kehidupan lingkungan, pelayanan Gereja, pekerjaan, serta hubungan dengan masyarakat.

Melalui proses tersebut, umat diajak untuk semakin peka terhadap kebutuhan sesama, memiliki kepedulian terhadap mereka yang membutuhkan, serta berani menghadirkan kasih Kristus melalui tindakan-tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Ditutup dalam Doa dan Syukur

Setelah sesi refleksi dan sharing, pertemuan dilanjutkan dengan doa umat. Dalam doa tersebut, umat membawa berbagai pengalaman, harapan, pergumulan, dan niat masing-masing ke hadapan Tuhan.

Pertemuan kemudian ditutup dengan doa penutup, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu “Alangkah Bahagianya”. Selanjutnya, berkat diberikan oleh prodiakon Bapak Y. Murdiyana.

Pertemuan pertama BKSN 2026 Lingkungan Santo Antonius Padua Maguwo berlangsung dalam suasana hangat, akrab, dan penuh kebersamaan. Kehadiran 25 umat menunjukkan semangat komunitas untuk bersama-sama mendengarkan, merenungkan, dan menghidupi Sabda Tuhan.

Lebih dari sekadar agenda rutin lingkungan, pertemuan ini menjadi kesempatan bagi umat untuk sejenak berhenti dari kesibukan, melihat kembali perjalanan hidup, dan menemukan kembali sumber kebahagiaan yang sejati.

Melalui Sabda Bahagia, Yesus mengajak para pengikut-Nya untuk melihat kehidupan dengan cara yang baru. Kebahagiaan tidak hanya ditemukan dalam apa yang dimiliki, tetapi juga dalam cara manusia hidup di hadapan Allah serta menghadirkan kasih bagi sesama.

Pertemuan pertama ini sekaligus menjadi awal perjalanan BKSN 2026 di Lingkungan Santo Antonius Padua Maguwo: mengenal Yesus, Guru yang Penuh Kuasa, mendengarkan ajaran-Nya, dan membiarkan Sabda-Nya semakin membentuk kehidupan umat.

Berkah Dalem.

Sarasehan BKSN ke-3 Umat Lingkungan St. Gregorius : Mendalami Sabda Tuhan melalui Injil “Matius 18:15–20”. – 17 September 2026

✠
✠
✝

Sarasehan BKSN ke-3

Umat Lingkungan St. Gregorius

Kamis, 17 September 2026

✝

Pendalaman Kitab Suci

Injil Matius 18:15–20

Lingkungan St. Gregorius kembali mengadakan Sarasehan BKSN (Bulan Kitab Suci Nasional) ke-3 pada Kamis, 17 September 2026. Pertemuan ini menjadi kesempatan bagi umat untuk semakin mendekatkan diri kepada Sabda Allah sekaligus mempererat kebersamaan sebagai satu komunitas umat beriman.

Dalam Sarasehan BKSN ke-3 ini, umat diajak untuk mendalami Injil Matius 18:15–20. Sabda Tuhan yang direnungkan mengajak umat untuk memahami pentingnya membangun relasi yang baik dengan sesama, berani mengingatkan dalam kasih ketika terjadi kesalahan, serta menjaga persaudaraan di tengah kehidupan bersama.

Pendalaman Kitab Suci dipandu oleh Mbak Anik. Kegiatan diawali dengan mendengarkan dan menyimak isi Kitab Suci yang disampaikan oleh pemandu. Umat kemudian diajak untuk memahami lebih dalam pesan yang terkandung dalam bacaan Injil serta menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari.

✨ Quiz Kitab Suci ✨

Suasana Sarasehan BKSN kali ini semakin menarik karena umat tidak hanya mendengarkan pendalaman Kitab Suci, tetapi juga diajak untuk mengikuti Quiz Kitab Suci.

Di sela-sela pendalaman setiap bagian Kitab Suci, pemandu memberikan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan isi bacaan Injil Matius 18:15–20. Umat diberikan kesempatan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Bagi umat yang berhasil menjawab dengan tepat, tersedia hadiah sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan antusiasme mereka.

Kehadiran Quiz Kitab Suci membuat suasana pendalaman menjadi lebih hidup. Umat tampak antusias dan terlibat secara aktif dalam menjawab berbagai pertanyaan. Tidak hanya menjadi pendengar, umat diajak untuk mengingat kembali isi Sabda Tuhan sekaligus menguji pemahaman mereka terhadap Kitab Suci.

Suasana Sarasehan pun terasa semakin hangat dan menarik. Keterlibatan umat dalam menjawab setiap pertanyaan menunjukkan semangat untuk belajar dan mendalami Kitab Suci bersama. Momen-momen sederhana ketika umat berlomba menjawab pertanyaan, diselingi kegembiraan saat mendapatkan hadiah, menjadikan pendalaman Kitab Suci terasa dekat, menyenangkan, dan membangun kebersamaan.

Melalui kegiatan ini, umat Lingkungan St. Gregorius diajak untuk tidak berhenti pada membaca dan mendengarkan Sabda Tuhan, tetapi juga menghidupinya dalam kehidupan sehari-hari. Pesan Injil Matius 18:15–20 menjadi ajakan untuk terus membangun persaudaraan, saling mengingatkan dalam kasih, serta menghadirkan semangat kebersamaan di tengah kehidupan umat.

✦ ✝ ✦

Dokumentasi Sarasehan BKSN ke-3

Umat Lingkungan St. Gregorius

Dokumentasi Sarasehan BKSN ke-3 Umat Lingkungan St. Gregorius

Suasana umat mengikuti Sarasehan BKSN ke-3 Lingkungan St. Gregorius.

Pendalaman Kitab Suci Sarasehan BKSN ke-3

Pendalaman Sabda Tuhan dan suasana doa bersama umat.

Umat mengikuti Quiz Kitab Suci BKSN ke-3

Umat antusias mengikuti pendalaman dan menjawab pertanyaan Quiz Kitab Suci.

Kebersamaan umat Lingkungan St. Gregorius dalam Sarasehan BKSN ke-3

Sarasehan BKSN ke-3 dalam Kebersamaan.

✝

“Di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”

— Matius 18:20

Semoga melalui pendalaman Kitab Suci, umat Lingkungan St. Gregorius semakin bertumbuh dalam iman dan semakin mampu menghadirkan Sabda Tuhan dalam kehidupan bersama.

✦ ✝ ✦
✠
✠
✝

BUKU PEDOMAN BKSN 2026

Bulan Kitab Suci Nasional 2026
❦ ✝ ❦
✠ ✝ ✠
🎵 TikTok Lingkungan St. Gregorius
@lingk..st..gregor Pertemuan BKSN 3 #lingkstgregoriuskadisoka ♬ original sound – Heho Studio
🎵 TikTok Lingkungan St. Gregorius
@lingk..st..gregor
✠
✠
✦ ✝ ✦

Lagu Lingkungan St. Gregorius

“Guyub Melayani Dalam Kasih”

❧ ✝ ❧
♪ Lingkungan St. Gregorius ♪
Guyub Melayani Dalam Kasih (Versi 2)
✦ ✝ ✦

Ibadat Memule Lingkungan St. Gregorius Mengenang 40 Hari Berpulangnya Ibu Veronika Endang Susanti – 12 September 2026

✝

Ibadat Memule
Lingkungan St. Gregorius

Mengenang 40 Hari Berpulangnya Ibu Veronika Endang Susanti
✝
Sabtu, 12 September 2026

Ibadat Memule Lingkungan St. Gregorius
Dalam rangka mengenang dan mendoakan
Ibu Veronika Endang Susanti
Kakak dari Mbak Anik, umat Lingkungan St. Gregorius

Dipimpin oleh Prodiakon Lingkungan St. Gregorius, Bapak Paul Supit

🕯️ Mengenang dalam Doa dan Kasih

Sabtu, 12 September 2026 menjadi momen penuh doa dan kasih bagi umat Lingkungan St. Gregorius, Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo. Pada hari tersebut, umat berkumpul dalam Ibadat Memule untuk mengenang dan mendoakan Ibu Veronika Endang Susanti, kakak dari Mbak Anik, umat Lingkungan St. Gregorius, yang telah berpulang ke Rumah Bapa di Surga.

Ibadat Memule menjadi ungkapan kasih, penghormatan, sekaligus doa bersama bagi almarhumah. Dalam suasana penuh keheningan dan pengharapan iman, umat mengenangkan perjalanan hidup Ibu Veronika serta menyerahkan dirinya ke dalam kasih dan kerahiman Tuhan.

“Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati.” Yohanes 11:25

🙏 Doa dan Penghiburan dalam Kebersamaan

Ibadat dipimpin oleh Prodiakon Lingkungan St. Gregorius, Bapak Paul Supit . Melalui doa, bacaan Kitab Suci, renungan, serta rangkaian ibadat, umat diajak untuk semakin menyadari bahwa kehidupan manusia berada dalam penyelenggaraan kasih Allah.

Kepergian orang yang dikasihi tentu meninggalkan kesedihan dan kerinduan bagi keluarga. Namun, iman Kristiani memberikan pengharapan bahwa kematian bukanlah akhir dari segala sesuatu. Dalam iman akan Kristus yang bangkit, umat percaya akan kehidupan kekal dan menyerahkan setiap orang yang telah berpulang ke dalam kasih Tuhan.

Ibadat ini juga menjadi kesempatan bagi umat Lingkungan St. Gregorius untuk hadir dan memberikan dukungan kepada keluarga Mbak Anik. Kebersamaan dalam doa menjadi bentuk nyata kepedulian dan kasih persaudaraan sebagai satu komunitas umat beriman.

🤝 Kebersamaan Antarlingkungan

Ibadat Memule ini semakin bermakna karena dihadiri oleh umat dari beberapa lingkungan. Lingkungan St. Gregorius menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh umat yang telah berkenan hadir, memberikan dukungan, serta bersama-sama mendoakan almarhumah.

  • Seluruh umat Lingkungan St. Gregorius
  • Umat Lingkungan St. Stefanus
  • Umat Lingkungan St. Fransiskus Sales (Balapan)

Kehadiran dan doa bersama dari umat lintas lingkungan menjadi tanda nyata bahwa dalam suka maupun duka, umat dipanggil untuk saling menguatkan, menemani, dan berbagi kasih sebagai satu keluarga besar Gereja.

🌿 Mengenang dengan Kasih, Mendoakan dengan Iman

Empat puluh hari setelah kepergian seseorang menjadi kesempatan bagi keluarga dan komunitas untuk kembali mengenang perjalanan hidupnya. Bagi umat Kristiani, mengenang bukan sekadar menghadirkan kembali kenangan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk terus mendoakan dan mempercayakan almarhumah kepada Tuhan.

Semoga seluruh kebaikan, kasih, dan teladan yang telah diberikan Ibu Veronika Endang Susanti selama hidupnya dapat terus dikenang oleh keluarga dan orang-orang yang mengenalnya.

Semoga Tuhan memberikan penghiburan dan kekuatan kepada keluarga yang ditinggalkan, khususnya kepada Mbak Anik beserta keluarga. Semoga iman akan Kristus yang bangkit senantiasa memberikan keteguhan hati dalam menjalani masa duka.

✝

Selamat jalan menuju Rumah Bapa,
Ibu Veronika Endang Susanti.

Kiranya Tuhan menerima almarhumah dalam damai dan kasih-Nya, mengampuni segala dosa dan kesalahannya, serta menganugerahkan kepadanya kehidupan kekal di Surga.

“Berbahagialah orang yang mati dalam Tuhan.” bdk. Wahyu 14:13

Terima kasih kepada seluruh umat Lingkungan St. Gregorius, Lingkungan St. Stefanus, dan Lingkungan St. Fransiskus Sales (Balapan) atas kehadiran, doa, perhatian, dan kebersamaan dalam Ibadat Memule ini.

Tuhan memberkati dan menguatkan kita semua.

✦ ✝ ✦ ✝ ✦
🎵 TikTok Lingkungan St. Gregorius
@lingk..st..gregor Ibadat Memule mengenang 40 hari berpulang nya Ibu Veronica Endang Susanti -12 Sept 2026- #lingkstgregoriuskadisoka ♬ suara asli – Kamu Dipanggil!
🎵 TikTok Lingkungan St. Gregorius
@lingk..st..gregor
✣
✣
❧
❧
✠
GREGORIAN
Lingkungan St. Gregorius

Sarasehan BKSN ke-2 Umat Lingkungan St. Gregorius : Bertumbuh dalam Sabda dan Sukacita – 10 September 2026

✦ ✝ ✦
LINGKUNGAN ST. GREGORIUS

Sarasehan BKSN ke-2

Umat Lingkungan St. Gregorius

Kamis, 10 September 2026
───── ✝ ─────

Umat Lingkungan St. Gregorius kembali berkumpul dalam suasana penuh sukacita dan kebersamaan dalam Sarasehan BKSN ke-2 yang dilaksanakan pada Kamis, 10 September 2026. Pertemuan ini menjadi kesempatan bagi umat untuk semakin dekat dengan Kitab Suci, sekaligus mempererat persaudaraan sebagai satu komunitas umat beriman.

Dalam Sarasehan BKSN ke-2 ini, umat diajak untuk mendalami Injil Matius 10:1-15, yang mengisahkan tentang Yesus memanggil dan mengutus kedua belas murid-Nya untuk mewartakan Kerajaan Allah.

✝
Pendalaman Kitab Suci
Injil Matius 10:1-15

✝ Mendalami Panggilan dan Perutusan

Melalui perikop Matius 10:1-15, umat diajak untuk menyadari bahwa setiap orang yang mengikuti Kristus juga dipanggil untuk menjadi pribadi yang mau diutus dan hadir bagi sesama.

Yesus memberikan kuasa kepada para murid dan mengutus mereka untuk pergi mewartakan Kerajaan Allah. Perutusan tersebut tidak hanya berbicara mengenai pewartaan melalui kata-kata, tetapi juga tentang kehadiran yang membawa kebaikan, kedamaian, perhatian, dan kasih kepada orang-orang yang dijumpai.

Pesan Yesus kepada para murid juga mengingatkan bahwa dalam menjalankan perutusan, seseorang tidak perlu terlalu bergantung pada berbagai bekal duniawi. Yang terutama adalah kepercayaan kepada Tuhan dan kesediaan untuk menjalankan tugas perutusan dengan tulus.

Bagi umat Lingkungan St. Gregorius, sabda ini menjadi ajakan untuk terus membuka diri terhadap panggilan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Setiap umat dapat menjadi pewarta melalui keluarga, lingkungan, pekerjaan, pelayanan, maupun melalui perhatian sederhana kepada sesama.

❦ ✝ ❦

✝ Belajar Kitab Suci dengan Sukacita

Sarasehan kali ini tidak hanya diisi dengan pendalaman Kitab Suci. Setelah mengikuti proses pendalaman, umat juga diajak menikmati suasana kebersamaan melalui permainan atau game yang dikemas secara menarik dan penuh kegembiraan.

Salah satu kegiatan yang membuat suasana semakin meriah adalah permainan memutar hadiah. Dengan penuh antusias, umat mengikuti permainan sambil diiringi lagu “Aku Bahagia”. Tawa, kegembiraan, dan semangat kebersamaan pun mewarnai kegiatan tersebut.

♫ ✨ ♫
“Aku Bahagia”

Permainan memutar hadiah menjadi salah satu momen penuh keceriaan dan kebersamaan umat.

✝ Sabda Tuhan yang Membawa Sukacita

Sarasehan BKSN ke-2 menjadi pengingat bahwa pendalaman Kitab Suci dapat dilakukan dalam suasana yang dekat, hangat, dan penuh sukacita. Sabda Tuhan tidak berhenti pada pemahaman, tetapi diharapkan dapat dihidupi dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Semangat perutusan dalam Matius 10:1-15 mengajak umat Lingkungan St. Gregorius untuk terus hadir sebagai pembawa kasih, kedamaian, dan sukacita di tengah keluarga, lingkungan, Gereja, dan masyarakat.

Melalui kegiatan Sarasehan BKSN ini, umat diharapkan semakin mencintai Kitab Suci, semakin akrab satu sama lain, serta semakin berani menjawab panggilan Tuhan untuk menjadi saksi kasih-Nya.

✝

“Pergilah dan wartakanlah: Kerajaan Surga sudah dekat.”

(Matius 10:7)

Semoga semangat kebersamaan dalam Sarasehan BKSN ke-2 Umat Lingkungan St. Gregorius terus bertumbuh dan menjadi kekuatan bagi umat untuk semakin bertumbuh dalam iman, bersaudara dalam kasih, dan bersukacita dalam pelayanan.

✦ ✝ ✦

Lingkungan St. Gregorius – 2026

✦ ✝ ✦
✝ DOKUMENTASI KEGIATAN ✝

Dokumentasi Foto-foto
Sarasehan BKSN Ke-2

Lingkungan St. Gregorius
Kamis, 10 September 2026
───── ❦ ✝ ❦ ─────

Rangkaian dokumentasi kebersamaan umat Lingkungan St. Gregorius dalam kegiatan Sarasehan BKSN Ke-2. Kegiatan diisi dengan pendalaman Injil Matius 10:1-15, serta permainan bersama yang penuh sukacita.

Dokumentasi Sarasehan BKSN Ke-2 Lingkungan St. Gregorius
Kebersamaan Umat
Pendalaman Kitab Suci Sarasehan BKSN
Pendalaman Kitab Suci
Umat Lingkungan St. Gregorius mengikuti Sarasehan BKSN
Menggali Makna Sabda Tuhan
Kegiatan Sarasehan BKSN Ke-2
Semangat Kebersamaan
Permainan Sarasehan BKSN Ke-2
Permainan Bersama
Kebersamaan Umat Lingkungan St. Gregorius
Sukacita dan Persaudaraan
Sukacita dan Persaudaraan
Kebersamaan Umat Lingkungan St. Gregorius
Sukacita dan Persaudaraan
✝
“Pergilah dan wartakanlah: Kerajaan Surga sudah dekat.”
(Matius 10:7)
✦ ✝ ✦

Umat Lingkungan St. Gregorius

✠
✠
✝

BUKU PEDOMAN BKSN 2026

Bulan Kitab Suci Nasional 2026
❦ ✝ ❦
✠ ✝ ✠
🎵 TikTok Lingkungan St. Gregorius
@lingk..st..gregor Pertemuan BKSN 2 Lingk St Gregorius Kadisoka #lingkstgregoriuskadisoka ♬ original sound – Heho Studio
🎵 TikTok Lingkungan St. Gregorius
@lingk..st..gregor
✣
✣
❧
❧
✠
GREGORIAN
Lingkungan St. Gregorius

Misa Lingkungan St. Elisabeth bersama Romo Dadang

Hari Selasa, 23 Juni 2026, Umat Lingkungan St Elisabeth melaksanakan Misa Lingkungan yang dipimpin oleh Romo Dadang. Misa dilaksanakan di rumah Bapak Agustinus daerah Kradenan. Umat yang hadir berjumlah 52 orang. Romo Dadang dibantu oleh Mas Candra, prodiakon dari Lingkungan Gabriel. Misa ini berlangsung meriah karna dihadiri banyak umat, dan seru karna setelah misa berakhir, acara disambung dengan bincang-bincang atau sharring bersama Romo. Sharring berisi tentang permasalahan yang dilalui umat maupun pengurus lingkungan dan bagaimana mengatasinya. Tidak lupa ada pemberian Tanda Kasih untuk Oline, anak yang menerimakan Komuni tahun ini.

Bapa Kami, Doa yang Mengubah hati

18 Juni 2026, Lingkungan Elisabeth melaksanakan Sembahyangan Rutin yang dilaksanakan di Pendopo Mbah Cipto, dengan Pemimpin Sembahyangan Dita. Sembahyangan kali ini bersamaan dengan Paguyuban Ibu-Ibu Lingkungan, sehingga umat yang hadir lebih banyak. umat yang hadir malam ini 35 orang.

Dalam Sembahyangan malam ini, kami mengambil bacaan harian dari Injil Matius 6:7-15. Dalam Injil ini berisi tentang Yesus yang mengajarkan kepada para murid bagaimana seharusnya mereka berdoa. Di sini, Yesus mengingatkan agar kita tidak berdoa hanya dengan banyak kata, seolah-olah Tuhan baru akan mendengarkan kalau kita berbicara panjang lebar. Ingatlah, Bapa mengetahui apa yang kita perlukan bahkan sebelum kita memintanya.

Kemudian Yesus memberikan doa yang sangat kita kenal: Doa Bapa Kami.

Menariknya, dalam doa ini Yesus tidak hanya mengajarkan kita untuk meminta kebutuhan pribadi. Kita diajak terlebih dahulu mengatakan:

“Dimuliakanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu.”

Artinya, doa bukan hanya tentang “Tuhan, berikan aku apa yang aku inginkan.” Doa juga merupakan kesempatan untuk menyerahkan diri dan berkata, “Tuhan, jadilah kehendak-Mu dalam hidupku.”

Kita sering datang kepada Tuhan ketika menghadapi masalah: Ketika keluarga sedang mengalami kesulitan, ketika anak sakit, ketika pekerjaan tidak berjalan baik, ketika hubungan dengan orang lain sedang bermasalah. Semua boleh kita bawa dalam doa.

Namun melalui Bapa Kami, Yesus mengajarkan bahwa ada sesuatu yang lebih penting: bukan hanya meminta Tuhan mengubah keadaan kita, tetapi membiarkan Tuhan terlebih dahulu mengubah hati kita.

Bagian yang mungkin paling sulit adalah:

“Ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.”

Kita tentu ingin Tuhan mengampuni kesalahan kita. Tetapi Yesus juga mengajak kita belajar memberikan pengampunan kepada orang lain.

Mengampuni bukan berarti mengatakan bahwa kesalahan orang lain tidak penting. Mengampuni juga tidak selalu berarti kita harus langsung melupakan apa yang terjadi. Mengampuni berarti kita memilih untuk tidak terus-menerus membiarkan luka, kemarahan, dan kebencian menguasai hati kita.

Kadang orang yang paling sulit kita ampuni justru adalah orang yang paling dekat dengan kita: pasangan, anak, saudara, teman, atau seseorang dalam komunitas kita sendiri.

Karena itu, Doa Bapa Kami bukan sekadar doa yang diucapkan dengan bibir. Doa ini adalah doa yang menantang kita untuk hidup sesuai dengan apa yang kita ucapkan.

Ketika kita berkata, “Jadilah kehendak-Mu,” kita belajar menerima bahwa tidak semua keinginan kita harus terjadi.

Ketika kita berkata, “Berilah kami rezeki pada hari ini,” kita belajar percaya bahwa Tuhan akan mencukupi kebutuhan kita.

Ketika kita berkata, “Ampunilah kami,” kita belajar rendah hati mengakui kesalahan.

Dan ketika kita berkata, “Seperti kami pun mengampuni,” kita dipanggil untuk membuka hati dan melepaskan kebencian.

Mungkin hari ini Tuhan tidak meminta kita melakukan sesuatu yang besar. Mungkin Tuhan hanya mengajak kita berdoa dengan lebih sungguh-sungguh, percaya lebih dalam, dan mengampuni sedikit demi sedikit.

Mari kita jadikan Bapa Kami bukan hanya doa yang kita hafalkan, tetapi cara hidup sebagai anak-anak Allah.

Sebab doa yang sejati bukan hanya membuat kita semakin dekat dengan Tuhan, tetapi juga membuat hati kita semakin mampu mengasihi, mengampuni, dan menghadirkan Kerajaan Allah dalam kehidupan sehari-hari.

Misa Memule Satu Tahun Berpulangnya Antonius Agung Yudodarsono, Umat St. Antonius Bersekutu dalam Doa

Yogyakarta — Umat Lingkungan St. Antonius bersama umat dari beberapa lingkungan sekitar berkumpul dalam Misa Memule satu tahun berpulangnya saudara Antonius Agung Yudodarsono pada Sabtu, 5 September 2026. Misa dilaksanakan di rumah Bapak V. Sumarno dan dihadiri oleh umat dalam suasana khidmat, akrab, dan penuh kebersamaan.

Misa dimulai pada pukul 19.35 WIB dan dipimpin oleh Romo F.X. Murdi Susanto, Pr. Melalui perayaan Ekaristi, umat bersama-sama mendoakan Antonius Agung Yudodarsono serta menyerahkan keluarga dan seluruh umat yang hadir ke dalam penyelenggaraan kasih Tuhan.

Perayaan ini juga menjadi kesempatan untuk meneguhkan iman akan pengharapan Kristiani. Dalam iman, kehidupan manusia senantiasa berada dalam kasih Tuhan, sementara perpisahan dengan orang yang dikasihi mengingatkan umat akan panggilan untuk terus menjalani kehidupan dengan iman, kasih, dan pengharapan.

Kehadiran umat dari Lingkungan St. Antonius dan lingkungan-lingkungan sekitar menunjukkan semangat persaudaraan yang terus terpelihara dalam kehidupan menggereja. Kebersamaan dalam doa menjadi bentuk dukungan bagi keluarga sekaligus mempererat hubungan antarumat.

Misa berlangsung dengan khidmat dan berakhir pada pukul 20.35 WIB. Setelah perayaan Ekaristi, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian beberapa pengumuman dari Paroki Administratif Maguwo yang ditujukan kepada umat Lingkungan St. Antonius.

Kegiatan malam itu menjadi pengingat bagi seluruh umat akan pentingnya hidup dalam iman dan persaudaraan. Melalui kebersamaan dalam Ekaristi dan doa, umat diajak untuk senantiasa mengandalkan kasih Tuhan serta menghadirkan kepedulian dan dukungan bagi sesama dalam kehidupan sehari-hari.

Semoga doa yang dipanjatkan dalam perayaan ini menjadi penghiburan bagi keluarga yang ditinggalkan dan meneguhkan iman seluruh umat akan pengharapan akan kehidupan kekal dalam kasih Tuhan.

Sarasehan BKSN Pertama Lingkungan St. Gregorius : Menemukan Kebahagiaan Sejati dalam Sabda Tuhan – 02 September 2026

✝
Bulan Kitab Suci Nasional 2026

Sarasehan BKSN Pertama
Umat Lingkungan St. Gregorius

Pendalaman Injil Matius 5:1-12 tentang Sabda Bahagia dan panggilan untuk hidup dalam kasih Kristus
✦ ─── ✝ ─── ✦
📅 Rabu, 2 September 2026
📖 Matius 5:1-12
⛪ Lingkungan St. Gregorius
Maguwo — 2 September 2026

Dalam rangka mengisi Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2026, umat Lingkungan St. Gregorius berkumpul dalam suasana penuh keakraban dan semangat persaudaraan untuk mengikuti Pertemuan Sarasehan BKSN yang pertama.

Pertemuan ini menjadi kesempatan bagi umat untuk semakin mencintai Kitab Suci, mendengarkan Sabda Allah, serta menemukan pesan Tuhan yang dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Bersama Mendalami Sabda Tuhan

Sarasehan BKSN tidak hanya menjadi kegiatan untuk membaca dan memahami teks Kitab Suci, tetapi juga menjadi ruang bagi umat untuk berbagi pengalaman iman dan merefleksikan kehadiran Tuhan dalam kehidupan.

Pada pertemuan pertama ini, umat diajak mendalami Injil Matius 5:1-12, yang dikenal sebagai Sabda Bahagia. Melalui sabda tersebut, Yesus mengajarkan jalan hidup yang membawa manusia kepada kebahagiaan sejati.

✝
“Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga.”
Matius 5:3

Memahami Makna Sabda Bahagia

Dalam Injil Matius 5:1-12, Yesus menyampaikan berbagai ucapan bahagia kepada mereka yang hidup dalam kerendahan hati, kelemahlembutan, kemurahan hati, perjuangan akan kebenaran, serta mereka yang membawa damai.

Sabda Yesus memberikan cara pandang yang berbeda mengenai arti kebahagiaan. Kebahagiaan sejati tidak semata-mata ditentukan oleh kekayaan, keberhasilan, kedudukan, maupun kenyamanan hidup.

Kebahagiaan sejati berakar pada hubungan yang dekat dengan Allah serta kesediaan untuk hidup dalam kasih dan menjadi berkat bagi sesama.

Sabda Bahagia Mengajak Kita Untuk:

  • Rendah hati di hadapan Allah — menyadari bahwa hidup kita bergantung kepada Tuhan.
  • Menjadi pribadi yang lemah lembut — mampu mengendalikan diri dan tidak membalas kejahatan dengan kejahatan.
  • Memiliki kemurahan hati — peduli terhadap mereka yang membutuhkan pertolongan.
  • Memperjuangkan kebenaran — tetap setia melakukan kebaikan meskipun menghadapi berbagai tantangan.
  • Menjadi pembawa damai — menghadirkan kasih dan persaudaraan di tengah keluarga, lingkungan, Gereja, dan masyarakat.

Sabda Tuhan dalam Kehidupan Sehari-hari

Melalui pendalaman Injil ini, umat diajak untuk melihat kembali kehidupan masing-masing. Sabda Tuhan tidak berhenti pada pemahaman saat pertemuan, tetapi hendaknya diwujudkan dalam tindakan nyata.

Menjadi umat Kristiani berarti menghadirkan kasih Kristus melalui hal-hal sederhana: mendengarkan sesama, mengampuni, membantu mereka yang membutuhkan, menghargai perbedaan, serta membangun persaudaraan.

✦ Bahan Permenungan ✦
01. Apakah saya sudah sungguh-sungguh mengandalkan Tuhan dalam setiap persoalan hidup?
02. Apakah kehadiran saya membawa damai bagi keluarga dan lingkungan?
03. Apakah saya memiliki kepedulian terhadap sesama yang sedang mengalami kesulitan?
04. Apakah saya tetap berani memperjuangkan kebenaran dan kebaikan meskipun tidak selalu mudah?
05. Apakah kehidupan saya sudah menjadi kesaksian kasih Kristus bagi orang-orang di sekitar saya?
✝

“Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.”

Matius 5:9

Dari Sabda Menjadi Tindakan

Pertemuan pertama Sarasehan BKSN menjadi momentum bagi umat Lingkungan St. Gregorius untuk semakin menyadari bahwa iman tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan.

Sabda Bahagia mengajak umat untuk menjadi pribadi yang rendah hati, penuh kasih, membawa damai, dan memiliki kepedulian terhadap mereka yang membutuhkan.

Di tengah kehidupan masyarakat yang penuh dengan berbagai tantangan dan perbedaan, umat dipanggil untuk menghadirkan wajah Kristus melalui perkataan dan perbuatan sederhana.

Bertumbuh Bersama dalam Sabda

Pertemuan Sarasehan BKSN pertama ini menjadi awal perjalanan umat Lingkungan St. Gregorius dalam mendalami Kitab Suci selama Bulan Kitab Suci Nasional.

Kebersamaan umat dalam membaca, mendengarkan, merenungkan, dan berbagi pengalaman iman menjadi kekuatan untuk semakin bertumbuh sebagai komunitas yang hidup dalam kasih Kristus.

Semoga melalui rangkaian BKSN 2026, umat semakin mencintai Kitab Suci, semakin mengenal pribadi Yesus Kristus, dan semakin mampu menjadikan Sabda-Nya sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

✝
“Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.”
Matius 5:9
✠
✠
✝

BUKU PEDOMAN BKSN 2026

Bulan Kitab Suci Nasional 2026
❦ ✝ ❦
✠ ✝ ✠
✝

Dokumentasi Sarasehan BKSN Pertama
Lingkungan St. Gregorius

Bulan Kitab Suci Nasional 2026
Pendalaman Injil Matius 5:1-12
✦ ✝ ✦
🎵 TikTok Lingkungan St. Gregorius
@lingk..st..gregor
✣
✣
❧
❧
✠
GREGORIAN
Lingkungan St. Gregorius