Menyempurnakan Pelayanan: Umat YP Mantapkan Latihan Koor Jelang Jumat Pertama

You need to add a widget, row, or prebuilt layout before you’ll see anything here. 🙂

Umat Lingkungan Yohanes Pembaptis kembali melaksanakan latihan koor di rumah Ibu Tukimin sebagai persiapan pelayanan pada Misa Jumat Pertama yang akan dilaksanakan pada 6 Maret 2026.

Sebanyak 22 umat hadir dalam latihan tersebut, mulai dari OMK, bapak-bapak, ibu-ibu, hingga para lansia. Kehadiran lintas generasi ini menunjukkan semangat kebersamaan dan pelayanan yang terus hidup dalam Lingkungan Yohanes Pembaptis.

Dalam suasana sederhana dan penuh kekeluargaan, umat bersama-sama melatih lagu-lagu liturgi yang akan dibawakan pada perayaan Ekaristi. Setiap bagian lagu dilatih dengan sungguh-sungguh, menyatukan nada dan penghayatan agar pujian yang dipersembahkan dapat membantu umat berdoa dengan lebih khusyuk.

Latihan koor tidak hanya menjadi persiapan teknis bernyanyi, tetapi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan antarumat. Saling mendukung, belajar bersama, serta semangat melayani menjadi warna tersendiri dalam kebersamaan malam itu.

Melalui latihan ini, umat Lingkungan Yohanes Pembaptis berharap dapat memberikan pelayanan terbaik dalam Misa Jumat Pertama. Pujian yang dipersembahkan menjadi ungkapan iman dan syukur kepada Tuhan melalui talenta yang dimiliki setiap umat.

Semoga semangat pelayanan ini terus bertumbuh dan semakin memperkuat kebersamaan umat Lingkungan Yohanes Pembaptis.

Pertemuan APP ke-2 Lingkungan St. Antonius Maguwo

Tanggal : 26 Februari 2026

Tempat : Rumah Bp Rusiawan

Pemandu : Bp Rusiawan, Ibu Bagus, Ibu Nelly

Jumlah Peserta : 21 orang

Pertemuan kedua Aksi Puasa Pembangunan (APP) 2026 dilaksanakan dengan mengangkat tema “Potensi Dana Sosial Gereja: Fungsi dan Sifatnya”. Dalam semangat tema besar “Gereja Berjuang Menghadirkan Masyarakat yang Bahagia dan Sejahtera”, umat diajak untuk semakin memahami bahwa Gereja tidak hanya hadir melalui pewartaan dan doa, tetapi juga melalui pengelolaan dana sosial yang bertanggung jawab, tepat sasaran, dan berkesinambungan. Pertemuan diawali dengan doa dan nyanyian pembuka dari MB 378 “Tuhan Dikau Naungan Hidupku”, yang menyiapkan hati umat untuk masuk dalam pendalaman iman dan kepedulian sosial.

Melalui pengantar dan pendalaman materi, umat diajak mengenal berbagai potensi dana sosial Gereja yang dikelola di tingkat paroki dan keuskupan, seperti Dana APP, Dana Papa Miskin (Danpamis), Dana Pendidikan Paroki, dan dana solidaritas lainnya. Ditekankan bahwa dana sosial Gereja memiliki fungsi utama untuk menghadirkan kesejahteraan umat, terutama mereka yang kecil, lemah, miskin, tersingkir, dan difabel. Dana-dana tersebut bersifat “siap habis” secara bertanggung jawab, tidak untuk ditimbun, serta inklusif, artinya terbuka bagi siapa pun yang sungguh membutuhkan tanpa membedakan latar belakang.

Setelah pengantar dan pendalaman materi, acara dilanjutkan dengan pembacaan Kitab Suci. Pemahaman materi APP ke-2 ini kemudian diperdalam lagi melalui sebuah drama situasi yang menggambarkan kegelisahan umat dan pengurus lingkungan ketika berhadapan dengan kasus nyata warga yang mengalami kesulitan ekonomi, kesehatan, dan pendidikan. Melalui dialog yang hidup dan reflektif, drama tersebut menegaskan pentingnya data umat dalam Sistem Ecclesia sebagai dasar pengambilan keputusan, serta penerapan prinsip solidaritas dan subsidiaritas dalam pengelolaan dana sosial Gereja. Drama ini membantu umat melihat bahwa bantuan Gereja bukan sekadar belas kasihan sesaat, melainkan buah dari iman yang terorganisir, terarah, dan berpihak pada kebutuhan nyata umat.

Pertemuan ditutup dengan doa bersama, serta berkat penutup yang meneguhkan komitmen umat untuk terlibat aktif dalam karya sosial Gereja. Melalui pertemuan APP kedua ini, umat diharapkan tidak hanya mengetahui keberadaan dana sosial Gereja, tetapi juga berani mengawal pemanfaatannya agar benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan. Dengan demikian, Gereja semakin sungguh menghadirkan wajah kasih Allah: menyejahterakan secara nyata dan membahagiakan karena setiap umat merasa diperhatikan, didampingi, dan tidak berjuang sendirian.

Pembinaan Iman Remaja Perdana Lingkungan St. Monica: Membangun Generasi Muda yang Berakar dalam Iman

Pada hari Sabtu, 21 Februari 2026, pukul 14.00–16.00 WIB, telah dilaksanakan kegiatan Pembinaan Iman Remaja Lingkungan St. Monica yang bertempat di Focolare Movement (Rumah Focolare). Kegiatan ini merupakan pertemuan perdana dan diikuti oleh 11 remaja dari lingkungan dengan penuh semangat dan antusias.

Karena menjadi pertemuan pertama, kegiatan diawali dengan sesi perkenalan. Para peserta saling berbagi cerita tentang diri mereka, mulai dari sekolah, hobi, hingga harapan mengikuti pembinaan iman. Suasana yang awalnya masih terasa malu-malu, perlahan berubah menjadi lebih cair dan penuh keakraban. Melalui beberapa permainan (games) yang menyenangkan, para remaja semakin mengenal satu sama lain dan belajar membangun kerja sama.

Kegiatan dilanjutkan dengan pendalaman Sabda Tuhan. Dalam suasana santai namun tetap khidmat, para remaja diajak untuk merefleksikan firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari—di rumah, di sekolah, maupun dalam pergaulan. Mereka diberi kesempatan untuk berbagi pendapat dan pengalaman, sehingga iman tidak hanya dipahami, tetapi juga dihayati dan diwujudkan dalam tindakan nyata.

Pembinaan iman remaja ini menjadi salah satu langkah nyata Lingkungan St. Monica dalam menyiapkan regenerasi kaum muda. Harapannya, para remaja dapat tumbuh menjadi pribadi yang beriman, memiliki rasa tanggung jawab terhadap lingkungan, dan siap terlibat aktif dalam berbagai kegiatan serta pelayanan Gereja di masa mendatang.

Pertemuan perdana ini menjadi awal yang baik dan penuh harapan. Semoga kebersamaan yang terjalin dan benih iman yang ditanamkan pada hari ini terus berkembang, sehingga kaum muda Lingkungan St. Monica semakin berani menjadi saksi kasih Tuhan di tengah masyarakat.

Pertemuan APP Pertama Lingkungan Santa Monica – Menumbuhkan Semangat Kebersamaan dan Solidaritas

Pertemuan APP Pertama Lingkungan Santa Monica – Menumbuhkan Semangat Kebersamaan dan Solidaritas

Pertemuan APP (Aksi Puasa Pembangunan) pertama di Lingkungan Santa Monica telah dilaksanakan pada Kamis, 26 Februari 2026, pukul 19.00 WIB, bertempat di rumah Ibu Mery. Pertemuan ini dipimpin oleh Mas Vinsen dan dihadiri oleh umat lingkungan dengan penuh antusias dan semangat kebersamaan dalam memasuki masa Prapaskah.

Dalam renungan singkat Injil, Mas Vinsen mengajak umat untuk semakin memahami makna memanggul salib dan mengikuti Kristus. Ia menyampaikan bahwa memanggul salib bukan hanya berarti ikut merasakan kesedihan atau penderitaan, tetapi juga memiliki keprihatinan dan tanggung jawab ketika lingkungan mengalami ketidaklancaran dalam berbagai kegiatan. Umat diajak untuk bersama-sama memelihara keindahan kebersamaan di Lingkungan Santa Monica, dengan tetap setia memuji dan memuliakan Tuhan serta menjalani setiap pelayanan dan kegiatan dengan sukacita.

Menindaklanjuti refleksi Sabda Tuhan tersebut, Ketua Lingkungan, Bapak Edo, mengajak umat untuk melihat data kesejahteraan umat sebagai dasar gerakan APP tahun ini. Data lingkungan dipandang bukan sekadar catatan administratif, tetapi sebagai kesempatan untuk mewujudkan solidaritas nyata. Dalam semangat masa Prapaskah, umat diajak untuk lebih peka terhadap saudara-saudari yang berada dalam situasi hidup yang membutuhkan perhatian dan bantuan tali kasih.

Sharing dan diskusi berlangsung dalam suasana hangat, terbuka, dan penuh semangat. Umat saling berbagi pengalaman serta pendapat mengenai bentuk dan rencana aksi solidaritas dana APP. Melalui diskusi tersebut, tumbuh kesadaran bersama bahwa gerakan APP bukan hanya kegiatan rutin tahunan, melainkan kesempatan untuk menghidupi iman melalui tindakan kasih yang konkret.

Sebagai hasil kesepakatan bersama, seluruh anggota sepakat untuk mewujudkan aksi solidaritas dengan membantu anak-anak panti asuhan. Dana akan dikumpulkan dari lima kali kolekte pertemuan APP. Apabila ada umat yang tergerak untuk memberikan donasi tambahan, tentu akan menjadi berkat yang semakin memperluas jangkauan kasih. Namun yang terutama adalah semangat kebersamaan dalam menyatakan kasih kepada sesama yang membutuhkan.

Pertemuan diakhiri dengan doa umat yang disampaikan oleh Ibu Mery, dilanjutkan doa penutup dan berkat Tuhan. Semoga melalui pertemuan APP ini, umat Lingkungan Santa Monica semakin dipersatukan dalam iman, diperkaya dalam kasih, dan diteguhkan dalam semangat pelayanan sepanjang masa Prapaskah ini.

Kolaborasi Ibu-Ibu dan OMK YP dalam Pelayanan Kantin GMBA

Semangat pelayanan dan kebersamaan kembali terlihat dalam keterlibatan umat Lingkungan Yohanes Pembaptis saat menjalankan tugas jaga Kantin GMBA. Dalam kesempatan tersebut, enam umat ambil bagian, terdiri dari lima ibu-ibu lingkungan serta satu anggota OMK yang turut membantu pelayanan.

Kegiatan ini menjadi istimewa karena untuk pertama kalinya tugas kantin bulan ini melibatkan OMK secara langsung. Kehadiran kaum muda diharapkan menjadi sarana pembelajaran, khususnya dalam menumbuhkan jiwa kewirausahaan, tanggung jawab, serta pengalaman melayani umat melalui kegiatan sederhana namun bermakna.

Sejak pagi hari, para petugas kantin telah mempersiapkan berbagai makanan dan minuman yang akan dijual tersebut. Beragam jajanan rumahan dan minuman segar tersaji, menghadirkan suasana hangat dan akrab bagi umat yang datang setelah mengikuti perayaan Ekaristi.

Pelayanan berlangsung dengan penuh semangat dan kerja sama yang baik. Kolaborasi lintas generasi antara ibu-ibu dan OMK menciptakan suasana pelayanan yang hidup, sekaligus menjadi ruang belajar bersama. Antusiasme umat terlihat dari ramainya pembeli, sehingga seluruh dagangan terjual dengan baik dan menghasilkan laba yang cukup menggembirakan.

Melalui kegiatan ini, umat Lingkungan Yohanes Pembaptis tidak hanya menjalankan tugas pelayanan lingkungan, tetapi juga membangun kebersamaan, melatih kemandirian, serta menumbuhkan semangat berbagi peran dalam kehidupan menggereja.

Semoga keterlibatan OMK dalam pelayanan kantin ini menjadi langkah awal bagi semakin aktifnya kaum muda dalam berbagai kegiatan lingkungan dan paroki di masa mendatang.

OMK St. Lucius YP Adakan Rapat Persiapan Parcel Paskah

Semangat kreativitas dan kebersamaan ditunjukkan oleh Orang Muda Katolik (OMK) St. Lucius Lingkungan Yohanes Pembaptis melalui kegiatan rapat persiapan program Paskah yang dilaksanakan di PLAI Cafe.

Sebanyak 13 anggota OMK hadir dalam pertemuan tersebut. Suasana rapat berlangsung santai namun tetap penuh semangat diskusi. Pertemuan ini secara khusus membahas rencana pembuatan dan penjualan parcel Paskah yang akan ditawarkan kepada umat menjelang perayaan Paskah mendatang.

Dalam rapat tersebut, para OMK berdiskusi mengenai konsep parcel, isi paket, pembagian tugas, hingga strategi pelaksanaan agar kegiatan dapat berjalan dengan baik. Kegiatan ini menjadi wadah bagi kaum muda untuk belajar bekerja sama, bertanggung jawab, sekaligus mengembangkan kreativitas dalam pelayanan.

Melalui inisiatif ini, OMK St. Lucius ingin mengambil peran aktif dalam kehidupan lingkungan serta menghadirkan semangat pelayanan kaum muda yang nyata di tengah umat. Kebersamaan yang terjalin dalam suasana diskusi ringan menunjukkan bahwa pelayanan Gereja dapat diwujudkan melalui ide-ide sederhana yang membawa manfaat bagi banyak orang.

Diharapkan, persiapan yang dilakukan dapat berjalan dengan lancar dan kegiatan penjualan parcel Paskah nantinya menjadi berkat bagi umat Lingkungan Yohanes Pembaptis sekaligus semakin menumbuhkan semangat pelayanan OMK.

Menyatukan Suara dalam Pelayanan: Umat YP Latihan Koor Persiapan Jumat Pertama

Kamis, 26 Februari 2026 pukul 20.00 WIB, umat Lingkungan Yohanes Pembaptis melaksanakan latihan koor sebagai persiapan tugas pelayanan pada Misa Jumat Pertama yang akan dilaksanakan pada tanggal 6 Maret 2026.

Sebanyak 27 umat ambil bagian dalam latihan ini, mulai dari OMK, bapak-bapak, ibu-ibu, hingga para lansia. Kehadiran lintas generasi tersebut menunjukkan semangat pelayanan yang hidup dalam Lingkungan Yohanes Pembaptis, di mana setiap umat mengambil bagian sesuai talenta yang dimiliki.

Latihan koor dilaksanakan dalam suasana penuh kebersamaan. Lagu demi lagu dilatih dengan tekun, menyatukan nada, irama, dan penghayatan agar pujian yang dipersembahkan nantinya dapat membantu umat semakin khusyuk dalam perayaan Ekaristi. Tidak hanya melatih teknik bernyanyi, latihan ini juga menjadi sarana membangun kekompakan dan mempererat relasi antarumat.

Meski dilakukan setelah rangkaian kegiatan lingkungan sebelumnya, semangat peserta tetap terasa hangat. Tawa ringan, saling mendukung, serta kesediaan untuk terus belajar bersama menjadi warna tersendiri dalam latihan malam itu.

Melalui persiapan ini, umat Lingkungan Yohanes Pembaptis berharap dapat memberikan pelayanan terbaik dalam Misa Jumat Pertama nanti. Pujian yang dipersembahkan bukan sekadar nyanyian, melainkan ungkapan iman dan syukur kepada Tuhan.

Mengenal dan Menghidupi Solidaritas: Pertemuan APP Kedua Lingkungan Yohanes Pembaptis

Kamis, 26 Februari 2026 pukul 19.00 WIB, umat Lingkungan Yohanes Pembaptis kembali melaksanakan Pertemuan APP (Aksi Puasa Pembangunan) yang kedua. Sebanyak 27 umat hadir, mulai dari OMK, bapak-ibu, hingga para lansia, menunjukkan semangat kebersamaan dalam menjalani masa APP tahun ini.

Pertemuan kali ini mengangkat tema “Potensi Dana Sosial Gereja: Fungsi dan Sifatnya.” Melalui tema tersebut, umat diajak semakin memahami bagaimana Gereja menghidupi solidaritas melalui pengelolaan dana sosial.

Dalam sesi pendalaman, umat merefleksikan bacaan dari Kisah Para Rasul 4:32–37. Bacaan tersebut menggambarkan kehidupan Jemaat Perdana yang hidup dalam semangat kebersamaan, di mana harta milik tidak hanya dipandang sebagai milik pribadi, tetapi memiliki dimensi sosial demi kesejahteraan bersama. Semangat solidaritas dan kesetiakawanan membuat tidak ada satu pun anggota jemaat yang berkekurangan.

Sosok Barnabas menjadi contoh nyata pribadi yang menghidupi jiwa sosial. Ia dengan sukarela berbagi dan menghadirkan sukacita bagi komunitas. Teladan ini mengajak umat untuk melihat bahwa kualitas iman juga diwujudkan melalui kepedulian terhadap sesama.

Selanjutnya, umat diajak mengenal berbagai Dana Sosial Gereja yang dihimpun dari umat dan dikelola secara berjenjang, mulai dari tingkat nasional melalui KWI, tingkat Keuskupan dan Kevikepan, hingga Paroki. Dana sosial tersebut memiliki fungsi yang beragam, baik untuk mendukung kehidupan internal Gereja, seperti Dana Solidaritas antar Paroki (DSP), maupun untuk membantu mereka yang membutuhkan, khususnya kaum kecil, lemah, miskin, tersingkir, dan difabel (KLMTD).

Melalui sesi diskusi, umat diajak merefleksikan kesan mereka terhadap keberadaan dana sosial Gereja serta menyadari bahwa masih banyak umat yang belum memahami secara utuh fungsi dana sosial, termasuk APP. Diskusi ini menumbuhkan kesadaran baru akan pentingnya keterlibatan umat, tidak hanya sebagai penerima informasi, tetapi juga sebagai pelaku yang aktif mendukung perkembangan Gereja.

Pertemuan APP kedua ini menjadi kesempatan bagi umat untuk semakin memahami bahwa solidaritas Gereja bukan sekadar konsep, melainkan gerakan nyata yang hidup dari partisipasi umat. Diharapkan, melalui pemahaman ini, umat Lingkungan Yohanes Pembaptis semakin tergerak untuk ambil bagian dalam mendukung pelayanan Gereja dan membantu sesama yang membutuhkan.

Doa yang Mengikat, Kasih yang Menguatkan

-APP 1- Paguyuban-Valentine Lingkungan St. Elisabeth-

Kamis, 26 Februari 2026. Senja berganti malam dengan cuaca yang begitu bersahabat. Di kediaman Ibu Asih, umat lingkungan berkumpul dalam suasana penuh syukur. Puji Tuhan, sebanyak 36 umat hadir mengikuti sembayangan lingkungan malam itu.

Pertemuan APP ke-1 dipimpin oleh Pak Agus dan Mbak Tika. Kegiatan diawali dengan lagu “Di Jenjang Maaf” yang mengalun lembut, membawa setiap hati masuk dalam suasana refleksi, kerendahan hati, dan kebersamaan.

Tema APP ke-1 kali ini adalah “Potret Kondisi dan Potensi: Dasar untuk Mengawal Aksi.” Dalam pertemuan ini, umat diajak melihat secara nyata kondisi lingkungan—baik tantangan yang dihadapi maupun potensi yang dapat dikembangkan. Umat juga diajak menyadari pentingnya data sebagai dasar perencanaan, agar setiap gerakan dan aksi yang dilakukan sungguh tepat sasaran dan mampu meningkatkan kesejahteraan bersama.

Dinamika pertemuan terasa hidup. Pemandu membuka ruang sharing tentang kondisi pribadi dan kehidupan sehari-hari. Satu per satu umat berbagi dengan tulus. Setiap tanggapan disambut dengan sukacita, menciptakan suasana hangat yang penuh empati dan persaudaraan.

Usai pertemuan APP, dilaksanakan edaran kolekte untuk mendukung aksi Paskah lingkungan, sebagai wujud nyata solidaritas dan kepedulian bersama.

Momen penuh makna juga hadir dalam pemberian tanda kasih kepada Pak Agus, Bu Agus, dan Michael yang diwakili oleh Pak Suradi, atas penerimaan Sakramen Krisma. Ungkapan syukur dan doa mengiringi perjalanan iman yang semakin diteguhkan.

Karena masih dalam suasana Valentine, kebersamaan malam itu semakin semarak dengan kegiatan tukar kado. Umat kompak mengenakan pakaian serba pink, menambah warna dan keceriaan. Tukar kado berlangsung seru, penuh tawa dan kejutan.

Tidak berhenti di situ, kebersamaan dilanjutkan dengan kegiatan paguyuban seperti arisan dan lotre sederhana. Meski hadiahnya sederhana, kebahagiaan yang terpancar begitu nyata. Tawa dan sorak gembira memenuhi ruangan saat nama-nama pemenang diumumkan.

Malam itu bukan sekadar pertemuan, tetapi perayaan kebersamaan. Semoga Lingkungan Santa Elisabeth semakin romantis dalam kasih, semakin hidup dalam pelayanan, dan semakin guyub dalam persaudaraan. (*Vera)

Link Instagram : https://www.instagram.com/p/DVXzpU4Dw4u/

Pertemuan APP 2 dan PWK Lingkungan St. Gabriel: Memahami dan Mengawal Dana Sosial Gereja

Kamis, 26 Februari, Lingkungan St. Gabriel menyelenggarakan Pertemuan APP 2 yang dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan PWK. Kegiatan bertempat di rumah keluarga Bapak Candra dan dimulai pada pukul 19.00 WIB. Pertemuan ini dihadiri oleh 33 umat yang terdiri dari anak-anak, remaja, dan orang tua.

Sehubungan dengan pelaksanaan APP yang berbarengan dengan kegiatan PWK, umat hadir lebih awal untuk memenuhi kewajiban pembayaran iuran, antara lain iuran prolenan, caos dahar romo, GKH Pendidikan, APBU, PIA, serta arisan. Setelah seluruh proses pembayaran selesai, kegiatan dilanjutkan dengan Pertemuan APP 2.

Pertemuan dipimpin oleh Ibu Maria Suprapti, Ibu Ana, dan Ibu Watik dengan mengangkat tema “Potensi Dana Sosial Gereja: Fungsi dan Sifatnya.” Dalam pemaparan materi dijelaskan secara rinci mengenai dana sosial yang dikelola pada berbagai tingkatan, yaitu tingkat paroki, kevikepan, keuskupan, hingga tingkat nasional (KWI). Penjelasan mencakup nama dana, sumber perolehan dana, serta peruntukan dan sasaran penggunaannya. Seluruh materi disampaikan secara jelas dan transparan.

Adapun tujuan pertemuan ini adalah agar umat semakin memahami potensi dana sosial paroki serta terdorong untuk ikut mengawal pemanfaatannya sehingga sungguh-sungguh tepat sasaran bagi mereka yang membutuhkan. Gereja mengelola dana sosial untuk disalurkan secara bertanggung jawab demi kesejahteraan KLMTD.

Selain itu, ditegaskan bahwa dana sosial memiliki sifat “siap habis” secara bertanggung jawab, artinya dana tersebut tidak untuk ditimbun, melainkan segera dimanfaatkan sesuai kebutuhan yang ada. Dana sosial juga bersifat inklusif, tidak terbatas pada kelompok tertentu, melainkan terbuka bagi siapa pun yang membutuhkan, termasuk saudara-saudari yang berbeda agama.

Dalam sesi sharing, umat menyampaikan bahwa melalui pemaparan tersebut mereka menjadi lebih memahami fungsi dan peruntukan dana sosial Gereja. Umat menyadari bahwa setiap persembahan yang diberikan kepada Gereja pada hakikatnya juga diperuntukkan bagi sesama yang membutuhkan. Oleh karena itu, umat diharapkan senantiasa berpartisipasi secara aktif dalam setiap program Gereja dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan.

Setelah Pertemuan APP 2 berakhir, kegiatan dilanjutkan dengan agenda PWK. Dalam sesi ini disampaikan laporan dari masing-masing seksi serta berbagai pengumuman penting yang perlu diketahui oleh seluruh umat. Penyampaian laporan dan informasi berlangsung dengan tertib dan penuh perhatian dari para peserta yang hadir. Sebagai penutup rangkaian kegiatan, dilaksanakan ramah tamah bersama dengan menikmati hidangan makan malam yang telah disediakan oleh tuan rumah. Suasana kebersamaan terjalin dengan hangat dan penuh kekeluargaan. Seluruh rangkaian acara pada malam hari itu selesai pada pukul 21.00 WIB.