Pertemuan Paguyuban Ibu-Ibu Lingkungan St. Antonius: Meningkatkan Self Awareness melalui Jendela Johari

Pertemuan Paguyuban Ibu-Ibu Lingkungan St. Antonius Padua dilaksanakan pada hari Sabtu, 25 Juli 2026, pukul 16.00 WIB di kediaman Ibu Tyas. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan serta dihadiri oleh 15 orang ibu.

Kegiatan diawali dengan doa pembuka sebagai ungkapan syukur dan permohonan penyertaan Tuhan dalam seluruh rangkaian acara. Materi pertemuan disampaikan oleh Ibu Ayiek dengan tema “Meningkatkan Self Awareness melalui Jendela Johari.” Melalui pemaparan ini, para peserta diajak untuk semakin mengenal diri sendiri, memahami bagaimana diri dipersepsikan oleh orang lain, serta membangun komunikasi yang lebih terbuka dan saling mendukung dalam kehidupan sehari-hari. Diskusi yang berlangsung memberikan kesempatan bagi para peserta untuk saling berbagi pengalaman dan belajar bersama dalam mengembangkan kesadaran diri.

Selain pendalaman materi, pertemuan juga diisi dengan kegiatan arisan serta penyampaian berbagai pengumuman, baik yang berkaitan dengan kegiatan Paroki Administratif maupun agenda Lingkungan St. Antonius Padua. Informasi yang disampaikan diharapkan dapat semakin mempererat koordinasi dan keterlibatan para ibu dalam berbagai kegiatan menggereja.

Pertemuan ditutup dengan doa penutup sebagai ungkapan syukur atas kebersamaan yang telah terjalin. Melalui pertemuan rutin ini, diharapkan para ibu Paguyuban Lingkungan St. Antonius Padua semakin bertumbuh dalam pengenalan diri, mempererat persaudaraan, serta terus mengambil bagian secara aktif dalam kehidupan menggereja dan pelayanan di lingkungan.

Misa Bukan Sekedar Rutinitas : Memahami Tiap Gerak & Simbol Liturgi


GEREJA MARIA BUNDA ALLAH MAGUWO — Perayaan Ekaristi adalah puncak dan sumber seluruh kehidupan Kristiani. Namun, acap kali ibadat mulia ini terancam menjadi sekadar rutinitas lahiriah tatkala setiap bahasa tubuh, tindakan simbolis, dan tata perayaan yang dihadirkan di panti imam tidak lagi diresapi teologi perjumpaannya.

Menjawab panggilan untuk membarui keanggunan ibadat suci tersebut, Paroki Maria Bunda Allah Maguwo mengumpulkan para pelayan altar dan utusan lingkungan dalam pembekalan bertajuk “Belajar Liturgi Bersama” pada Minggu, 26 Juli 2026. Pembekalan ini menghadirkan Romo Yohanes Subali, Pr sebagai narasumber teologis dan dipandu oleh Mas Danang Afriady sebagai MC sekaligus moderator. Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua Bidang Liturgi Paroki Administratif Maguwo, ibu YV. Retno Wulandari, dilanjutkan dengan materi yang sangat padat dari romo Yohanes Subali, Pr.

I. Tubuh yang Berdoa: Bahasa Raga sebagai Ungkapan Iman

Dalam pencerahannya, Romo Yohanes Subali, Pr menegaskan bahwa persekutuan umat yang berkumpul itu sendiri merupakan simbol utama Gereja yang sedang berziarah menuju tanah terjanji. Allah hadir dan menyapa manusia tidak hanya melalui kata-kata, melainkan melalui sarana indrawi, apa yang didengar, dilihat, disentuh, dan dibaui.

Oleh sebab itu, tata gerak tubuh (body language) dalam liturgi bukanlah gerakan mekanis, melainkan ungkapan batin yang menjelma:

  • Berjalan dengan Bermartabat: Langkah kaki saat perarakan melambangkan peziarahan iman Umat Allah yang aktif dan penuh sukacita menyambut tawaran rahmat keselamatan.
  • Berdiri dan Duduk: Sikap berdiri mengungkapkan kesiapsediaan diri, penghormatan agung, dan kebangkitan bersama Kristus. Sementara sikap duduk mencerminkan keheningan hati yang siap mendengarkan Sabda serta merenungkan karya-Nya.
  • Berlutut, Membungkuk, dan Menebah Dada: Suatu gerakan kerendahan hati yang mendalam, menghormati kehadiran Allah yang Mahakudus seraya mengakui ketidaklayakan dan pertobatan diri di hadapan-Nya.
  • Gerakan Tangan yang Suci: Tangan terkatup menandakan doa yang terpusat dan penyerahan; tangan terentang melambangkan keterbukaan menerima rahmat; serta penumpangan tangan yang menyalurkan daya Roh Kudus dan berkat ilahi.

“Liturgi bukanlah sekadar pertunjukan tata cara ritual yang kaku, melainkan penyingkapan misteri keselamatan Allah di mana pancaindra manusia diangkat untuk mengecap keindahan surgawi.”

II. Sarana Alamiah dan Sakral: Menguduskan yang Tercipta

Liturgi Katolik merangkul seluruh ciptaan untuk menjadi tanda kurnia Allah. Benda-benda biasa dari alam dan buatan manusia diangkat serta dikuduskan menjadi sarana sakramental. Air pembaptisan yang memberi kehidupan, Roti dan Anggur murni yang mentransubstansiasi menjadi Tubuh dan Darah Kristus, serta Minyak Suci (OI, OC, SC) yang menguatkan, semuanya berbicara tentang rahmat Allah yang nyata dan menyentuh pengalaman insani.

Demikian pula halnya dengan peralatan dan bejana suci, seperti Piala, Patena, Sibori, Ampul, hingga Korporal dan Purifikatorium. Setiap detail tata letak bejana Ekaristi menuntut kecermatan dan keandalan para pelayan altar sebagai bentuk rasa hormat dan pemuliaan terhadap Sakramen Mahakudus.

III. Tata Ruang, Warna, dan Waktu: Keanggunan Rumah Allah

Lebih lanjut, Romo Subali mengurai teologi ruang ibadat yang berpusat pada Tiga Pilar Utama Panti Imam:

  1. Altar — Sebagai pusat Perjamuan Kurban Kristus.
  2. Mimbar — Sebagai tempat pemecahan Roti Sabda.
  3. Kursi Imam — Sebagai pusat persekutuan umat yang dipimpin dalam nama Kristus.

Warna-warna liturgi, mulai dari Putih kemuliaan, Merah api martir dan Roh Kudus, Hijau pengharapan, Ungu pertobatan, hingga Jingga (Pink) sukacita Gaudete & Laetare, serta busana suci (Alba, Stola, dan Kasula) menjadi khazanah estetika iman yang menuntun batin umat menyelami ritme Tahun Liturgi yang berpuncak pada Misteri Paskah Kristus.

Tanya Jawab

Di samping materi yang diberikan, ada sesi tanya jawab yang disampaikan peserta kepada romo Subali. Pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan terutama yang terjadi di lingkungan-lingkungan maupun di gereja Maria Bunda Allah Maguwo. Para peserta sangat antusias bertanya hingga tidak terasa waktu sudah menunjuk pukul 12.00 yang artinya acara harus segera berakhir.

Buah Refleksi dan Komitmen Bersama

Melalui dialog yang hangat dan interaktif bersama 65 orang, terdiri dari  para prodiakon, tim pelayanan di bidang liturgi, dan perwakilan dari 17 lingkungan, pembekalan ini memperbarui komitmen bersama. Pelayanan liturgi bukanlah soal “kelancaran teknis” semata, melainkan buah dari penghayatan iman yang mendalam.

Semoga setiap perayaan Ekaristi di Paroki Administratif Maria Bunda Allah Maguwo senantiasa memancarkan keagungan, keheningan yang suci, dan membawa seluruh umat semakin erat bersatu dengan Kristus.

Latihan Koor Umat Lingkungan St. Gregorius : Bersatu dalam Nada, Memuliakan Tuhan – 26 Juli 2026


Kadisoka, Minggu 26 Juli 2026, umat Lingkungan St. Gregorius kembali berkumpul dalam suasana penuh sukacita untuk mengikuti kegiatan Latihan Koor Umat Lingkungan St. Gregorius. Pada pukul 19.00 WIB, umat bersama-sama meluangkan waktu untuk berlatih dan mempersiapkan pelayanan koor untuk perayaan Ekaristi tgl 2 Agustus 2026.

Latihan koor ini menjadi momen kebersamaan bagi umat untuk menyatukan hati, suara, dan semangat pelayanan. Melalui setiap nada yang dinyanyikan, umat diajak untuk tidak hanya mempersiapkan lagu, tetapi juga menghadirkan doa dan pujian kepada Tuhan.

Seperti tertulis dalam Mazmur:

“Nyanyikanlah bagi Tuhan nyanyian baru, sebab Ia telah melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib.”
(Mazmur 98:1)

Bernyanyi dalam pelayanan liturgi menjadi salah satu cara umat mengungkapkan iman dan rasa syukur atas kasih Tuhan. Setiap suara yang dipersembahkan dengan tulus menjadi bagian dari doa bersama yang membawa umat semakin dekat kepada-Nya.

Dengan semangat kebersamaan, umat Lingkungan St. Gregorius terus berlatih dan melayani, karena melalui talenta yang diberikan Tuhan, kita dipanggil untuk turut ambil bagian dalam mewartakan kasih-Nya.

Mari kita berkumpul, berlatih bersama, dan memuliakan Tuhan dengan bernyanyi.
Satu hati, satu irama, satu iman. Bernyanyi untuk Tuhan dan berdoa dalam nada.

Semoga pelayanan koor Lingkungan St. Gregorius semakin menjadi berkat bagi umat dan membawa sukacita dalam setiap perayaan iman.






Untuk Terus melihat Update Kegiatan Lingkungan St. Gregorius, dapat mengikuti social media Lingkungan St. Gregorius di
Instagram : @lingk.st.gregorius
Youtube : @Lingk_St.Gregorius.Kadisoka
Tiktok : @lingk.st.gregorius


@lingk..st..gregor

Latihan Koor Umat Lingkungan St. Gregorius : Bernyanyi Bersama Satu Hati, Satu Irama, Satu Iman – 23 Juli 2026


Kadisoka, 23 Juli 2026 – Suasana penuh sukacita dan semangat pelayanan kembali terasa dalam kegiatan Latihan Koor Umat Lingkungan St. Gregorius yang dilaksanakan pada Kamis, 23 Juli 2026, pukul 19.00 WIB, bertempat di Rumah Mbak Anik.

Latihan koor ini menjadi bagian dari persiapan umat dalam mempersembahkan pelayanan terbaik pada Perayaan Ekaristi pada Minggu 2 Agustus 2026. Tidak hanya berlatih bernyanyi, tapi setiap pertemuan menjadi kesempatan untuk mempererat persaudaraan, membangun kekompakan, serta mempersatukan hati dalam pujian kepada Tuhan.

Dengan semangat “Mari Berlatih Bernyanyi Bersama Satu Hati, Satu Irama, Satu Iman”, seluruh peserta berlatih dengan penuh antusias. Setiap lagu dilatih bukan hanya sebagai rangkaian nada, tetapi juga sebagai doa yang dipanjatkan kepada Tuhan. Melalui latihan yang rutin, umat diajak untuk semakin memahami bahwa pelayanan koor merupakan bentuk persembahan diri yang lahir dari kasih dan iman.

Kutipan “Bernyanyi untuk Tuhan dan Berdoa Dalam Nada” mengingatkan kita bahwa setiap nyanyian rohani dan nada yang dinyanyikan memiliki makna iman yang mendalam. Ketika suara dipadukan dalam harmoni, bukan hanya tercipta keindahan musik, tetapi juga menjadi ungkapan syukur dan doa bersama yang menguatkan seluruh umat yang hadir dalam perayaan liturgi.

Suasana latihan berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Di sela-sela istirahat latihan, umat dapat mengobrol dan bersenda gurau dan menyantap hidangan yang Sudha disediakan.

Semoga melalui latihan yang terus dilakukan, Umat Lingkungan St. Gregorius semakin bertumbuh dalam semangat pelayanan, persaudaraan, dan iman. Kiranya setiap lagu yang dipersembahkan mampu menjadi sarana pewartaan kasih Tuhan, menghadirkan sukacita, serta menginspirasi seluruh umat untuk semakin dekat kepada-Nya.

“Qui cantat bis orat” — “Siapa yang bernyanyi, ia berdoa dua kali.”
— Santo Agustinus

Kutipan Kitab Suci

“Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu.”
(Kolose 3:16)






Untuk Terus melihat Update Kegiatan Lingkungan St. Gregorius, dapat mengikuti social media Lingkungan St. Gregorius di
Instagram : @lingk.st.gregorius
Youtube : @Lingk_St.Gregorius.Kadisoka
Tiktok : @lingk.st.gregorius


@lingk..st..gregor

Dari Satu Suara Menjadi Empat Suara

Minggu pagi, 12 Juli 2026, Lingkungan St. Fransiskus Asisi kembali mendapat tugas koor dalam Perayaan Ekaristi di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo.

Puji Tuhan, tugas pagi itu dapat kami jalankan dengan baik. Kami bernyanyi dengan sepenuh hati. Mungkin masih ada nada yang belum tepat di sana-sini, mungkin juga belum sesempurna koor yang lain. Tetapi pagi itu kami mempersembahkan nyanyian kami dengan segenap hati sebagai doa bagi Tuhan.

Kalau melihat kami bernyanyi hari ini, mungkin tidak banyak yang tahu bahwa perjalanan kami sampai di titik ini tidaklah singkat.

Sejak pemekaran lingkungan pada tahun 2022, Lingkungan St. Fransiskus Asisi dan Lingkungan St. Clara berjalan sendiri-sendiri. Terus terang, waktu itu kami sempat minder.

Bagaimana tidak? Hampir semua umat yang memang memiliki kemampuan menyanyi berada di Lingkungan Clara. Sementara kami di Asisi… ya, bisa menyanyi sekadarnya. Bahkan setiap kali mendapat jadwal koor, rasa tidak percaya diri selalu muncul.

Dulu, kami hanya berani menyanyi dengan satu suara. Yang penting lagu selesai, nada tidak terlalu meleset, dan tugas terlaksana.

Namun kami juga sadar, kalau tidak mulai belajar, kami tidak akan pernah berkembang.

Sedikit demi sedikit kami mulai rutin berlatih. Untungnya, kami dipertemukan dengan Mas Gathut yang dengan sabar membimbing kami. Latihan bersama Mas Gathut selalu menyenangkan. Kami tidak hanya diminta menghafal lagu, tetapi juga diajarkan bagaimana bernapas dengan benar, menjaga nada, membuka mulut dengan baik, hingga mengucapkan setiap kata dengan artikulasi yang jelas.

Bahkan, beberapa hari yang lalu Mas Gathut datang membawa… sendok! Lihat videonya disini.

Bukan untuk makan bersama, tetapi sebagai alat latihan agar kami berani membuka mulut lebih lebar saat bernyanyi. Awalnya tentu terasa lucu, tetapi ternyata latihan sederhana itu sangat membantu kami mengeluarkan suara dengan lebih baik.

Mas Gathut juga selalu mengingatkan bahwa saat bernyanyi di gereja, yang kita persembahkan bukan sekadar suara yang indah. Nyanyian adalah doa. Karena itu, setiap kata harus diucapkan dengan jelas dan setiap lagu dinyanyikan sepenuh hati.

Awal tahun ini menjadi langkah baru bagi kami. Dengan modal nekat, kami mulai mencoba bernyanyi empat suara. Memang belum semua lagu. Memang belum selalu rapi. Kadang masih saling mencari nada, kadang masih ada yang bingung harus masuk di bagian mana.

Tapi ternyata… kami bisa.

Hari ini kami kembali membuktikan kepada diri sendiri bahwa segala sesuatu memang butuh proses.

Bukan proses menjadi paduan suara terbaik, tetapi proses berani mencoba, mau belajar, mau mendengarkan, dan mau terus berlatih bersama, tapi justru di situlah letak sukacitanya.

Kami belajar bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti melayani. Dengan semangat, latihan, dan kebersamaan, Tuhan selalu membuka jalan untuk bertumbuh.

Mungkin kami belum sempurna. Namun hari ini kami bernyanyi jauh lebih percaya diri dibanding tiga tahun yang lalu. Dan bagi kami, itu sudah menjadi berkat yang sangat besar.

Terima kasih untuk Mas Gathut yang dengan sabar membimbing kami, dan terima kasih untuk seluruh umat Asisi yang selalu mau meluangkan waktu untuk berlatih. Semoga setiap nada yang kami nyanyikan selalu menjadi doa yang berkenan di hadapan Tuhan.

Karena ternyata, dengan segala keterbatasan kami… kami bisa.

Asisi! Bersama, bahagia, beriman!

Kegiatan Latihan Koor Umat Lingkungan St. Gregorius – 21 Juli 2026


Kadisoka, 21 Juli 2026 – Umat Lingkungan St. Gregorius mengadakan Latihan koor Kembali yang dilaksanakan pada Selasa malam, 21 Juli 2026. Latihan ini menjadi bagian dari persiapan umat untuk mengemban tugas pelayanan koor pada Perayaan Ekaristi Minggu, 2 Agustus 2026 di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo.

Dengan semangat kebersamaan, umat Lingkungan St. Gregorius berlatih lagu-lagu yang akan dinyanyikan saat misa nanti. Meski beberapa bagian lagu masih perlu disempurnakan, suasana latihan berlangsung santai, penuh canda, namun tetap serius dalam mempersiapkan pelayanan terbaik bagi Tuhan.

Melalui latihan ini, setiap umat yang hadi dalam latihan koor diajak untuk tidak hanya belajar menyanyikan nada dan irama yang benar, tetapi juga menghayati setiap syair lagu sebagai bentuk doa dan ungkapan syukur. Sebab pelayanan koor bukan sekadar menyanyi, melainkan ikut mengantar seluruh umat untuk semakin menghayati perayaan Ekaristi.

Semangat yang terus digaungkan dalam latihan malam itu adalah:

“Mari kita berkumpul, berlatih bernyanyi bersama untuk Tuhan.”

Harapannya, melalui latihan yang rutin dan penuh sukacita ini, pelayanan koor Lingkungan St. Gregorius dapat semakin kompak, semakin baik, dan menjadi berkat bagi seluruh umat yang mengikuti Perayaan Ekaristi.

Terima kasih kepada seluruh umat yang telah meluangkan waktu untuk hadir dan berpartisipasi. Semoga semangat kebersamaan ini terus bertumbuh, sehingga setiap pelayanan yang kita lakukan selalu menjadi persembahan terbaik bagi kemuliaan Tuhan.

“Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu… sambil menyanyikan mazmur, puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu.”
— Kolose 3:16





Untuk Terus melihat Update Kegiatan Lingkungan St. Gregorius, dapat mengikuti social media Lingkungan St. Gregorius di
Instagram : @lingk.st.gregorius
Youtube : @Lingk_St.Gregorius.Kadisoka
Tiktok : @lingk.st.gregorius


Latihan Koor Umat Lingkungan St. Gregorius – 19 Juli 2026


Kadisoka, 19 Juli 2026 – Umat Lingkungan St. Gregorius kembali mengadakan kegiatan latihan koor pada Minggu malam, 19 Juli 2026, sebagai persiapan untuk tugas pelayanan koor dalam Perayaan Ekaristi Minggu, 2 Agustus 2026 di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo.

Suasana latihan dipenuhi semangat, sukacita, dan kebersamaan. Seluruh umat yang hadir dalam Latihan koor tidak sekadar melatih vocal saja, tetapi juga menjadi bentuk doa dan ungkapan syukur kepada Tuhan.

Setiap lagu dilatih dengan harmonisasi suara. Melalui latihan koor ini seluruh umat yang terlibat dalam koor ligkungan berlatih dengan baik untuk memberikan yang terbaik bagi umat yang akan mengikuti Misa.

Lebih dari sekadar berlatih menyanyi, pertemuan ini juga menjadi kesempatan untuk mempererat persaudaraan antarumat. Suasana penuh keakraban dan saling mendukung menjadi kekuatan tersendiri dalam membangun kebersamaan di Lingkungan St. Gregorius. Setiap anggota hadir dengan semangat melayani, menyadari bahwa talenta yang dimiliki merupakan anugerah Tuhan yang patut dipersembahkan bagi kemuliaan-Nya.

Semoga melalui persiapan yang dilakukan dengan sungguh-sungguh, pelayanan koor pada Minggu, 2 Agustus 2026 dapat membantu seluruh umat semakin menghayati Perayaan Ekaristi serta menghadirkan pujian yang indah bagi Tuhan.

Mari kita terus menjawab undangan Yesus untuk bernyanyi bersama, karena melalui nyanyian yang lahir dari hati, kita memuliakan Allah dan menguatkan iman serta persaudaraan di tengah Gereja.

“Bernyanyilah bagi TUHAN, hai seluruh bumi! Beritakanlah keselamatan yang dari pada-Nya dari hari ke hari.”
— 1 Tawarikh 16:23






Untuk Terus melihat Update Kegiatan Lingkungan St. Gregorius, dapat mengikuti social media Lingkungan St. Gregorius di
Instagram : @lingk.st.gregorius
Youtube : @Lingk_St.Gregorius.Kadisoka
Tiktok : @lingk.st.gregorius


Tugas Jaga Parkir Umat Lingkungan St. Gregorius Pada Misa Minggu Pagi – 19 Juli 2026


Maguwo, 19 Juli 2026 – Semangat pelayanan kembali diwujudkan oleh Umat Lingkungan St. Gregorius melalui tugas jaga parkir pada Perayaan Ekaristi Minggu pagi di Gereja Maria Bunda Allah Maguwo. Pelayanan ini merupakan salah satu bentuk keterlibatan umat dalam mendukung kelancaran peribadatan agar seluruh umat dapat mengikuti Misa dengan aman, nyaman, dan tertib.

Sejak sebelum Misa dimulai, para petugas telah bersiap di area parkir untuk mengatur dan mengarahkan kendaraan roda dua, serta memastikan arus keluar masuk kendaraan tetap lancar selama rangkaian Perayaan Ekaristi berlangsung. Dengan penuh tanggung jawab dan semangat melayani, membantu menciptakan suasana yang tertib sehingga umat dapat beribadah dengan tenang.

Tugas jaga parkir merupakan salah satu bentuk pelayanan yang sederhana, namun memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran kegiatan di Gereja. Semangat kebersamaan, gotong royong, dan kerelaan untuk melayani menjadi nilai yang terus dihidupi oleh Umat Lingkungan St. Gregorius dalam setiap kesempatan.

Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Mas Yance, Mas Himawan, Mas Achir, Mas Adi, Mas Antok, dan Samuel yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan perhatian untuk melayani dalam tugas jaga parkir. Semoga dedikasi dan ketulusannya menjadi berkat bagi seluruh umat yang hadir, sekaligus menginspirasi semakin banyak umat untuk ikut ambil bagian dalam pelayanan Gereja.

Kiranya Tuhan Yesus senantiasa melimpahkan kesehatan, sukacita, dan berkat yang melimpah kepada seluruh petugas yang telah melayani dengan penuh kasih. Semoga semangat pelayanan dan persaudaraan di Lingkungan St. Gregorius terus bertumbuh demi kemuliaan Tuhan dan kebaikan bersama.

“Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.”
— 1 Petrus 4:10





Untuk Terus melihat Update Kegiatan Lingkungan St. Gregorius, dapat mengikuti social media Lingkungan St. Gregorius di
Instagram : @lingk.st.gregorius
Youtube : @Lingk_St.Gregorius.Kadisoka
Tiktok : @lingk.st.gregorius

Sembayangan Rutin Umat Lingkungan St. Gregorius – 16 Juli 2026


Kadisoka, 16 Juli 2026 – Umat Lingkungan St. Gregorius kembali berkumpul dalam Sembayangan Rutin Kamisan yang dilaksanakan pada Kamis, 16 Juli 2026. Kegiatan doa bersama ini dihadiri oleh 26 umat yang dengan penuh sukacita mengambil bagian dalam persekutuan iman untuk memuji, bersyukur, dan semakin mendekatkan diri kepada Tuhan.

Suasana sembayangan berlangsung dengan khidmat dan penuh kehangatan. Melalui doa, nyanyian, dan permenungan Sabda Tuhan, seluruh umat diajak untuk memperbarui harapan serta semakin mengandalkan penyelenggaraan Tuhan dalam setiap perjalanan hidup.

Pada kesempatan ini, bacaan pertama diambil dari Yesaya 26:7-9, 12, 16-19, yang mengingatkan bahwa Tuhan adalah sumber damai sejahtera bagi umat-Nya. Di tengah berbagai tantangan kehidupan, umat diajak untuk tetap mencari Tuhan dengan sepenuh hati dan menaruh harapan kepada-Nya, sebab Tuhan tidak pernah meninggalkan mereka yang setia.

Sementara itu, bacaan Injil diambil dari Matius 11:28-30, di mana Yesus mengundang semua orang yang letih lesu dan berbeban berat untuk datang kepada-Nya. Pesan Injil ini menjadi penghiburan sekaligus penguatan bagi setiap umat agar menyerahkan seluruh beban hidup kepada Kristus, karena kuk yang diberikan-Nya adalah kuk yang membawa damai dan kelegaan.

Melalui permenungan Sabda Tuhan, umat diajak untuk tidak mengandalkan kekuatan sendiri, melainkan hidup dalam iman dan pengharapan kepada Tuhan. Ketika manusia bersedia berjalan bersama Kristus, setiap beban akan terasa lebih ringan karena Tuhan sendiri menyertai dan memberikan kekuatan.

Semoga melalui sembayangan rutin ini, semangat persaudaraan di Lingkungan St. Gregorius semakin erat, iman umat semakin bertumbuh, serta setiap keluarga senantiasa mengalami damai dan penyertaan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.

“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.”
(Matius 11:28–30)






Untuk Terus melihat Update Kegiatan Lingkungan St. Gregorius, dapat mengikuti social media Lingkungan St. Gregorius di
Instagram : @lingk.st.gregorius
Youtube : @Lingk_St.Gregorius.Kadisoka
Tiktok : @lingk.st.gregorius

Latihan Koor Lingkungan St. Gregorius Bersama Pelukis Kopi Johanes De Britto – 15 Juli 2026

Suasana hangat dan penuh sukacita mewarnai Latihan Koor Lingkungan St. Gregorius yang dilaksanakan pada Selasa, 15 Juli 2026, pukul 19.00 WIB. Malam itu bukan sekadar menjadi waktu untuk mempersiapkan diri dalam pelayanan liturgi melalui latihan koor, tetapi juga menjadi kesempatan berharga untuk memperdalam iman melalui kebersamaan bersama Pelukis Kopi Johanes de Britto.

Johanes de Britto dikenal sebagai pelukis yang menghasilkan karya-karya indah menggunakan media kopi. Melalui hasil lelang lukisannya, beliau telah mendukung pembangunan banyak gereja di berbagai daerah di Indonesia. Dari karya-karya yang tampak sederhana tersebut, tersimpan pesan iman yang begitu mendalam: bahwa Tuhan dapat berkarya melalui siapa saja yang mau mempersembahkan talenta dan hidupnya bagi sesama.

Setiap Orang Adalah Alat Tuhan

Seperti secangkir kopi yang sederhana namun mampu menghangatkan dan memberi semangat, demikian pula setiap pribadi dipanggil untuk menjadi alat Tuhan.

Dalam pelayanan koor, suara yang dimiliki bukanlah untuk mencari pujian ataupun pengakuan. Sebaliknya, suara menjadi sarana agar umat dapat berdoa dengan lebih khusyuk dan mengalami kehadiran Tuhan. Ketika setiap anggota koor bernyanyi dengan hati yang tulus, sesungguhnya mereka sedang membantu banyak orang semakin dekat kepada Allah.

Pelayanan Lebih Penting daripada Popularitas

Melalui kisah hidup dan karya-karyanya, Johanes de Britto mengingatkan bahwa pelayanan tidak selalu harus dilakukan di atas panggung atau menjadi pusat perhatian. Beliau melukis bukan demi popularitas, melainkan untuk menyampaikan pesan kasih sekaligus membantu pembangunan gereja.

Semangat yang sama juga menjadi pengingat bagi seluruh umat bahwa dalam kehidupan menggereja, yang terpenting bukanlah siapa yang paling banyak bekerja atau paling sering terlihat, melainkan ketulusan hati dalam melayani. Tuhan melihat kasih dan kesetiaan, bukan banyaknya sorotan yang diterima seseorang.

Tuhan Berkarya Melalui Orang-Orang Biasa

Setiap orang memiliki cara yang berbeda untuk melayani. Ada yang mempersembahkan suara dalam koor, ada yang melayani sebagai lektor, pemazmur, pengurus lingkungan, maupun membantu dalam berbagai tugas sederhana yang sering kali tidak terlihat.

Semua bentuk pelayanan memiliki nilai yang sama di hadapan Tuhan apabila dilakukan dengan kasih dan kerendahan hati. Kehadiran yang setia, kemauan untuk belajar, serta kesediaan memberikan waktu dan tenaga merupakan persembahan yang sangat berarti bagi kehidupan Gereja.

Melalui latihan koor ini, seluruh peserta diajak untuk terus bertumbuh dalam iman sesuai panggilan masing-masing. Sebab Tuhan tidak selalu memilih orang yang paling hebat, tetapi Tuhan memampukan mereka yang bersedia dipakai sebagai alat-Nya.

Semoga kebersamaan dalam latihan koor ini semakin mempererat persaudaraan umat Lingkungan St. Gregorius serta menumbuhkan semangat untuk terus melayani dengan sukacita, rendah hati, dan penuh kasih.

Soli Deo Gloria — Segala kemuliaan hanya bagi Tuhan.







Untuk Terus melihat Update Kegiatan Lingkungan St. Gregorius, dapat mengikuti social media Lingkungan St. Gregorius di
Instagram : @lingk.st.gregorius
Youtube : @Lingk_St.Gregorius.Kadisoka
Tiktok : @lingk.st.gregorius