Pertemuan APP ke-4 Lingkungan St. Gregorius KadisokaSelasa, 17 Maret 2026

Pertemuan APP (Aksi Puasa Pembangunan) ke-4 Lingkungan St. Gregorius Kadisoka telah dilaksanakan pada hari Selasa, 17 Maret 2026, dalam suasana penuh kebersamaan dan semangat pelayanan. Pada pertemuan kali ini, umat diajak untuk mendalami tema “Pentingnya Pedoman Dalam Sebuah Gerakan.”

Melalui bacaan Injil yang diambil dari Kisah Para Rasul 6:1-7, umat diajak untuk merenungkan bagaimana para rasul pada masa Gereja perdana menghadapi tantangan dalam pelayanan. Dengan bijaksana, mereka menetapkan pedoman yang jelas serta membagi tugas secara teratur, sehingga pelayanan kepada umat dapat berjalan dengan baik, adil, dan terarah.

Dalam permenungan bersama, umat Lingkungan St. Gregorius Kadisoka menyadari bahwa setiap gerakan, khususnya dalam pelayanan Gereja dan kehidupan sosial, membutuhkan pedoman yang jelas agar tujuan bersama dapat tercapai dengan efektif. Pedoman tersebut menjadi dasar dalam bertindak, menjaga kesatuan, serta menghindari kesalahpahaman dalam pelayanan.

Pertemuan ditutup dengan doa bersama, dengan harapan agar seluruh umat semakin mampu menjadi pelayan yang setia, bijaksana, dan berpegang teguh pada nilai-nilai Injil dalam setiap gerakan kehidupan.

Media Social Lingkungan St. Gregorius Kadisoka – GMBA :

Youtube : https://youtu.be/1A-pfDRASK8

Instagram : https://www.instagram.com/reel/DV_VN59D-Tm/?igsh=MXZnbXBhMDJlN3Y4dQ==

Tiktok : https://vt.tiktok.com/ZSuVBo25y/

Kegiatan APP Ke-3 Lingkungan Santa Monica: Menumbuhkan Kepedulian dan Tanggung Jawab Sosial dalam Hidup Sehari-hari

Lingkungan Santa Monica kembali melaksanakan pertemuan Aksi Puasa Pembangunan (APP) ke-3 yang berlangsung pada Kamis, 12 Maret 2026 pukul 19.00 WIB. Kegiatan ini bertempat di rumah Ibu Mimi yang berlokasi di Jalan Nangka 3, dan dihadiri oleh umat lingkungan dengan penuh antusias.

Pertemuan diawali dengan doa pembuka yang mengajak umat untuk memasuki suasana refleksi. Dalam kesempatan ini, tema yang diangkat adalah “Meninggalkan Sikap Ketidakpedulian, Mengembangkan Tanggung Jawab Sosial.” Tema ini menjadi ajakan bagi seluruh umat untuk semakin peka terhadap kehidupan sesama di sekitar mereka.

Ibu Tiwi selaku pemandu memimpin jalannya pendalaman iman dengan mengangkat bacaan Kitab Suci tentang kisah orang kaya dan Lazarus yang miskin. Melalui kisah tersebut, umat diajak untuk merenungkan pilihan hidup masing-masing: apakah ingin menjadi pribadi yang acuh tak acuh seperti orang kaya, atau memiliki hati yang peduli seperti yang diharapkan Tuhan.

Dalam pendalaman, ditekankan bahwa menjadi kaya bukanlah suatu kesalahan. Namun, kekayaan hendaknya tidak membuat seseorang kehilangan rasa kepedulian terhadap sesama, terutama mereka yang hidup dalam kekurangan di sekitar kita. Kepedulian sosial menjadi wujud nyata iman yang hidup, yang tercermin dalam tindakan kasih dan perhatian kepada orang lain.

Suasana diskusi berlangsung hangat, di mana umat saling berbagi pandangan dan pengalaman mengenai pentingnya kepekaan sosial dalam kehidupan sehari-hari. Banyak umat menyadari bahwa sikap peduli dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti memperhatikan tetangga, membantu yang membutuhkan, serta terlibat aktif dalam kegiatan sosial di lingkungan maupun paroki.

Pertemuan ditutup dengan doa penutup, disertai harapan agar setiap umat semakin mampu menghidupi iman melalui tindakan nyata, meninggalkan sikap ketidakpedulian, dan bertumbuh dalam tanggung jawab sosial.

Melalui kegiatan APP ini, umat diharapkan semakin menyadari panggilan untuk menjadi terang dan garam dunia, dengan menghadirkan kasih Tuhan di tengah kehidupan sehari-hari.

Kegiatan APP Ke-2 Lingkungan Santa Monica: Mendalami Potensi Dana Sosial Gereja, Fungsi dan Sifatnya

Lingkungan Santa Monica kembali mengadakan kegiatan pendalaman iman dalam rangka Aksi Puasa Pembangunan (APP) ke-2. Pertemuan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 5 Maret 2026, pukul 19.00 WIB, bertempat di rumah Bapak Wardoyo, dan dihadiri oleh sekitar 25 umat lingkungan.

Kegiatan diawali dengan doa pembuka yang membawa seluruh umat pada suasana hening dan reflektif. Dalam pertemuan ini, umat diajak untuk semakin memahami tema APP ke-2, yaitu “Potensi Dana Sosial Gereja: Fungsi dan Sifatnya.”

Sebagai pemandu, Ibu Wiwiek dengan penuh semangat mengajak umat untuk mendalami makna dana sosial gereja, yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana bantuan bagi sesama yang membutuhkan, tetapi juga sebagai wujud nyata solidaritas dan kasih dalam kehidupan menggereja. Dana sosial gereja memiliki sifat transparan, partisipatif, dan ditujukan demi kesejahteraan bersama, khususnya bagi mereka yang berkekurangan.

Dalam sesi pendalaman, umat diajak untuk menyadari pentingnya keterlibatan aktif seluruh anggota gereja, tidak hanya dalam memberikan kontribusi, tetapi juga dalam mengawasi penggunaan dana sosial tersebut. Hal ini bertujuan agar pengelolaan dana dapat berjalan dengan baik, jujur, dan tepat sasaran.

Diskusi berlangsung dengan hangat dan penuh antusiasme. Beberapa umat menyampaikan pandangan serta pengalaman terkait pentingnya keterbukaan dan tanggung jawab bersama dalam pengelolaan dana gereja. Selain itu, dibahas pula langkah-langkah konkret yang dapat dilakukan umat untuk mendukung perkembangan paroki, antara lain dengan meningkatkan kepedulian sosial, keterlibatan dalam kegiatan gereja, serta menjaga semangat kebersamaan.

Pertemuan ditutup dengan doa penutup dan harapan agar seluruh umat semakin terdorong untuk berperan aktif dalam kehidupan menggereja, khususnya dalam mendukung pengelolaan dana sosial yang transparan dan bertanggung jawab.

Melalui kegiatan APP ini, diharapkan semangat solidaritas, kepedulian, dan tanggung jawab bersama semakin tumbuh dalam diri setiap umat, demi terwujudnya gereja yang hidup dan melayani.


Pertemuan APP ke-4 Lingkungan St. Antonius Maguwo

“PENTINGNYA PEDOMAN DALAM SEBUAH GERAKAN”

Tanggal                      : 12 Maret 2026

Tempat                      : Rumah Bp Arief Subyantoro

Pemandu                  : Ibu Ayiek, Bp Andreas, Bp Satria

Jumlah Peserta       : 25 orang

Pertemuan keempat dalam rangkaian Aksi Puasa Pembangunan (APP) 2026 mengangkat tema “Pentingnya Pedoman dalam Sebuah Gerakan.” Pertemuan ini mengajak umat untuk menyadari bahwa kepedulian sosial yang dilakukan Gereja perlu dijalankan dengan arah yang jelas, sehingga bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan membawa manfaat bagi sesama. Pertemuan diawali dengan nyanyian pembuka, tanda salib, pengantar, serta doa pembuka yang mengantar umat pada semangat refleksi dan kebersamaan.

Pada bagian pendalaman, umat diajak menyaksikan sebuah fragmen yang menggambarkan percakapan ringan antarumat sebelum pertemuan lingkungan dimulai. Dalam suasana santai tersebut muncul pertanyaan mengenai mengapa bantuan sosial di Gereja perlu diatur dengan pedoman tertentu. Melalui dialog yang sederhana dan diselingi humor, fragmen ini menggambarkan keraguan yang kadang muncul di tengah umat tentang prosedur atau aturan dalam kegiatan sosial Gereja.

Melalui penjelasan salah satu tokoh dalam fragmen, umat kemudian diajak memahami bahwa Gereja memiliki pedoman yang jelas dalam mengelola bantuan sosial, yaitu Pedoman Dana Sosial Paroki. Pedoman ini hadir bukan untuk mempersulit, melainkan untuk memastikan bahwa bantuan yang diberikan oleh umat dapat dikelola secara adil, transparan, dan bertanggung jawab. Dengan adanya pedoman tersebut, pelayanan sosial Gereja dapat berjalan lebih terarah dan benar-benar menjangkau mereka yang membutuhkan.

Fragmen tersebut juga menampilkan pengalaman nyata seorang umat yang pernah merasakan bantuan Gereja ketika menghadapi kesulitan. Pengalaman tersebut membuka kesadaran bersama bahwa pedoman justru menjaga agar bantuan dapat diberikan dengan bermartabat dan tidak salah sasaran. Dengan demikian, kepedulian umat tidak hanya didorong oleh niat baik semata, tetapi juga oleh kebijaksanaan dalam mengelola bantuan.Pertemuan diakhiri dengan bacaan Kitab Suci, doa penutup, berkat, serta lagu penutup yang menguatkan komitmen umat untuk hidup dalam semangat solidaritas. Melalui pertemuan ini, umat diajak menghidupi prinsip sederhana namun mendalam: “murah hati ning ora waton, murah hati tetapi tidak sembarangan, murah hati tapi bijaksana.” Kepedulian yang dilandasi pedoman yang baik akan menjadikan gerakan sosial Gereja semakin kuat dalam menghadirkan masyarakat yang bahagia dan sejahtera.

Pentingnya Pedoman dalam Gerakan Pelayanan Sosial: Pertemuan APP 4 Lingkungan St. Gabriel

Pertemuan APP ke-4 Lingkungan St. Gabriel dilaksanakan pada hari Kamis, 12 Maret 2026, bertempat di rumah keluarga Ibu Sumarni. Pertemuan ini dipimpin oleh Ibu Intan, Ibu Lita, dan Ibu Mariana Kilok. Kegiatan dimulai pada pukul 19.00 WIB dan dihadiri oleh 25 orang umat yang terdiri dari anak-anak, remaja, dan orang tua.

Tema Pertemuan APP 4 adalah “Pentingnya Pedoman dalam Sebuah Gerakan.” Melalui pertemuan ini, umat diajak untuk memahami bahwa kegiatan pelayanan sosial bagi kelompok KLMTD (Kecil, Lemah, Miskin, Tersingkir, dan Difabel) membutuhkan pedoman yang jelas. Pedoman tersebut berisi semangat dasar, prinsip kerja, nilai-nilai, serta petunjuk teknis yang menjadi dasar dalam menjalankan kegiatan pelayanan sosial. Pedoman tersebut memiliki peran penting sebagai petunjuk arah dalam pelaksanaan kegiatan, alat kontrol, alat ukur keberhasilan, serta sebagai bentuk pertanggungjawaban dalam penggunaan dana sosial Gereja, yaitu dana APP. Dana APP yang dikumpulkan melalui kotak APP sangat bermanfaat bagi umat yang termasuk dalam kelompok KLMTD. Bahkan, dana tersebut tidak hanya dapat dimanfaatkan oleh umat Katolik saja, tetapi juga dapat membantu umat beriman lainnya agar mereka dapat merasakan kebahagiaan dan kesejahteraan bersama. Dalam pemanfaatannya, dana APP tidak boleh digunakan secara sembarangan atau menurut kehendak pribadi. Oleh karena itu, diperlukan pedoman bersama agar pemanfaatan dana APP dalam pelayanan sosial kepada KLMTD dapat dilakukan secara tepat, yaitu tepat sasaran, tepat kebutuhan, dan tepat waktu. Pedoman tersebut juga membantu agar penggunaan dana APP dapat dilakukan secara terkontrol, terkoordinasi, serta dapat dipertanggungjawabkan dengan baik, sekaligus untuk menghindari terjadinya praktik KKN (korupsi, kolusi, dan nepotisme).

Melalui bacaan Kitab Suci dari Kisah Para Rasul 6:1–7, umat disadarkan bahwa pelayanan sosial bagi kaum miskin sebenarnya telah ada sejak masa Gereja Perdana dan menjadi salah satu ciri khas kehidupan umat Kristiani. Umat Gereja Perdana telah terbiasa melaksanakan gerakan berbagi berkat. Gereja pada masa sekarang dipanggil untuk melanjutkan praktik baik tersebut dengan menyesuaikan pada situasi dan kondisi yang dihadapi saat ini. Kegiatan pelayanan sosial Gereja, khususnya dalam pemanfaatan dana APP bagi umat KLMTD, hendaknya dilaksanakan oleh kelompok atau tim yang dapat dipercaya dan memiliki hati untuk melayani, bukan untuk mencari keuntungan pribadi. Selain itu, mereka juga perlu memiliki hikmat, yaitu kebijaksanaan dan kecerdasan dalam memanfaatkan dana APP sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan, sehingga dana tersebut benar-benar bermanfaat secara tepat sasaran, tepat waktu, dan tepat kebutuhan. Dalam sesi sharing, beberapa umat menyampaikan berbagai usulan aksi APP yang dapat dilakukan oleh lingkungan. Usulan-usulan tersebut telah ditampung dan akan dibahas lebih lanjut dalam Pertemuan APP ke-5.

Setelah rangkaian pertemuan APP selesai, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian beberapa pengumuman dan ramah tamah yang telah disediakan oleh tuan rumah. Pertemuan berakhir pada pukul 20.30 WIB dalam suasana kebersamaan dan kekeluargaan

instagram https://www.instagram.com/reel/DWaNyNZEzLW/?igsh=Z2o2bnI4dGM2d21n

Kegiatan Pertemuan APP ke 3 Lingkungan St. Gregorius Kadisoka

Kegiatan Pertemuan APP ke-3 Lingkungan St. Gregorius Kadisoka

Lingkungan St. Gregorius Kadisoka kembali mengadakan kegiatan Pertemuan APP (Aksi Puasa Pembangunan) ke-3 pada hari Kamis, 12 Maret 2026. Pertemuan kali ini dilaksanakan di rumah Mas Himawan dan dihadiri oleh umat lingkungan yang dengan penuh semangat berkumpul untuk mengikuti rangkaian kegiatan APP selama masa Prapaskah.

Kegiatan diawali dengan doa pembuka yang mengajak seluruh umat untuk mempersiapkan hati dan pikiran dalam menjalani masa pertobatan, refleksi, serta memperdalam iman. Selanjutnya, umat bersama-sama mengikuti pendalaman iman melalui bahan APP yang telah disiapkan. Dalam suasana yang penuh kebersamaan, peserta diajak untuk merefleksikan tema yang diangkat serta membagikan pengalaman iman dalam kehidupan sehari-hari.

Pertemuan berlangsung dengan suasana hangat, penuh kebersamaan, dan saling mendukung satu sama lain dalam perjalanan iman selama masa Prapaskah. Melalui pertemuan ini, umat diharapkan semakin dikuatkan untuk hidup dalam semangat pertobatan, kepedulian, serta tindakan nyata kepada sesama.

Kegiatan kemudian ditutup dengan doa penutup dan ramah tamah sederhana yang semakin mempererat tali persaudaraan antarumat di Lingkungan St. Gregorius Kadisoka.

Semoga melalui rangkaian kegiatan APP ini, umat semakin bertumbuh dalam iman dan mampu mewujudkan nilai-nilai kasih dalam kehidupan sehari-hari.

Instagram : https://www.instagram.com/reel/DVydCFyD_mt/?igsh=eDY3NTA0YnB4ajJn

Tiktok : https://vt.tiktok.com/ZSuPoXbFe/

Youtube : https://youtube.com/shorts/tpFn5Xbun6o

Misa Arwah 7 Hari Ibu Caecilia Supartijah

Umat Lingkungan Santo Petrus mengadakan misa arwah 7 hari untuk mendoakan almarhumah Ibu Caecilia Supartijah pada hari Jumat, 13 Maret 2026 pukul 19.00 WIB. Misa dilaksanakan dalam suasana khidmat dan penuh doa, dipimpin oleh Pastor Jona Joakim Pinem OFMCap, serta dihadiri oleh sekitar 27 orang umat.

Ibu Caecilia Supartijah merupakan salah satu umat Lingkungan Santo Petrus yang telah dipanggil Tuhan pada hari Minggu, 8 Maret 2026. Kehadiran umat dalam misa ini menjadi bentuk kebersamaan dan dukungan doa bagi keluarga yang ditinggalkan, sekaligus ungkapan kasih kepada almarhumah.

Dalam perayaan Ekaristi ini, umat diajak untuk mendoakan agar almarhumah memperoleh kedamaian abadi di hadapan Tuhan. Suasana doa bersama ini juga menjadi pengingat bagi umat akan harapan iman akan kehidupan kekal serta pentingnya saling menguatkan dalam komunitas.

Melalui misa arwah 7 hari ini, umat Lingkungan Santo Petrus menunjukkan semangat persaudaraan dan kepedulian dengan bersama-sama memanjatkan doa bagi almarhumah Ibu Caecilia Supartijah, agar Tuhan menerima beliau dalam kebahagiaan abadi di surga.

Doa APP IV dan V Lingkungan Santo Petrus: Pentingnya Pedoman dan Langkah Awal Menolong Sesama

Umat Lingkungan Santo Petrus mengadakan pertemuan doa APP IV dan V pada hari Kamis, 12 Maret 2026 pukul 19.00 WIB di rumah Bapak Hananto. Pertemuan ini dihadiri oleh 12 orang umat yang dengan penuh semangat mengikuti rangkaian kegiatan doa dan refleksi bersama.

Pada awal pertemuan, umat diajak melakukan sebuah aktivitas sederhana namun bermakna. Setiap orang diminta untuk membuat satu goresan gambar yang harus menyambung dengan goresan sebelumnya tanpa adanya instruksi tertentu.

Setelah semua umat memberikan goresannya, terbentuklah sebuah gambar yang oleh sebagian orang diinterpretasikan sebagai seseorang yang sedang membungkuk sambil mengambil mangga. Namun, bentuk gambar tersebut terlihat sangat tidak jelas dan memiliki penafsiran yang berbeda-beda.

Selanjutnya, umat diminta kembali membuat satu goresan gambar, tetapi kali ini dengan mengikuti instruksi yang diberikan, yaitu menggambar pemandangan dua buah gunung. Hasilnya jauh lebih jelas dan terarah. Gambar yang terbentuk memperlihatkan dua gunung dengan sebuah gereja di puncak gunung.

Kegiatan sederhana ini menjadi sarana refleksi yang selaras dengan tema pertemuan APP. Tema pertemuan IV menekankan pentingnya pedoman atau “instruksi” dalam sebuah gerakan agar arah dan tujuan menjadi lebih jelas. Sementara itu, tema pertemuan V mengajak umat untuk berani mengambil langkah pertama dalam menolong sesama.

Pedoman sangat penting dalam kehidupan karena menjadi arah dan dasar dalam bertindak. Dengan adanya pedoman, seseorang dapat mengetahui tujuan yang jelas serta langkah yang tepat untuk mencapainya. Tanpa pedoman, tindakan yang dilakukan sering kali menjadi tidak terarah dan dapat menimbulkan kebingungan atau perbedaan penafsiran.

Pedoman juga membantu seseorang mengambil keputusan yang benar dan bertanggung jawab. Dalam kehidupan bersama, pedoman membuat setiap orang dapat bergerak dengan tujuan yang sama sehingga tercipta keteraturan dan kerja sama yang baik.

Dalam kehidupan beriman, pedoman dapat berupa ajaran Tuhan, nilai-nilai moral, maupun nasihat yang membantu umat menjalani hidup dengan benar. Dengan mengikuti pedoman tersebut, seseorang dapat bertindak lebih bijaksana dan mampu melakukan kebaikan, termasuk dalam menolong sesama.

Pada akhir pertemuan, umat saling berbagi pengalaman (sharing) mengenai bagaimana mereka dapat menerapkan kedua tema tersebut dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam mengikuti tuntunan yang baik dan berani memulai tindakan nyata untuk membantu sesama.

Pertemuan doa ditutup dengan doa bersama dalam suasana kebersamaan dan semangat untuk semakin peduli terhadap sesama di masa Prapaskah ini.

APP 2 Lingkungan St. Theresia : Potensi Dana Sosial Gereja, Fungsi Dan Sifatnya.

Pertemuan Aksi Puasa Pembangunan (APP) ke-2 Lingkungan St. Theresia kembali dilaksanakan pada Kamis, 5 Maret 2026, bertempat di rumah Ibu Nanik selaku Ketua Lingkungan. Kegiatan ini dihadiri oleh umat lingkungan yang berkumpul dalam suasana penuh kebersamaan untuk mengikuti doa dan pendalaman iman selama masa APP.

Dalam pertemuan ini, umat merenungkan tema “Potensi Dana Sosial Gereja: Fungsi dan Sifatnya.”Kegiatan diawali dengan doa pembuka dan dilanjutkan dengan pembacaan Kitab Suci dari Kisah Para Rasul 4:32–37, yang menggambarkan kehidupan jemaat perdana yang hidup dalam persatuan hati dan saling berbagi dengan sesama. Bacaan Kitab Suci ini mengajak umat untuk meneladani semangat solidaritas, di mana segala yang dimiliki dipergunakan untuk kepentingan bersama dan membantu mereka yang membutuhkan.

Selanjutnya, umat mendapatkan pemaparan mengenai berbagai bentuk dana sosial dalam Gereja menurut tingkatannya. Pada tingkat nasional, dana sosial dikelola oleh Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) sebagai bentuk kepedulian Gereja secara luas terhadap kebutuhan sosial masyarakat. Kemudian pada tingkat keuskupan, dana sosial digunakan untuk mendukung berbagai karya pastoral dan pelayanan sosial di wilayah keuskupan. Pada tingkat kevikepan, dana sosial berfungsi membantu koordinasi serta pelayanan antar paroki dalam satu wilayah kevikepan. Sementara itu, pada tingkat paroki, dana sosial dimanfaatkan secara langsung untuk membantu umat yang membutuhkan serta mendukung kegiatan sosial di lingkungan paroki.

Pertemuan ini dihadiri oleh umat Lingkungan St. Theresia yang dengan antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Setelah pemaparan materi, umat juga diajak untuk sharing dan refleksi bersama, sehingga setiap peserta dapat memahami lebih dalam pentingnya dana sosial sebagai wujud nyata kepedulian dan kasih kepada sesama.

Kegiatan APP ke-2 ini berlangsung dengan suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan, dimulai dari doa pembuka, pembacaan Kitab Suci, pendalaman materi, sharing bersama, hingga ditutup dengan doa penutup.

Melalui pertemuan ini, umat diharapkan semakin menyadari bahwa dana sosial gereja merupakan sarana untuk mewujudkan semangat solidaritas, kebersamaan, dan pelayanan kasih, sehingga Gereja dapat terus hadir membantu sesama, terutama mereka yang membutuhkan.

Sebuah Renungan : Menjadi Saluran Berkat dalam Mewujudkan Kesejahteraan Bersama

Oleh: Jatuh Padmi

Bayangkan taman yang besar di mana hanya satu sudut kecil yang diberi air cukup sampai tergenang. Sementara itu, area lain tampak kering sehingga tanaman di tempat itu menjadi layu dan mati. Kecantikan taman ini akan lenyap akibat ketidakseimbangan tersebut. Citra ini menyerupai kehidupan sosial kita. Gereja tidak dapat berkembang menjadi taman yang indah jika hanya merawat dirinya sendiri di dalam dinding sakristi. Di luar sana, komunitas sedang berjuang melawan kemiskinan dan putus asa. Tema APP 2026, “Gereja Berjuang Menghadirkan Masyarakat yang Bahagia dan Sejahtera,” menjadi panggilan untuk menjadi “tukang kebun” Allah yang berani menyalurkan air kehidupan ke lahan yang kering.

Perjuangan untuk membawa kebahagiaan dan kesejahteraan bukanlah hanya soal program sosial sementara. Ini adalah bukti nyata iman kita. Bagi orang Kristiani, kebahagiaan sejati terjadi saat setiap orang dihargai dan hak-haknya terpenuhi. Gereja harus hadir bukan sebagai tempat yang jauh dari kenyataan, tapi sebagai teman perjalanan bagi mereka yang terpinggirkan. Kita harus memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi berjalan seiring dengan keadilan sosial. Kita diajak untuk peduli bahwa kesejahteraan sesama juga merupakan tanggung jawab iman kita. Kehadiran Kerajaan Allah di dunia ini ditandai dengan tercukupinya kebutuhan mereka yang paling membutuhkan.

Masa Prapaskah tahun ini adalah kesempatan untuk memeriksa gaya hidup kita. Apakah cara kita hidup selama ini justru merugikan orang lain? Atau apakah kesederhanaan kita memberi ruang bagi orang lain untuk tumbuh?

Melalui puasa dan pantang, kita melatih diri untuk lebih peduli pada ketimpangan di sekitar kita. Uang yang kita kumpulkan bukan hanya uang receh, tapi simbol pengorbanan dan komitmen kita untuk membangun masyarakat yang lebih baik dan bermartabat. Secara teologis, kesejahteraan yang kita perjuangkan adalah kesejahteraan yang utuh, yang menyentuh aspek jasmani sekaligus rohani. Ketika Gereja terlibat aktif dalam memberdayakan ekonomi umat, menjaga kelestarian lingkungan, dan menyuarakan kejujuran di ruang publik, saat itulah Gereja sedang menghadirkan wajah Allah yang memelihara. Kebahagiaan masyarakat akan terwujud apabila ada rasa aman, rasa cukup, dan rasa dihargai sebagai sesama citra Allah. Oleh karena itu, perjuangan ini menuntut ketekunan dan kerja sama dengan semua orang yang berkehendak baik, tanpa memandang perbedaan latar belakang.

Oleh karena itu, marilah kita menyadari bahwa aksi puasa adalah motor penggerak perubahan sosial yang nyata. Mari kita melangkah keluar dengan keberanian untuk menjadi agen kesejahteraan, mengubah keluhan menjadi harapan, dan mengubah kemiskinan menjadi kecukupan. Hari ini, biarlah dunia melihat bahwa Gereja tidak hanya berkhotbah tentang kasih, tetapi sungguh-sungguh berjuang hingga kebahagiaan itu menjadi milik semua orang.

Nb : Foto ini diambil pada Sembahyangan Lingkungan St. Elisabeth, tgl 12 Februari 2026, di Ruman Bpk. Hary Mulyono, dengan petugas Ibu Jatuh Padmi. Sembahyangan ini dihadiri 28 orang.