Misa Requiem dan Upacara Pemakaman Ibu Caecilia Supartiyah

Umat Lingkungan Santo Petrus bersama keluarga mengadakan Misa Requiem untuk mendoakan almarhumah Ibu Caecilia Supartiyah yang telah dipanggil Tuhan pada Minggu, 8 Maret 2026. Misa Requiem dilaksanakan pada hari Senin, 9 Maret 2026 pukul 09.00 pagi.

Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Pastor Jona Joakim Pinem, OFMCap. Dalam suasana doa yang khidmat, umat bersama keluarga memanjatkan doa agar almarhumah Ibu Caecilia Supartiyah mendapatkan kedamaian dan kebahagiaan abadi di sisi Tuhan. Misa ini juga menjadi penguatan iman bagi keluarga yang ditinggalkan agar tetap berharap pada kasih Tuhan.

Setelah misa selesai, dilanjutkan dengan upacara pelepasan jenazah yang dihadiri oleh keluarga, kerabat, dan umat lingkungan. Selanjutnya jenazah dimakamkan di Sasana Loyo sebagai tempat peristirahatan terakhir almarhumah.

Pada malam harinya, keluarga dan umat kembali berkumpul untuk melaksanakan doa hari ketiga. Doa ini dipimpin oleh ibu prodiakon, Ibu Tiwi. Dalam doa tersebut, umat kembali mendoakan arwah almarhumah serta memohon agar keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberi kekuatan, penghiburan, dan damai dari Tuhan.

Mengenang Ibu Bernadetta Sumaryati

Umat Lingkungan Santo Petrus mengenang almarhumah Ibu Bernadetta Sumaryati yang telah dipanggil Tuhan pada tanggal 29 Januari 2026. Kepergian beliau meninggalkan duka bagi keluarga dan umat lingkungan, namun juga menjadi momen untuk semakin memperkuat iman dan kebersamaan dalam doa.

Sejak hari pertama berpulangnya almarhumah, umat bersama keluarga mengadakan doa-doa untuk mendoakan keselamatan jiwa beliau. Rangkaian doa dimulai dengan doa tirakatan yang dihadiri oleh keluarga, kerabat, dan umat lingkungan.

Suasana doa berlangsung dengan khusyuk sebagai bentuk pengharapan agar almarhumah memperoleh kedamaian abadi di sisi Tuhan.

Selanjutnya dilaksanakan Misa Requiem yang dipimpin oleh Rm Yohanes Ngatmo Pr sebagai perayaan Ekaristi untuk mendoakan arwah almarhumah.

Dalam misa tersebut, umat bersama-sama memohon belas kasih Tuhan agar almarhumah diterima dalam kehidupan kekal.

Setelah pemakaman, doa-doa terus dilanjutkan melalui doa hari kedua hingga hari ketujuh. Umat Lingkungan Santo Petrus dengan setia hadir untuk mendampingi keluarga serta mendoakan almarhumah dalam kebersamaan iman.

Hari ke 2

Hari ke 3

hari ke 4

Hari ke 5

Hari ke 6 (Malam ke 7). Diadakan misa yang dipimpin oleh Rm Yohanes Ngatmo Pr

Sebagai penutup dari rangkaian doa, dilaksanakan misa 40 hari yang diadakan pada hari Minggu, 8 Maret 2026. Misa dipimpin oleh Rm Ignatius Fajar Kristianto Pr. Doa ini menjadi kesempatan bagi keluarga dan umat untuk kembali mengenang kebaikan serta teladan hidup almarhumah Ibu Bernadetta Sumaryati.

Semoga almarhumah Ibu Bernadetta Sumaryati memperoleh kebahagiaan abadi di rumah Bapa di surga, dan keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberi kekuatan, penghiburan, serta damai sejahtera dari Tuhan.

Doa Tirakatan Ibu Caecilia Supartiyah

Umat Lingkungan Santo Petrus mengadakan doa tirakatan untuk mendoakan almarhumah Ibu Caecilia Supartiyah yang telah dipanggil Tuhan pada Minggu, 8 Maret 2026 pukul 20.30. Doa tirakatan ini dipimpin oleh ibu prodiakon : Ibu Tiwi. Doa Tirakatan dilaksanakan sebagai ungkapan iman dan kebersamaan umat dalam mendoakan arwah almarhumah serta memberikan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan.

Dalam suasana doa yang khusyuk, umat memanjatkan doa agar almarhumah Ibu Caecilia Supartiyah mendapatkan kedamaian abadi di sisi Tuhan. Kehadiran umat lingkungan menunjukkan rasa persaudaraan dan kepedulian kepada keluarga yang sedang berduka.

Rencananya, Misa Requiem untuk almarhumah akan dilaksanakan pada hari Senin, 9 Maret 2026 pukul 09.00 pagi. Setelah misa selesai, jenazah akan langsung dimakamkan di Sasono Loyo pada pukul 10.00.

Semoga Tuhan memberikan tempat yang layak bagi almarhumah di surga dan memberikan kekuatan serta penghiburan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Membangun Kepedulian dan Tanggung Jawab Sosial melalui Pertemuan APP Ke-3 Lingkungan St. Gabriel

Lingkungan St. Gabriel telah melaksanakan Pertemuan APP ke-3 pada hari Kamis, 5 Maret, bertempat di rumah keluarga Bapak Candra. Pertemuan dimulai pada pukul 19.00 WIB dan dihadiri oleh 28 umat yang terdiri dari anak-anak, remaja, dan orang tua. Kegiatan ini dipimpin oleh Bapak Candra, Bapak Thobias, dan Bapak Anang.

Tema yang diangkat dalam pertemuan ketiga ini adalah “Meninggalkan Sikap Ketidakpedulian, Mengembangkan Tanggung Jawab Sosial.” Melalui tema ini, umat diajak untuk menyadari bahwa rahmat Tuhan yang telah diterima merupakan sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk menghadirkan kebaikan, terutama bagi mereka yang membutuhkan. Dalam pendalaman yang dilakukan, umat diajak untuk memahami bahwa Allah mengaruniakan berkat kepada manusia tidak hanya dalam bentuk harta atau materi, tetapi juga dalam bentuk lain seperti kesehatan, pengetahuan, serta jejaring relasi. Semua itu merupakan sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk menghadirkan kebaikan dalam kehidupan bersama.

instagram https://www.instagram.com/reel/DV2s2UKgLVF/?igsh=MXE0ZWx4OWRqa245dQ==

Pertemuan APP ke-3 Lingkungan St. Antonius Maguwo

“MENINGGALKAN SIKAP KETIDAKPEDULIAN, MENGEMBANGKAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL”

Tanggal                      : 5 Maret 2026

Tempat                      : Rumah Ibu Aniek

Pemandu                  : Bp Purwanto, Bp Indarto, Bp Andreas, Ibu Titik, Ibu Nelly

Jumlah Peserta       : 27 orang

Pertemuan ketiga Aksi Puasa Pembangunan (APP) 2026 kembali dilaksanakan dalam semangat tema besar “Gereja Berjuang Menghadirkan Masyarakat yang Bahagia dan Sejahtera.” Pada pertemuan ini umat diajak merenungkan subtema “Meninggalkan Sikap Ketidakpedulian, Mengembangkan Tanggung Jawab Sosial.” Melalui pertemuan ini, umat diingatkan bahwa setiap anugerah yang diterima dari Tuhan—baik kemampuan, waktu, relasi, maupun harta—mengandung tanggung jawab untuk dibagikan kepada sesama demi menghadirkan kesejahteraan bersama.

Pertemuan diawali dengan nyanyian pembuka, tanda salib, pengantar, serta doa pembuka yang mengantar umat memasuki suasana refleksi lalu pembacaan Kitab Suci untuk memberikan acuan dari tema ini. Dalam pendalaman materi, umat diajak menyadari bahwa kepedulian sosial merupakan bagian penting dari panggilan iman. Gereja mengajak setiap orang untuk tidak bersikap acuh terhadap kesulitan sesama, melainkan berani mengambil langkah nyata dalam membangun solidaritas. Dengan saling berbagi dan bekerja sama, anugerah yang berbeda-beda dari setiap orang dapat dipadukan untuk menghadirkan perubahan yang nyata bagi mereka yang membutuhkan.

Untuk memperdalam pemahaman tersebut, pertemuan ini dilengkapi dengan sebuah fragmen atau drama situasi yang menggambarkan kontras antara sikap ketidakpedulian dan sikap penuh kasih. Dalam cerita tersebut digambarkan seorang keluarga kaya yang hidup berkecukupan namun menolak membantu seorang pria yang sedang membutuhkan uang untuk membeli obat bagi istrinya yang sakit. Sebaliknya, sebuah keluarga sederhana yang hidup dengan keterbatasan justru menunjukkan belas kasih dengan memberikan sebagian dari uang belanja mereka untuk menolong orang yang membutuhkan. Kisah ini menegaskan bahwa kepedulian tidak ditentukan oleh banyaknya harta, melainkan oleh hati yang terbuka untuk berbagi.

Fragmen tersebut mencapai puncaknya ketika orang kaya yang sebelumnya bersikap sombong mengalami kesulitan karena anaknya mengalami kecelakaan dan membutuhkan donor darah. Tanpa diduga, justru orang miskin yang dahulu ia tolak bantuannya bersedia secara sukarela mendonorkan darahnya demi menyelamatkan nyawa anak tersebut. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa dalam kehidupan, setiap orang saling membutuhkan dan kebaikan yang diberikan dengan tulus akan membawa berkat bagi banyak orang.Pertemuan dilanjutkan dengan doa ARDAS IX kemudian Doa Bapa Kami, serta berkat penutup dan lagu penutup. Melalui pertemuan APP ketiga ini, umat diajak untuk semakin meninggalkan sikap tidak peduli dan mulai mengembangkan tanggung jawab sosial dalam kehidupan sehari-hari. Kepedulian dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana sesuai kemampuan masing-masing, sebab membantu sesama tidak harus menunggu menjadi kaya, melainkan dimulai dari hati yang mau berbagi dan menghidupi kasih Kristus dalam kehidupan nyata.

Pertemuan APP Ketiga YP: Belajar Peduli dari Kisah Lazarus

Umat Lingkungan Yohanes Pembaptis kembali melaksanakan pertemuan APP (Aksi Puasa Pembangunan) yang ketiga pada Kamis, 5 Maret 2026 pukul 19.00 WIB. Pertemuan ini dihadiri oleh 35 umat yang datang dari berbagai kalangan usia, mulai dari OMK hingga para lansia. Kehadiran umat yang cukup banyak menunjukkan antusiasme dan semangat kebersamaan dalam mendalami makna APP tahun ini.

Pertemuan kali ini mengangkat tema “Meninggalkan Sikap Ketidakpedulian, Mengembangkan Tanggung Jawab Sosial.” Melalui tema tersebut, umat diajak untuk semakin peka terhadap sesama, terutama mereka yang membutuhkan perhatian dan bantuan.

Dalam sesi pendalaman, umat diajak merefleksikan kisah Lazarus dan orang kaya. Kisah tersebut mengingatkan akan pentingnya kepedulian dan kasih kepada sesama. Lazarus yang miskin dan menderita menunggu di depan pintu berharap mendapat perhatian dan uluran tangan. Sebaliknya, orang kaya yang mengetahui kondisi Lazarus justru bersikap acuh tak acuh, meskipun ia memiliki banyak sumber daya untuk membantu.

Kisah ini menjadi pengingat bahwa sebagai umat Katolik, kita dipanggil untuk menjadi tangan Tuhan yang penuh kasih bagi sesama, terutama bagi mereka yang kecil, lemah, miskin, tersingkir, difabel, sakit, dan sering kali terlupakan. Pelayanan kepada sesama bukan hanya dalam bentuk bantuan materi, tetapi juga melalui perhatian, kepedulian, serta penghargaan terhadap martabat manusia.

Umat juga diajak menyadari bahwa segala sumber daya yang dimiliki sesungguhnya merupakan titipan Tuhan yang dapat digunakan untuk memberkati sesama. Pengetahuan, relasi, serta kemampuan yang dimiliki masing-masing orang dapat menjadi sarana untuk membantu mereka yang membutuhkan.

Melalui diskusi bersama, umat merefleksikan beberapa pertanyaan penting, seperti apakah masih ada “Lazarus-Lazarus” di sekitar kita, sumber daya apa yang dimiliki lingkungan untuk membantu mereka, serta peluang bantuan apa saja yang dapat dimanfaatkan, baik dari Gereja maupun dari pemerintah.

Pertemuan APP ketiga ini diharapkan semakin menumbuhkan kesadaran umat untuk tidak bersikap acuh tak acuh terhadap sesama. Sebaliknya, umat diajak untuk mengembangkan tanggung jawab sosial sebagai wujud nyata iman yang hidup dalam tindakan kasih.

Semoga melalui pertemuan ini, umat Lingkungan Yohanes Pembaptis semakin tergerak untuk peka terhadap kebutuhan sesama dan menjadi berkat bagi lingkungan sekitar.

Pertemuan APP ke-2 Lingkungan St. Antonius Maguwo

Tanggal : 26 Februari 2026

Tempat : Rumah Bp Rusiawan

Pemandu : Bp Rusiawan, Ibu Bagus, Ibu Nelly

Jumlah Peserta : 21 orang

Pertemuan kedua Aksi Puasa Pembangunan (APP) 2026 dilaksanakan dengan mengangkat tema “Potensi Dana Sosial Gereja: Fungsi dan Sifatnya”. Dalam semangat tema besar “Gereja Berjuang Menghadirkan Masyarakat yang Bahagia dan Sejahtera”, umat diajak untuk semakin memahami bahwa Gereja tidak hanya hadir melalui pewartaan dan doa, tetapi juga melalui pengelolaan dana sosial yang bertanggung jawab, tepat sasaran, dan berkesinambungan. Pertemuan diawali dengan doa dan nyanyian pembuka dari MB 378 “Tuhan Dikau Naungan Hidupku”, yang menyiapkan hati umat untuk masuk dalam pendalaman iman dan kepedulian sosial.

Melalui pengantar dan pendalaman materi, umat diajak mengenal berbagai potensi dana sosial Gereja yang dikelola di tingkat paroki dan keuskupan, seperti Dana APP, Dana Papa Miskin (Danpamis), Dana Pendidikan Paroki, dan dana solidaritas lainnya. Ditekankan bahwa dana sosial Gereja memiliki fungsi utama untuk menghadirkan kesejahteraan umat, terutama mereka yang kecil, lemah, miskin, tersingkir, dan difabel. Dana-dana tersebut bersifat “siap habis” secara bertanggung jawab, tidak untuk ditimbun, serta inklusif, artinya terbuka bagi siapa pun yang sungguh membutuhkan tanpa membedakan latar belakang.

Setelah pengantar dan pendalaman materi, acara dilanjutkan dengan pembacaan Kitab Suci. Pemahaman materi APP ke-2 ini kemudian diperdalam lagi melalui sebuah drama situasi yang menggambarkan kegelisahan umat dan pengurus lingkungan ketika berhadapan dengan kasus nyata warga yang mengalami kesulitan ekonomi, kesehatan, dan pendidikan. Melalui dialog yang hidup dan reflektif, drama tersebut menegaskan pentingnya data umat dalam Sistem Ecclesia sebagai dasar pengambilan keputusan, serta penerapan prinsip solidaritas dan subsidiaritas dalam pengelolaan dana sosial Gereja. Drama ini membantu umat melihat bahwa bantuan Gereja bukan sekadar belas kasihan sesaat, melainkan buah dari iman yang terorganisir, terarah, dan berpihak pada kebutuhan nyata umat.

Pertemuan ditutup dengan doa bersama, serta berkat penutup yang meneguhkan komitmen umat untuk terlibat aktif dalam karya sosial Gereja. Melalui pertemuan APP kedua ini, umat diharapkan tidak hanya mengetahui keberadaan dana sosial Gereja, tetapi juga berani mengawal pemanfaatannya agar benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan. Dengan demikian, Gereja semakin sungguh menghadirkan wajah kasih Allah: menyejahterakan secara nyata dan membahagiakan karena setiap umat merasa diperhatikan, didampingi, dan tidak berjuang sendirian.

Pertemuan APP Pertama Lingkungan Santa Monica – Menumbuhkan Semangat Kebersamaan dan Solidaritas

Pertemuan APP Pertama Lingkungan Santa Monica – Menumbuhkan Semangat Kebersamaan dan Solidaritas

Pertemuan APP (Aksi Puasa Pembangunan) pertama di Lingkungan Santa Monica telah dilaksanakan pada Kamis, 26 Februari 2026, pukul 19.00 WIB, bertempat di rumah Ibu Mery. Pertemuan ini dipimpin oleh Mas Vinsen dan dihadiri oleh umat lingkungan dengan penuh antusias dan semangat kebersamaan dalam memasuki masa Prapaskah.

Dalam renungan singkat Injil, Mas Vinsen mengajak umat untuk semakin memahami makna memanggul salib dan mengikuti Kristus. Ia menyampaikan bahwa memanggul salib bukan hanya berarti ikut merasakan kesedihan atau penderitaan, tetapi juga memiliki keprihatinan dan tanggung jawab ketika lingkungan mengalami ketidaklancaran dalam berbagai kegiatan. Umat diajak untuk bersama-sama memelihara keindahan kebersamaan di Lingkungan Santa Monica, dengan tetap setia memuji dan memuliakan Tuhan serta menjalani setiap pelayanan dan kegiatan dengan sukacita.

Menindaklanjuti refleksi Sabda Tuhan tersebut, Ketua Lingkungan, Bapak Edo, mengajak umat untuk melihat data kesejahteraan umat sebagai dasar gerakan APP tahun ini. Data lingkungan dipandang bukan sekadar catatan administratif, tetapi sebagai kesempatan untuk mewujudkan solidaritas nyata. Dalam semangat masa Prapaskah, umat diajak untuk lebih peka terhadap saudara-saudari yang berada dalam situasi hidup yang membutuhkan perhatian dan bantuan tali kasih.

Sharing dan diskusi berlangsung dalam suasana hangat, terbuka, dan penuh semangat. Umat saling berbagi pengalaman serta pendapat mengenai bentuk dan rencana aksi solidaritas dana APP. Melalui diskusi tersebut, tumbuh kesadaran bersama bahwa gerakan APP bukan hanya kegiatan rutin tahunan, melainkan kesempatan untuk menghidupi iman melalui tindakan kasih yang konkret.

Sebagai hasil kesepakatan bersama, seluruh anggota sepakat untuk mewujudkan aksi solidaritas dengan membantu anak-anak panti asuhan. Dana akan dikumpulkan dari lima kali kolekte pertemuan APP. Apabila ada umat yang tergerak untuk memberikan donasi tambahan, tentu akan menjadi berkat yang semakin memperluas jangkauan kasih. Namun yang terutama adalah semangat kebersamaan dalam menyatakan kasih kepada sesama yang membutuhkan.

Pertemuan diakhiri dengan doa umat yang disampaikan oleh Ibu Mery, dilanjutkan doa penutup dan berkat Tuhan. Semoga melalui pertemuan APP ini, umat Lingkungan Santa Monica semakin dipersatukan dalam iman, diperkaya dalam kasih, dan diteguhkan dalam semangat pelayanan sepanjang masa Prapaskah ini.

Mengenal dan Menghidupi Solidaritas: Pertemuan APP Kedua Lingkungan Yohanes Pembaptis

Kamis, 26 Februari 2026 pukul 19.00 WIB, umat Lingkungan Yohanes Pembaptis kembali melaksanakan Pertemuan APP (Aksi Puasa Pembangunan) yang kedua. Sebanyak 27 umat hadir, mulai dari OMK, bapak-ibu, hingga para lansia, menunjukkan semangat kebersamaan dalam menjalani masa APP tahun ini.

Pertemuan kali ini mengangkat tema “Potensi Dana Sosial Gereja: Fungsi dan Sifatnya.” Melalui tema tersebut, umat diajak semakin memahami bagaimana Gereja menghidupi solidaritas melalui pengelolaan dana sosial.

Dalam sesi pendalaman, umat merefleksikan bacaan dari Kisah Para Rasul 4:32–37. Bacaan tersebut menggambarkan kehidupan Jemaat Perdana yang hidup dalam semangat kebersamaan, di mana harta milik tidak hanya dipandang sebagai milik pribadi, tetapi memiliki dimensi sosial demi kesejahteraan bersama. Semangat solidaritas dan kesetiakawanan membuat tidak ada satu pun anggota jemaat yang berkekurangan.

Sosok Barnabas menjadi contoh nyata pribadi yang menghidupi jiwa sosial. Ia dengan sukarela berbagi dan menghadirkan sukacita bagi komunitas. Teladan ini mengajak umat untuk melihat bahwa kualitas iman juga diwujudkan melalui kepedulian terhadap sesama.

Selanjutnya, umat diajak mengenal berbagai Dana Sosial Gereja yang dihimpun dari umat dan dikelola secara berjenjang, mulai dari tingkat nasional melalui KWI, tingkat Keuskupan dan Kevikepan, hingga Paroki. Dana sosial tersebut memiliki fungsi yang beragam, baik untuk mendukung kehidupan internal Gereja, seperti Dana Solidaritas antar Paroki (DSP), maupun untuk membantu mereka yang membutuhkan, khususnya kaum kecil, lemah, miskin, tersingkir, dan difabel (KLMTD).

Melalui sesi diskusi, umat diajak merefleksikan kesan mereka terhadap keberadaan dana sosial Gereja serta menyadari bahwa masih banyak umat yang belum memahami secara utuh fungsi dana sosial, termasuk APP. Diskusi ini menumbuhkan kesadaran baru akan pentingnya keterlibatan umat, tidak hanya sebagai penerima informasi, tetapi juga sebagai pelaku yang aktif mendukung perkembangan Gereja.

Pertemuan APP kedua ini menjadi kesempatan bagi umat untuk semakin memahami bahwa solidaritas Gereja bukan sekadar konsep, melainkan gerakan nyata yang hidup dari partisipasi umat. Diharapkan, melalui pemahaman ini, umat Lingkungan Yohanes Pembaptis semakin tergerak untuk ambil bagian dalam mendukung pelayanan Gereja dan membantu sesama yang membutuhkan.

Doa yang Mengikat, Kasih yang Menguatkan

-APP 1- Paguyuban-Valentine Lingkungan St. Elisabeth-

Kamis, 26 Februari 2026. Senja berganti malam dengan cuaca yang begitu bersahabat. Di kediaman Ibu Asih, umat lingkungan berkumpul dalam suasana penuh syukur. Puji Tuhan, sebanyak 36 umat hadir mengikuti sembayangan lingkungan malam itu.

Pertemuan APP ke-1 dipimpin oleh Pak Agus dan Mbak Tika. Kegiatan diawali dengan lagu “Di Jenjang Maaf” yang mengalun lembut, membawa setiap hati masuk dalam suasana refleksi, kerendahan hati, dan kebersamaan.

Tema APP ke-1 kali ini adalah “Potret Kondisi dan Potensi: Dasar untuk Mengawal Aksi.” Dalam pertemuan ini, umat diajak melihat secara nyata kondisi lingkungan—baik tantangan yang dihadapi maupun potensi yang dapat dikembangkan. Umat juga diajak menyadari pentingnya data sebagai dasar perencanaan, agar setiap gerakan dan aksi yang dilakukan sungguh tepat sasaran dan mampu meningkatkan kesejahteraan bersama.

Dinamika pertemuan terasa hidup. Pemandu membuka ruang sharing tentang kondisi pribadi dan kehidupan sehari-hari. Satu per satu umat berbagi dengan tulus. Setiap tanggapan disambut dengan sukacita, menciptakan suasana hangat yang penuh empati dan persaudaraan.

Usai pertemuan APP, dilaksanakan edaran kolekte untuk mendukung aksi Paskah lingkungan, sebagai wujud nyata solidaritas dan kepedulian bersama.

Momen penuh makna juga hadir dalam pemberian tanda kasih kepada Pak Agus, Bu Agus, dan Michael yang diwakili oleh Pak Suradi, atas penerimaan Sakramen Krisma. Ungkapan syukur dan doa mengiringi perjalanan iman yang semakin diteguhkan.

Karena masih dalam suasana Valentine, kebersamaan malam itu semakin semarak dengan kegiatan tukar kado. Umat kompak mengenakan pakaian serba pink, menambah warna dan keceriaan. Tukar kado berlangsung seru, penuh tawa dan kejutan.

Tidak berhenti di situ, kebersamaan dilanjutkan dengan kegiatan paguyuban seperti arisan dan lotre sederhana. Meski hadiahnya sederhana, kebahagiaan yang terpancar begitu nyata. Tawa dan sorak gembira memenuhi ruangan saat nama-nama pemenang diumumkan.

Malam itu bukan sekadar pertemuan, tetapi perayaan kebersamaan. Semoga Lingkungan Santa Elisabeth semakin romantis dalam kasih, semakin hidup dalam pelayanan, dan semakin guyub dalam persaudaraan. (*Vera)

Link Instagram : https://www.instagram.com/p/DVXzpU4Dw4u/